SIDOARJO – Rentetan kecelakaan yang melibatkan kendaraan angkutan berat di Jalan Surowongso, Desa Karangbong, Kecamatan Gedangan, kembali memicu kekhawatiran warga. Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, sedikitnya dua insiden terjadi di kawasan RT 04 RW 01, sehingga masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Sidoarjo segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Peristiwa terbaru terjadi pada Senin dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Sebuah truk Fuso ekspedisi LJE bernomor polisi DR 8610 AJ dilaporkan salah mengambil jalur saat menuju lokasi pemuatan di kawasan industri. Saat berupaya memundurkan kendaraan di ruas jalan yang sempit, bagian belakang truk mengenai pagar rumah warga hingga merobohkan kanopi milik Ibu Ika.
Insiden tersebut diselesaikan secara kekeluargaan setelah pihak perusahaan memberikan ganti rugi atas kerusakan material. Meski demikian, warga menilai kejadian itu kembali menunjukkan bahwa Jalan Surowongso tidak lagi memadai untuk dilalui kendaraan bertonase besar.
Sebelumnya, pada 4 Juli 2026, kecelakaan lain yang melibatkan truk Wing Box juga terjadi di lokasi yang sama. Dalam peristiwa itu, seorang remaja putri mengalami cedera pada bagian kaki. Dua kejadian yang terjadi dalam waktu berdekatan tersebut semakin memperkuat tuntutan masyarakat agar dilakukan penataan lalu lintas dan peningkatan infrastruktur jalan.
Salah seorang warga sekaligus pelapor maladministrasi, Imam Syafi’i, meminta pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Ia juga mendorong Satlantas Polresta Sidoarjo membuka rekaman CCTV di sekitar lokasi sebagai bagian dari proses penanganan dugaan perkara tabrak lari yang terjadi pada insiden 4 Juli 2026 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurutnya, persoalan keselamatan di Jalan Surowongso tidak dapat terus dibiarkan tanpa solusi jangka panjang.
“Jangan sampai harus menunggu adanya korban jiwa baru dilakukan pembenahan. Jalan ini sudah tidak layak menampung kendaraan besar sehingga perlu langkah nyata dari pemerintah,” ujarnya.
Warga berharap Pemkab Sidoarjo melalui Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air segera melakukan kajian teknis terhadap kondisi jalan. Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pembangunan jalur baru di sempadan selatan Sungai Afvour Karangbong melalui program Pokok Pikiran (Pokir) DPRD agar arus kendaraan berat tidak lagi melewati kawasan permukiman.
Selain pembangunan infrastruktur, penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah dan pembatasan kendaraan bertonase besar pada jam-jam tertentu dinilai dapat menjadi solusi jangka pendek guna meminimalkan risiko kecelakaan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, DPRD, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan dapat berkolaborasi menghadirkan solusi yang mengutamakan keselamatan warga, sehingga insiden serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.










