SLAWI – Pemerintah Kabupaten Tegal terus memperkuat sektor pendidikan anak usia dini dan meningkatkan budaya literasi masyarakat melalui pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan, Bunda Literasi Kecamatan, serta Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Tegal Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula PMI Kabupaten Tegal, Rabu (29/7/2026), dipimpin langsung oleh Ketua Bunda PAUD Kabupaten Tegal, Nilna Almuna Ischak. Acara tersebut dihadiri Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal Winarto, para Bunda PAUD, Bunda Literasi, serta jajaran pengurus Pokja dari seluruh kecamatan.
Dalam sambutannya, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan pentingnya peningkatan akses pendidikan anak usia dini melalui penambahan jumlah taman kanak-kanak negeri di wilayahnya.
Saat ini, Kabupaten Tegal baru memiliki dua TK negeri. Pemerintah daerah menargetkan penambahan tujuh unit baru sehingga jumlahnya menjadi sembilan sekolah.
“Ke depan, kami berharap ada penambahan tujuh TK negeri sehingga totalnya menjadi sembilan. Kami meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera mengajukan usulan tersebut,” ujar Ischak.
Menurutnya, pengukuhan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas sekaligus memperkuat budaya literasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Ia menilai Bunda PAUD memiliki peran strategis sebagai penggerak dan mitra pemerintah dalam memastikan terselenggaranya pendidikan yang berkualitas, inklusif, serta terintegrasi dengan berbagai layanan pendukung lainnya.
Selain itu, peran tersebut juga dinilai mampu mendukung percepatan penanganan stunting melalui penguatan program PAUD Holistik Integratif.
Di bidang literasi, Ischak menekankan bahwa tantangan pembangunan pada era digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kecakapan memahami informasi, berpikir kritis, serta memanfaatkan teknologi secara bijak.
“Bunda Literasi diharapkan mampu menginspirasi anak-anak dan generasi muda untuk mencintai buku, memperluas wawasan, dan membangun budaya literasi digital yang sehat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Bunda PAUD Kabupaten Tegal, Nilna Almuna Ischak, mengajak seluruh Bunda PAUD dan Bunda Literasi di tingkat kecamatan untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjadikan pendidikan anak usia dini dan literasi sebagai gerakan bersama.
Ia menjelaskan bahwa usia nol hingga enam tahun merupakan periode emas dalam tumbuh kembang anak sehingga perlu didukung dengan layanan pendidikan yang optimal dan pembiasaan membaca sejak dini.
Berdasarkan data tahun 2026, Kabupaten Tegal memiliki 854 satuan PAUD yang terdiri atas dua lembaga negeri dan 852 lembaga swasta. Di sisi lain, terdapat 41 perpustakaan terakreditasi yang tersebar mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Nilna juga meminta seluruh Bunda Literasi Kecamatan melakukan pendataan terhadap perpustakaan desa dan pojok baca untuk mendukung peningkatan indeks pembangunan literasi masyarakat.
Adapun Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Winarto, menyampaikan bahwa pengukuhan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi Bunda PAUD dalam mendukung pengembangan pendidikan anak usia dini secara menyeluruh.
Pemerintah Kabupaten Tegal berharap sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan keluarga dapat terus diperkuat demi mewujudkan generasi muda yang cerdas, sehat, berkarakter, serta memiliki daya saing tinggi.
(Fauzi/Hms)










