Kumdam XV/Ptm melaksanakan tradisi satuan kepada personel yang melakukan proses pengajuan pernikahan

tradisi satuan kepada personel yang melakukan proses pengajuan pernikahan

tradisi satuan kepada personel yang melakukan proses pengajuan pernikahan

 

Filosofi tradisi mengayuh becak dalam pengajuan pernikahan di Kumdam XV Pattimura yaitu sebuah bentuk perjuangan seorang suami yang menjadi kepala rumah tangga.

Laki laki yang mengayuh sepeda melambangkan suami sebagai kepala rumah tangga yang harus bekerja lebih keras untuk memutar roda kehidupan rumah tangga dalam memenuhi nafkah lahir maupun batin.

Baca juga  Polres Probolinggo Berhasil Menangkap Pelaku Curas yang Mengaku Anggota TNI

Perempuan yang duduk berada didepan becak dengan atapnya adalah bentuk pengorbanan suami demi keluarga ( isteri ) yang rela berkorban dengan kepanasan , kehujanan tapi tetap bekerja mengayuh sepeda demi menjalankan bahtera rumah tangga.

Baca juga  Bupati Umi Minta Kepala Sekolah Transparan Kelola Dana BOS

“Biarkan Beta yang bekerja keras dan menjadi SOMBAR asalkan isteri beta tetap teduh dan bahagia”

Filosofi ini menggambarkan bahwa dalam tubuh seorang prajurit TNI tetap mengutamakan keluarga ( isteri ) walaupun dengan berbagai tugas yang mereka emban.
RvL~09.red

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Antisipasi Tindak Kejahatan Malam Hari, Polsek Kahayan Kuala Rutin Laksanakan Patroli KRYD

Artikel

Terus wujudkan Kamtibmas yang kondusif personil Satbinmas Sambangi tokoh masyarakat

Uncategorized

Personel Satpolairud Polres Pulpis Lakukan Pemeliharaan dan Perawatan Kapal Guna Menunjang Kegiatan Kepolisian

Artikel

Bupati Tanjab Barat hadiri sekaligus Tandatangani Komitmen Bersama Pembangunan Meritokrasi Instansi Daerah di Palembang

Uncategorized

Ciptakan Kamseltibcarlantas, Satlantas Polres Pulang Pisau Patroli Daerah Rawan Laka

Artikel

Kanit Binkamsa Sat Binmas Polres Pulang Pisau Sambangi Satpam Rumah sakit

Artikel

Bejad Ayah: Perkosa Anak Kandung, Keluarga Laporkan ke Polisi

Artikel

Apresiasi Terhadap Aparat Penegak Hukum Di Bangka Tengah, Suksesnya Menjaga Mafia Timah Dan Tambang Ilegal