Home / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKUM / NEWS

Jumat, 4 September 2026 - 23:57 WIB

Lagi dan Lagi Keracunan MBG: 566 Korban di Sidoarjo, Sampai Kapan Anak-anak Dijadikan “Kelinci Percobaan” Kebijakan? Oleh: Aceng Syamsul Hadie (ASH)

NASIONAL – Lagi dan lagi. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diterpa persoalan serius. Kali ini Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi panggung baru tragedi kesehatan publik. Hingga 2 September 2026, tercatat 566 orang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang didistribusikan SPPG Kalitengah, Tanggulangin. Sebanyak 88 pasien dilaporkan masih menjalani perawatan. Kasus ini bahkan melibatkan penerima dari sejumlah lembaga pendidikan.

Pertanyaan publik sederhana tetapi fundamental: sampai kapan anak-anak Indonesia harus menjadi korban kelinci percobaan dari kebijakan yang seharusnya melindungi mereka?

MBG secara filosofis adalah kebijakan yang mulia. Negara berkewajiban memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang layak. Tetapi kebijakan publik tidak cukup dinilai dari besarnya anggaran, jumlah dapur yang dibangun, atau banyaknya porsi yang dibagikan. Ukuran paling mendasar adalah keselamatan penerima manfaat.

Makanan bergizi yang justru membuat ratusan anak sakit bukan sekadar persoalan teknis dapur. Jika kejadian serupa berulang, negara harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengadaan bahan pangan, standar pengolahan, penyimpanan, distribusi, pengawasan, sertifikasi, hingga mekanisme pertanggungjawaban SPPG.

Baca juga  UKW 2025 Resmi Ditutup, Kabid Humas PMJ: Pers Profesional Mitra Strategis Polri Tangkal Hoaks

Dalam perspektif administrasi negara, pemerintah memiliki kewajiban duty of care terhadap masyarakat yang menjadi penerima program. Apalagi objek kebijakan ini sebagian besar adalah anak-anak dan pelajar. Mereka bukan konsumen yang mempunyai posisi tawar kuat. Mereka adalah penerima program negara.

Karena itu, pendekatan “dapur disuspend, kemudian selesai” tidak boleh menjadi pola permanen.

BGN memang telah menjatuhkan suspend berat selama 30 hari terhadap SPPG Kalitengah dan mengusulkan pencopotan kepala SPPG. Namun publik berhak mengetahui: apa akar masalahnya? Di titik mana sistem pengawasan gagal? Siapa yang bertanggung jawab? Dan apakah mekanisme pencegahannya benar-benar diperbaiki?

Lebih jauh, pemerintah harus membuka hasil investigasi secara transparan kepada publik. Jika hasil laboratorium menunjukkan adanya pelanggaran keamanan pangan atau kelalaian, maka pertanggungjawaban tidak boleh berhenti pada sanksi administratif. Harus dilihat apakah terdapat unsur kelalaian yang menimbulkan konsekuensi hukum.

Kita harus berhenti membangun paradigma bahwa setiap persoalan MBG cukup dijawab dengan kalimat: “akan dievaluasi.”

Evaluasi tanpa koreksi sistem hanyalah ritual birokrasi.

Baca juga  Sat Lantas Polres Pulang Pisau Laksanakan Himbauan Kamseltibcarlantas Secara Humanis untuk Cegah Kecelakaan

Saya tidak sedang menolak MBG. Justru sebaliknya, saya ingin program ini berhasil. Tetapi keberhasilan tidak boleh diukur hanya dari berapa juta porsi makanan yang tersalurkan. Keberhasilan harus diukur dari berapa banyak anak yang menerima gizi tanpa harus mempertaruhkan keselamatan mereka.

Presiden, BGN, pemerintah daerah, DPR, dan seluruh pemangku kepentingan harus berani melakukan audit nasional terhadap sistem keamanan pangan MBG. SPPG yang tidak memenuhi standar harus dihentikan. Pengawasan harus independen dan berkala. Mekanisme pelaporan harus terbuka. Dan setiap kasus keracunan harus ditangani sebagai insiden keselamatan publik, bukan sekadar kecelakaan operasional.

Jangan sampai MBG berubah menjadi paradoks: program yang dirancang untuk menyelamatkan generasi justru membuat generasi yang hendak diselamatkan jatuh sakit.

Negara tidak boleh menjadikan anak-anak sebagai “kelinci percobaan” dari sebuah kebijakan raksasa. MBG boleh gratis. Tetapi keselamatan rakyat tidak boleh murah.[]

*) penulis,
Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., MM
Ketua Dewan Pembina Pusat ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional)

Share :

Baca Juga

Artikel

Wujudkan Lingkungan Sehat, Babinsa Bersama Warga Karangtengah Gotong Royong Bersihkan Jalan

BERITA UTAMA

Maklumat Kapolda Kalteng di tempelkan di tempat umum supaya bisa di baca Masyarakat

BERITA UTAMA

Bhabinkamtibmas Polsek Sebangau Kuala Sampaikan Pesan Kamtibmas dan sosialisasi aplikasi polri super APP

Artikel

Turnamen Taekwondo Walikota Cup VII Atlet Junior Taekwondo PTPN IV Regional III Borong Tujuh Medali

Artikel

Danrem 101/Antasari Pimpin Sertijab 2 Pejabat Utama dan Rotasi Dandim 1005/Batola

BERITA UTAMA

Tampil Maksimal Kodim 1009/Tla Turut Ambil Bagian Dalam Lomba Ramadhan Forkopimda Tala Mini Soccer Tahun 2026

Artikel

Gelar Jumat Curhat, Polsek Kahayan Kuala dengarkan Keluhan dan Harapan Masyarakat Desa Bahaur hilir Kec.Kahayan Kuala

BERITA UTAMA

Totalitas Yonkapa 2 Marinir Penilaian Batalyon Teladan