Janggal, Penanganan Kasus Penganiayaan Polsek Bubutan, Korban Ditakuti Klebun Nominal 50 Juta

Foto : Janggal, Penanganan Kasus Penganiayaan Polsek Bubutan, Korban Ditakuti Klebun Nominal 50 Juta

Foto : Janggal, Penanganan Kasus Penganiayaan Polsek Bubutan, Korban Ditakuti Klebun Nominal 50 Juta

SURABAYA, TargetNews.id- Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh tiga pelaku kepada (H) berujung pemberhentian hukuman (Restorative Justice) di Polsek Bubutan, diduga melakukan pemukulan karena kesalahpahaman terhadap H (korban) melakukan perselingkuhan.

Berdasarkan informasi yang didapat dilapangan dari CCTV, bahwa ketiga orang datang mengeroyok, memukul Korban hingga korban mengalami luka serius dibagian leher dan kepala, dada hingga mengalami trauma.

Peristiwa pengeroyokan itu terjadi dijalan Tembok Pada tanggal 22 Februari 2023 sekitar pukul 20:43 WIB

Sebagai informasi, pengeroyokan terhadap (H) yakni 2 (dua) pelaku (ZA) dan (B), kedua pelaku berdomisili di Margorukun Surabaya, dan 1 (satu) masih DPO (daftar pencarian orang).

Anehnya, kedua pelaku langsung diambil alih oleh pihak Klebun dan anehnya lagi pelaku yang satu masih misterius (tidak ada kejelasan) dan tiba-tiba kasus ini selesai dengan RJ ( Restorativ Justice) tanpa adanya pendamping dari pihak korban dan Laporan polisi (LP) diambil Pihak Polsek Bubutan, juga hasil Visum serta Surat Perdamaian yang asli bermatrei pun diambil, meski korban masih mengalami trauma.

Korban menilai, bahwa yang dilakukan terhadapnya terkesan terburu-buru. Penyidik disebut tidak memeriksa semua saksi saat peristiwa terjadi. Bahkan, menurut informasi dari CCTV pelakunya ada Tiga, kenapa yang dipanggil hanya dua dan pihak kepolisian belum melakukan gelar perkara.

Meski begitu, H (korban) berharap kasus ini diselesaikan secara adil, walaupun hasil Visum dan Laporan Polisi(LP) berada di Polsek bubutan sudah ada perdamaian Restorative Justice (RJ) tetapi tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan.

Baca juga  Personel Polsek Banama Tingang Berikan Pemahaman Tentang Ilegal Mining Kepada Masyarakat

“Saya hanya dijanjikan dan pada waktu itu kondisi saya tertekan dan pikiran saya bingung, mereka memaksakan untuk tanda tangan pernyataan damai, dan saya ditakuti oleh pihak Klebun (NY) bahwa harus memberi uang sebesar 50 juta (untuk pihak kepolisian, 25 juta terlapor dan 25 juta pelapor) kalau tidak berdamai akan masuk penjara. Dan saya juga dijanjikan diberi uang ganti rugi sebesar 5 juta, toh kenyataanya uang ganti rugi hanya diberikan sebesar Rp 700.000 dalam amplop,” ungkap korban (H).

Saat ditemui rekan media untuk konfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Bubutan, Ipda Vian Wijaya mengaku, semuanya sudah dilakukan sesuai prosedur dan sudah RJ (Restorativ Justice)

“Kita sudah melalui semua tahapan, prosedur sudah dilakukan, juga untuk mengetahui masuk pidana apa tidak, bisa masuk ke tahap sidik apa tidak dan pada akhirnya korban menyetujui untuk tanda tangan perdamaian dan tidak ada tuntutan,” kata Ivan Kanitreskrim Polsek Bubutan saat ditemui tim media di ruang kerjanya, Selasa (14/03/2023).

Foto : Janggal, Penanganan Kasus Penganiayaan Polsek Bubutan, Korban Ditakuti Klebun Nominal 50 Juta

Saat ditanya terkait Surat Perdamaian Restorativ Justice (RJ) Kenapa tidak ada saksi atau stempel dari kepolisian, KanitReskrim Polsek Bubutan Ipda Vian mengatakan, untuk surat pernyataan perdamaian tidak perlu stempel kepolisian.

Baca juga  Polsek Kahayan Kuala Intensifkan Patroli Malam di Objek Vital dan Pemukiman Bahaur

“Bahwa kedua belah pihak itu sudah sepakat untuk berdamai, korban sudah menarik tuntutannya pastinya,” terang Kanitreskrim.

Bicara mengenai surat pernyataan aslinya yang bermatrei kenapa kok di bawa oleh Pihak Polsek Bubutan, kenapa hanya Foto copy warna saja, Kanitreskrim Ivan menjawab nanti akan saya tanyakan ke penyidik saya.

“Biasanya Surat pernyataan perdamaian itu di bikin rangkap 3 (tiga) yaitu untuk pihak kepolisian, terlapor dan korban,” kata Vian.

Foto : Janggal, Penanganan Kasus Penganiayaan Polsek Bubutan, Korban Ditakuti Klebun Nominal 50 Juta

Saat ditanya mengenai solusi, Kanit Reskrim Polsek Bubutan, Ipda Vian Wijaya mengatakan,” Silahkan saja menemui Klebunnya (NY) biar lebih jelas, nanti akan saya bantu lewat komunikasi,” jelasnya.

Hingga berita ini di tayangkan, korban berharap ditemukan titik terang atau keadilan dan akan melaporkan kembali ke pihak berwajib.

(Tim investigasi)

Share :

Baca Juga

Artikel

Kasihhati Mabes Polri Segera Proses Hukum Terkait Perilaku AWK Rasis Jelang Pemilu 2024

Artikel

Tidak hanya tak hiraukan Putusan Mahkamah Agung, Di duga Pengusaha kaya wilayah surabaya juga Memandang rendah pribumi dan agama islam bahkan melecehkan Institusi Pengadilan

Artikel

Kapolres Lhokseumawe Dampingi Kunjungan Sejumlah Menteri ke Lokasi Bencana di Aceh Utara

BERITA UTAMA

Excavator Kodim Brebes Buka Jalan Tembus Purbanala-Kalibata

BERITA UTAMA

DPP-SPKN Dan DPW SPKN Jawa Tengah Akan Gelar Unjuk Rasa Di Mabes Polri Dan Jaksa Agung RI Minta Keadilan Kasus Venantius M Gultom

BERITA UTAMA

Kanit I SPKT Polresta Palangka Raya Cek Kondisi 47 Tahanan

Uncategorized

Bhabinkamtibmas sambang dan memberikan himbauan kamtibmas Kepada warga

Uncategorized

Polsek Maliku Patroli Malam Menyambangi Komplek Perkantoran di wilkumnya.