SLAWI TargetNews.ID – Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting sejak masa remaja. Salah satunya melalui penerapan inovasi KACANG BOGARES (Kawal dan Cegah Stunting Bersama Optimalkan Generasi Remaja Sehat) yang mulai diimplementasikan di SMAN 3 Slawi, Jumat (31/07/2026).
Kegiatan tersebut di hadiri Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Edy Sucipto, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, Kepala Puskesmas Slawi, pengelola Program Usia Sekolah dan Remaja Puskesmas Slawi, tenaga pengelola gizi Puskesmas Slawi, kepala sekolah, guru, serta para siswa SMAN 3 Slawi.
Inovasi KACANG BOGARES merupakan inovasi yang tercetus dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal melalui Tim Kerja Kesehatan Anak dan Remaja berupa digitalisasi sederhana untuk memantau konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara berbasis individu pada remaja putri. Inovasi ini mengintegrasikan pemantauan kepatuhan konsumsi TTD, pendampingan konselor sebaya, deteksi dini anemia, pemantauan tatalaksana anemia, hingga evaluasi program berbasis data sebagai bagian dari strategi pencegahan dan penurunan stunting di kabupaten Tegal.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Edy Sucipto mengatakan, lahirnya inovasi tersebut dilatarbelakangi oleh komitmen Pemerintah Kabupaten Tegal untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting melalui langkah-langkah inovatif.
Salah satu indikator kinerja kami adalah bagaimana menurunkan angka stunting di Kabupaten Tegal. Upaya ini tidak cukup hanya dengan program-program rutin, tetapi perlu inovasi. KACANG BOGARES hadir untuk mengawal remaja putri di sekolah agar rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah, sehingga saat mereka kelak menjadi calon ibu berada dalam kondisi sehat dan mampu melahirkan generasi yang bebas stunting,” ujar Edy.
Ia menjelaskan, gagasan inovasi tersebut sebenarnya telah dirintis sejak tahun sebelumnya oleh Tim Kerja Kesehatan Anak dan Remaja Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal. Namun, implementasi aplikasinya baru mulai diterapkan tahun ini melalui kolaborasi dengan akademisi.
Menurutnya, aplikasi KACANG BOGARES tidak hanya berfungsi mencatat konsumsi TTD setiap Jumat di sekolah, tetapi juga dilengkapi fitur pemantauan kepatuhan, edukasi kesehatan reproduksi remaja, informasi pencegahan stunting, hingga layanan tanya jawab yang dapat dimanfaatkan para siswa.
Melalui aplikasi ini, kami dapat mengetahui siapa saja yang belum mengonsumsi Tablet Tambah Darah. Ada pendamping dari konselor sebaya yang ikut memantau dan mengingatkan teman-temannya. Jadi pengawasan menjadi lebih efektif dan edukasi kesehatan dapat berjalan berkelanjutan,” jelasnya.
Edy berharap penerapan inovasi tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka stunting di Kabupaten Tegal.
Target akhirnya tentu penurunan stunting yang semakin signifikan. Tahun 2025 sudah menunjukkan tren penurunan, dan kami berharap melalui inovasi ini target prevalensi stunting sebesar 14 persen bahkan dapat dicapai atau lebih rendah lagi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 3 Slawi, Sunarni menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun antara Dinas Kesehatan, Puskesmas Slawi, sekolah, dan perguruan tinggi dalam membangun kesadaran kesehatan remaja.
Kegiatan ini sangat baik karena menjadi bentuk sinergi berbagai pihak untuk menyelamatkan generasi muda. Harapannya anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat secara fisik, mental, dan akademik sehingga mampu mewujudkan Generasi Emas Indonesia,” ujarnya.
Ia menilai dukungan pemerintah melalui pendampingan sekolah, pemberian Tablet Tambah Darah, pemantauan rutin, hingga edukasi mengenai pola hidup sehat merupakan bentuk perhatian yang sangat besar terhadap kesehatan remaja putri.
Menurut Sunarni, pembentukan budaya hidup sehat memang membutuhkan proses, namun melalui pendampingan yang berkesinambungan para siswa akan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak remaja.
Kami berharap anak-anak memiliki kesadaran bahwa menjaga kesehatan, memenuhi kebutuhan gizi, dan mencegah anemia merupakan bekal penting untuk menjadi calon ibu yang sehat dan tangguh di masa depan. Dengan begitu mereka dapat melahirkan generasi yang berkualitas dan bebas stunting,” pungkasnya.(Fauzi/Targetnews.id)










