TARGETNEWS.ID SIDOARJO – Karya dan keterampilan dapat menjadi jembatan untuk membuka kesempatan baru. Hal itu terlihat dari keikutsertaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya dalam Semarak Hari Santri dan Bazar UMKM yang digelar Radar Sidoarjo di Parkir Timur GOR Sidoarjo, Minggu (25/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, stan Rutan Kelas I Surabaya menghadirkan beragam produk makanan olahan hasil karya warga binaan. Mulai dari donat, roti gulung abon, bakpao, hingga sambal, produk-produk tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan hasil pembinaan kemandirian kepada masyarakat luas.
Respons pengunjung pun terbilang positif. Sebanyak 53 produk berhasil terjual selama bazar berlangsung. Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa hasil keterampilan warga binaan memiliki peluang untuk diterima di tengah masyarakat.
Sejumlah konsumen turut memberikan apresiasi terhadap kualitas produk, terutama cita rasa dan tekstur donat yang dinilai enak serta mampu bersaing dengan produk sejenis di pusat perbelanjaan.
Perhatian terhadap produk warga binaan juga datang dari Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo sekaligus Ketua DPC PKB Kabupaten Sidoarjo, Rizza Ali Faizin. Ia turut membeli produk yang dipasarkan di stan Rutan Kelas I Surabaya.
Kepala Subseksi Bimbingan Kegiatan Rutan Kelas I Surabaya, Imam Haidar Pratama, menyampaikan bahwa partisipasi dalam bazar tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil pembinaan keterampilan warga binaan sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Produk yang dipasarkan merupakan hasil karya warga binaan dengan pendampingan petugas. Melalui kegiatan kerja tersebut, warga binaan tidak hanya memperoleh pengalaman dalam proses produksi, tetapi juga belajar membangun keterampilan, kreativitas, dan kemandirian yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Lebih dari sekadar transaksi jual beli, keikutsertaan dalam bazar UMKM menjadi ruang bagi warga binaan untuk menunjukkan bahwa proses pembinaan dapat melahirkan karya yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Capaian penjualan tersebut juga menjadi dorongan untuk terus mengembangkan kualitas produk, menjaga kepercayaan konsumen, serta memperluas kesempatan pemasaran.
Melalui kegiatan serupa yang berkelanjutan, Rutan Kelas I Surabaya diharapkan dapat semakin memperkuat program pembinaan kemandirian. Dengan demikian, ketika kembali ke tengah masyarakat, warga binaan memiliki bekal keterampilan dan pengalaman untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif, mandiri, serta berkontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
(Anil)










