Home / KEAGAMAAN / PENDIDIKAN

Senin, 14 September 2026 - 04:49 WIB

Masjid Remaja Surabaya Bangun Kader Muda, Hidupkan Masjid dengan Kreativitas

Masjid Remaja Surabaya Bangun Kader Muda, Hidupkan Masjid dengan Kreativitas

Masjid Remaja Surabaya Bangun Kader Muda, Hidupkan Masjid dengan Kreativitas

TARGETNEWS.ID SURABAYA — Kaderisasi generasi muda melalui masjid kembali digelorakan Masjid Remaja Surabaya. Semangat itu terlihat dalam kegiatan Pembinaan Kader Masjid Remaja yang digelar Ahad (13/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kembali gerakan kaderisasi sekaligus membuka ruang lebih luas bagi remaja dan anak muda untuk belajar, berkarya, berorganisasi, dan tumbuh bersama di lingkungan masjid.

Kegiatan menghadirkan tiga sosok yang memberikan arahan dan sharing kepada para peserta. Mereka yakni H. Maryono selaku Ketua Takmir Remaja, Irvandy Andriansyah, S.T., M.T. dari bidang Pembinaan Kader dan IPM, serta Rudi dari Tim Content Creator.

Berawal dari Sedikit, Tumbuh dengan Istiqamah

H. Maryono menekankan bahwa kaderisasi tidak harus dimulai dengan jumlah peserta yang besar.

Menurutnya, yang lebih penting adalah konsistensi dalam menjalankan kegiatan dan menciptakan suasana yang membuat anak muda merasa nyaman berada di masjid.

Ia mengingat kembali perjalanan kegiatan di Masjid Remaja yang pada awalnya hanya diikuti beberapa orang. Bahkan, dalam beberapa kesempatan hanya ada dua hingga enam peserta.

Namun, kegiatan tetap berjalan secara istiqamah.

Dari jumlah yang sedikit itu, perlahan kegiatan berkembang dan mampu menghimpun lebih banyak anak muda.

“Kalau hari ini yang hadir masih sedikit, tidak masalah. Yang penting terus bergerak. Kaderisasi adalah proses,” menjadi pesan yang mengemuka dalam pembinaan tersebut.

Program Masjid Harus Dekat dengan Dunia Anak Muda

Sementara itu, Irvandy Andriansyah menilai pendekatan kepada generasi muda perlu dilakukan dengan menghadirkan program yang relevan dengan kehidupan mereka.

Baca juga  Skandal Perizinan Melanda Surabaya: Penanaman Tiang Fiber Star di Tambaksari Diduga Tanpa Izin, Vendor Kabur Saat Dikonfirmasi Warga dan Media

Anak muda, kata dia, tidak cukup hanya diajak datang ke masjid. Mereka juga perlu diberikan ruang untuk belajar, berkarya, bersosialisasi, berorganisasi, sekaligus mengembangkan potensi.

Harapannya, muncul perasaan bahwa datang ke Masjid Remaja menjadi sebuah kebutuhan positif.

“Kalau saya tidak datang ke Masjid Remaja, saya merasa rugi,” menjadi gambaran suasana yang ingin dibangun.

Sebab, di masjid anak muda tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga teman yang baik, pengalaman, kebersamaan, serta lingkungan yang positif.

Karena itu, kegiatan pembinaan dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, mulai kajian, olahraga, diskusi, kegiatan sosial, sharing session, content creation, tadabbur alam hingga kegiatan kebersamaan lainnya.

Selama tetap berada dalam koridor syariat, kreativitas anak muda dinilai perlu mendapatkan ruang.

Anak Muda Tidak Hanya Jadi Penonton

Ruang kreativitas juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.

Rudi dari Tim Content Creator memperkenalkan peluang bagi para remaja untuk terlibat langsung dalam produksi konten Masjid Remaja.

Mulai dari talent, voice over, MC, presenter hingga content creator, anak muda didorong untuk mengambil peran sesuai minat dan kemampuannya.

Para peserta juga diperkenalkan dengan berbagai konten kegiatan yang telah diproduksi. Media sosial diharapkan tidak hanya menjadi sarana menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi media untuk mengajak lebih banyak anak muda mengenal dan datang ke masjid.

Dengan begitu, generasi muda tidak sekadar menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari proses kreatif dan komunikasi masjid.

Baca juga  Ketum AMI Menghimbau Kepada Seluruh Pengurus dan Anggota AMI Untuk Menghadiri Acara 1 Abad NU

Masjid sebagai Rumah bagi Generasi Muda

Pembinaan tersebut sekaligus membawa pesan bahwa keberlangsungan masjid di masa depan sangat bergantung pada proses menyiapkan generasi penerus sejak sekarang.

Masjid diharapkan tidak hanya ramai ketika ada kegiatan tertentu. Lebih dari itu, masjid perlu menjadi tempat yang membuat anak muda merasa diterima, nyaman, memiliki teman yang baik, memperoleh ilmu, dan mempunyai ruang untuk berkembang.

Sebab, generasi muda inilah yang kelak akan meneruskan perjuangan sekaligus mengelola masjid di masa mendatang.

“Masjid yang berkualitas di masa depan bukan hanya masjid yang dikelola oleh orang-orang tua, tetapi masjid yang dipersiapkan untuk diteruskan dan diwarnai oleh generasi muda.”

Dari Masjid untuk Masa Depan

Pertemuan Pembinaan Kader pada 13 September 2026 diharapkan menjadi awal perjalanan Departemen Pembinaan Kader Masjid Remaja dalam melahirkan kader-kader muda yang beriman, berakhlak, berilmu, kreatif dan mandiri.

Tidak harus menunggu semuanya sempurna. Tidak pula harus menunggu jumlah peserta menjadi banyak.

Kaderisasi bisa dimulai dari siapa saja yang hadir hari ini.

Dari masjid, generasi muda dihimpun. Mereka dibina, dibimbing, diberi ruang untuk berkarya, sekaligus dipersiapkan menjadi bagian dari masa depan umat.

“Dari Masjid Remaja, kita himpun generasi muda. Kita bina, kita bimbing, kita beri ruang untuk berkarya, dan kita siapkan menjadi pemimpin masa depan.”

(Anil)

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Danyonmarhanlan VIII Bitung Turut Sambut Kunjungan Kerja Koorsahli Kasal

BERITA UTAMA

Diduga Langgar Kode Etik, Oknum Penyidik Polres Lamongan Dilaporkan ke Propam

Artikel

Roadshow Sosialisasi P4GN Gaman Semeru Indonesia di Margorejo

BERITA UTAMA

Jaga Kamtibmas Ramadhan, Polresta Palangka Raya Pam Sholat Tarawih Masjid Al-Munawwarah

BERITA UTAMA

Pupuk Jiwa Nasionalisme, Kodim 0709/Kebumen Gelar Upacara Mingguan Secara Rutin

BERITA UTAMA

Stop karhutla Personil Polsek Banting laksanakan sosialisai ke masyarakat

BERITA UTAMA

PUSLATPURMAR 6 ANTRALINA DUKUNG LATIHAN KESIAPAN PRATUGAS SATGAS PAMTAS RI-PNG 2023

BERITA UTAMA

Polsek Bukit Batu Kembali Operasikan Motor Bajaka di Mako