TARGETNEWS.ID SURABAYA – Kiprah Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, dalam mendorong partisipasi publik dan meningkatkan kesadaran politik generasi muda mendapat apresiasi.
Senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut menerima penghargaan Senator Penggerak Demokrasi dalam ajang 9.9 Awarding Ketik.com bertema “Melesat Hebat” yang digelar di Mercure Surabaya Grand Mirama Hotel, Rabu (9/9/2026).
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprah Ning Lia dalam mendekatkan demokrasi kepada masyarakat. Salah satu perhatian yang terus didorongnya adalah keterlibatan generasi muda, khususnya Gen Z, agar tidak bersikap apatis terhadap politik dan persoalan publik.
Bagi Ning Lia, demokrasi tidak berhenti pada momentum pemilu. Demokrasi harus tetap hidup melalui partisipasi masyarakat, keterbukaan dalam menyampaikan aspirasi, serta keberanian mengawasi dan mengkritisi kebijakan publik.
“Sebagai pejabat, kita memiliki tugas penting untuk menumbuhkan semangat positif di kalangan generasi muda agar tidak apatis terhadap politik,” ujar Ning Lia seusai menerima penghargaan.
Menurut dia, politik bukan sekadar urusan jabatan dan kekuasaan. Setiap kebijakan politik memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, lapangan pekerjaan hingga pelayanan publik.
Karena itu, Ning Lia mendorong Gen Z tidak hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi. Generasi muda, kata dia, perlu berani menyampaikan pendapat, kritis terhadap persoalan di sekitarnya, sekaligus mampu menawarkan solusi berdasarkan fakta.
“Gen Z harus melek digital dan melek politik secara bersamaan. Dengan demikian, mereka dapat menjadi agen perubahan yang cerdas, kritis, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan,” tegas politisi pecinta batik tersebut.
Kiprah Ning Lia sebagai senator juga mendapat dukungan elektoral yang signifikan. Pada Pemilu 2024, ia memperoleh 2.739.123 suara dalam pemilihan anggota DPD RI dari Jawa Timur.
Bagi Ning Lia, jumlah suara tersebut bukan sekadar angka dalam kontestasi elektoral. Dukungan hampir 2,7 juta pemilih itu merupakan amanah yang harus dijaga melalui keterbukaan terhadap masyarakat, ruang dialog, serta perjuangan membawa aspirasi publik ke tingkat kebijakan.
Sementara itu, Founder sekaligus CEO Ketik.com, Kiagus Firdaus, mengatakan 9.9 Awarding menjadi bentuk penghormatan kepada tokoh, mitra, serta insan inspiratif nasional dan regional yang dinilai memiliki dedikasi, integritas, dan kontribusi di bidang masing-masing.
Pemilihan angka 9.9 berkaitan dengan hari lahir Ketik.com yang jatuh pada 9 September 2022. Angka sembilan sekaligus menjadi simbol jumlah tokoh yang menerima penghargaan dalam gelaran tersebut.
Mengusung tema “Melesat Hebat”, penghargaan itu juga menjadi momentum bagi Ketik.com untuk terus berkembang serta memperluas jangkauan kepada masyarakat melalui informasi dan karya jurnalistik yang berkualitas.
Bagi Ning Lia, penghargaan sebagai Senator Penggerak Demokrasi bukan sekadar bentuk apresiasi. Penghargaan tersebut menjadi pengingat atas tanggung jawab untuk terus menjaga mandat masyarakat.
Ia menegaskan demokrasi tidak boleh berhenti setelah pemilu selesai. Masyarakat harus tetap memiliki ruang untuk menyampaikan suara, generasi muda perlu terus dilibatkan, dan wakil rakyat harus hadir untuk mendengar sekaligus memperjuangkan aspirasi publik.
(Anil)










