Brebes TargetNews.ID Komisi II DPRD Brebes Tobidin mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Brebes dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja dalam menyiapkan tenaga kerja siap pakai. Artinya tenaga kerja yang disediakan benar-benar telah memenuhi kebutuhan industri, karena para tenaga kerja tersebut, telah melalui pelatihan berbasis kompetensi.
Pelatihan berbasis kompetensi ini, adalah salah satu upaya dari Pemerintah Kabupaten Brebes, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai, yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh industri,” tutur Tobidin saat memberikan motivasi pada para peserta Pelatihan Kerja Berdasarkan Klaster Kompetensi Kejuruan Jahit Upper Alas Kaki, di LPK Langgeng Mulyo, Wanasari, Brebes, Jumat (24/07/2026).
Tobidin melihat, bahwa angka pengangguran di Kabupaten Brebes masih cukup tinggi. Maka pihaknya bersama dengan Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan mengadakan pelatihan-pelatihan. Dan sifatnya itu, bukan hanya sekali dua kali dan di beberapa tempat, beberapa LPK, baik di Kecamatan Kersana, Tanjung, Ketanggungan, maupun Kecamatan Wanasari.
Pada intinya adalah bagaimana mencetak tenaga kerja yang siap hadir di tengah-tengah perusahaan asing yang sudah mulai marak di Kabupaten Brebes,” tandas politikus dari PAN ini.
Tentunya, lanjut Bang Tobi-demikian sapaan akrabnya-, potensi usia produktif di Kabupaten Brebes supaya siap bersaing sebagai tenaga kerja di Kabupaten Brebes. Karena perusahaan-perusahaan asing, menghendaki skill, keahlian, yang mumpuni. Jangan sampai lulusan-lulusan misalkan dari SMA kemudian tidak siap berkompetisi, tidak siap kerja. Padahal beberapa perusahaan besar sudah mulai menggeliat dan membutuhkan tenaga kerja yang banyak dan profesional. Sebentar lagi juga ada pabrik susu terbesar di Asia Tenggara.
Kepada para calon tenaga kerja, Tobidin berpesan bahwa tenaga kerja, calon tenaga kerja juga harus bisa mematuhi regulasi-regulasi tentang undang-undang tenaga kerja, tentang hak dan kewajiban pekerja, terus bagaimana etika profesi dijalankan dengan memakai tatanan-tatanan yang sudah diregulasikan dan itu harus dipatuhi.
Kemudian saya berharap juga, nanti ketika sudah siap masuk di perusahaan, patuhi juga kewajiban-kewajiban yang sudah ditentukan oleh perusahaan itu sendiri,” harapnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Brebes Abdul Majid menyampaikan, bahwa pelatihan digelar berdasarkan kepada kebutuhan industri yang ada di Kabupaten Brebes. Karena setelah pelatihan ini, para peserta langsung bisa diserap oleh industri yang ada di Brebes.
“Jadi link and match-nya pelatihan dan kebutuhan industri kita sesuaikan. Jadi itu merupakan salah satu upaya dari Pemerintah Kabupaten Brebes untuk menciptakan tenaga kerja yang mempunyai skill dan mengurangi tingkat pengangguran terbuka yang ada di Kabupaten Brebes,” ungkapnya.
Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dalam hal ini adalah Komisi II, sebagai mitra yang memberikan support penuh terhadap pelaksanaan kegiatan dan tugas fungsi di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja. Dengan sinergi dan kolaborasi ini mendorong untuk terciptanya tenaga kerja yang siap pakai serta menciptakan iklim yang kondusif untuk investasi yang ada di Kabupaten Brebes.
Kepala LPK Langgeng Mulyo, Eri Iwang Wahyudi mengucapkan terima kasih kepada Dinperinaker yang sudah memberikan kepercayaan untuk melatih para calon tenaga kerja ini. Menurutnya, pelatihan in i sebagai salah satu terobosan untuk mengatasi pengangguran. Apalagi pelatiahannya diberikan secara gratis dan berefek ke semua warga Brebes supaya bisa siap di dunia industri dan bisa diterima bekerja di pabrik yang ada di Brebes.
Kata Eri, sejauh ini penyerapan mereka setelah diklat akan dikirim ke pabrik peminatnya dari peserta. Ada yang berminat ke SMJ dan ada yang berminat ke Osaga, dan kita bekali.
“Biasanya mereka mudah untuk diterima di perusahaan tersebut,” pungkasnya.
Salah seorang peserta pelatihan Sarah mengaku senang karena bisa mengikuti pelatihan gratis yang diadakan pemerintah. Dia berharap, setelah pelatihan bisa secepatnya bisa bekerja sesuai dengan keinginnya dengan bekal ketrampilan menjahit.(Fauzi/Targetnews.id)










