Home / BERITA UTAMA

Minggu, 23 Agustus 2026 - 00:48 WIB

Satu Abad Gontor Menembus Peradaban Dunia Oleh Aceng dan Jamal Gonsus’88

Satu Abad Gontor Menembus Peradaban Dunia Oleh Aceng dan Jamal
Gonsus'88

Satu Abad Gontor Menembus Peradaban Dunia Oleh Aceng dan Jamal Gonsus'88

Satu Abad Gontor Menembus Peradaban Dunia

Oleh Aceng dan Jamal
Gonsus’88

Bukan menara itu yang menjulang tinggi,
melainkan cita-cita yang mengalahkan langit.
Bukan seratus tahun yang kita rayakan,
melainkan keikhlasan yang tak pernah menua.
Sebab peradaban tidak dibangun oleh batu,
tetapi oleh hati yang dipahat ilmu,
oleh akhlak yang ditempa pengorbanan,
dan oleh manusia yang memilih mengabdi daripada dipuji.

Di Gontor, waktu bukan sekadar perjalanan,
melainkan asrama yang menguji kesabaran.
Setiap fajar adalah janji,
setiap senja adalah muhasabah.
Di sana, pena lebih mulia daripada pedang,
doa lebih tajam daripada amarah,
dan persaudaraan menjadi bahasa
yang dipahami oleh seluruh umat manusia.

Wahai anak-anak zaman,
jangan warisi dunia dengan kebencian.
Jangan jadikan perbedaan sebagai tembok,
karena Allah menciptakan keberagaman
agar manusia saling mengenal, bukan saling meniadakan.
Bangunlah jembatan ilmu,
eratkan tangan persaudaraan,
sebab hanya hati yang bersatu mampu mengubah sejarah.

Baca juga  Polsek Maliku Wujudkan Pelayanan Prima, Bukti Nyata Polri Untuk Masyarakat

Ketahuilah, peradaban yang agung
tidak pernah lahir dari kesombongan,
tetapi dari kerendahan hati untuk terus belajar.

Tidak dibangun oleh mereka yang gemar mencaci,

tetapi oleh mereka yang rela berkorban.
Ilmu tanpa adab hanyalah kesombongan yang pandai berbicara,

sedangkan adab tanpa ilmu adalah cahaya yang kehilangan arah.

Gontor mengajarkan keduanya berjalan beriringan.

Seratus tahun telah berlalu,
namun obor itu belum padam.
Ia berpindah dari tangan guru kepada santri

dari santri kepada alumni,
dari alumni kepada umat dan bangsa.
Api itu bukan untuk membakar,

melainkan menerangi jalan
agar manusia tidak tersesat dalam gelapnya zaman.

Mari berdiri dalam satu saf persaudaraan.
Bukan karena warna kulit, suku, bahasa, ataupun golongan,

tetapi karena iman, ilmu, dan kemanusiaan.
Persatuan bukan sekadar slogan yang diteriakkan,

Baca juga  Wakapuspen TNI Buka Rapat Anggota Tahunan Koperasi Citra Dana Yasa

melainkan amanah yang diperjuangkan.
Karena bangsa yang tercerai akan menjadi lemah,

sedangkan umat yang bersaudara
akan menjelma kekuatan yang tak mudah dipatahkan.

Maka, wahai Gontor, teruslah melangkah.
Jangan lelah menanam benih peradaban
di setiap jiwa yang haus akan kebenaran.
Teruslah melahirkan manusia yang berpikir dengan akal,

berjalan dengan adab,
berjuang dengan keikhlasan,
dan memimpin dengan kasih sayang.
Sebab dunia sedang menunggu cahaya
yang lahir dari insan-insan berkarakter.

Dan ketika kelak sejarah kembali membuka lembarannya, biarlah dunia mencatat dengan tinta emas:
bahwa dari sebuah pesantren di bumi Nusantara

lahir gelombang yang menembus batas benua, bahasa, dan zaman.
Gelombang ilmu yang mempersatukan,
gelombang akhlak yang memuliakan,
gelombang persaudaraan yang menguatkan peradaban.

Itulah Gontor—seratus tahun menembus dunia, dan selamanya mengabdi untuk menata peradaban dunia.

Sumber: ASH
Editor: Tim Redaksi

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Batako MCK RTLH Terus Dipasang Satgas TMMD Reguler ke-129

BERITA UTAMA

Satlantas Pulang Pisau Giatkan Imbauan Kamseltibcarlantas

Artikel

Prajurit Yonif 2 Marinir Asah Kemampuan Taktik Patroli Tempur

BERITA UTAMA

Motor Bajakah Presisi Literasi Hadir Di Bukit Batu

BERITA UTAMA

Notaris Kembali Tak Hadir, Penggugat Kecewa Sidang Wanprestasi PT Graha Agung Permata Ditunda Lagi

BERITA UTAMA

Miliki 6 Paket Diduga Sabu, Seorang Pria Diringkus Satresnarkoba Polresta Palangka Raya

Artikel

Warga Antusias Sambut Program Makan Gratis “Mari Nyoblos Mangan Wareg” di Kota Surabaya

BERITA UTAMA

Kapolres Pasuruan Pimpin Upacara HUT Satpam ke-42 Tahun 2023 di Kabupaten Pasuruan