Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag / TNI-POLRI / Uncategorized

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 09:41 WIB

“Guru PKN di Surabaya Diduga Alami Pelecehan Sesama Jenis dan Perundungan di Sekolah”

Foto: Seorang guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN) berinisial IW (40), yang mengajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, (diduga menjadi korban pelecehan seksual dan perundungan (bullying) oleh sesama guru dan staf tata usaha di sekolah tempatnya mengajar. Akibat dugaan peristiwa itu, IW mengalami tekanan psikis berat dan trauma mendalam hingga akhirnya memilih mengundurkan diri)

Foto: Seorang guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN) berinisial IW (40), yang mengajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, (diduga menjadi korban pelecehan seksual dan perundungan (bullying) oleh sesama guru dan staf tata usaha di sekolah tempatnya mengajar. Akibat dugaan peristiwa itu, IW mengalami tekanan psikis berat dan trauma mendalam hingga akhirnya memilih mengundurkan diri)

SURABAYA – Seorang guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN) berinisial IW (40), yang mengajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, diduga menjadi korban pelecehan seksual dan perundungan (bullying) oleh sesama guru dan staf tata usaha di sekolah tempatnya mengajar. Akibat dugaan peristiwa itu, IW mengalami tekanan psikis berat dan trauma mendalam hingga akhirnya memilih mengundurkan diri.

Dalam pengakuannya, dugaan pelecehan seksual dilakukan bukan oleh guru lawan jenis, melainkan sesama jenis. IW menyebut dirinya sering dilecehkan secara fisik, dikirim video dan stiker porno melalui WhatsApp, hingga diraba bagian tubuh sensitifnya di ruang guru.
Kejadian itu dikatakan paling sering terjadi selama tiga bulan terakhir.

“(Diduga) diraba ketika saya duduk di ruang guru. Tangannya pegang payudaraku. Aku diam. Lama-lama kok terus begini. Sudah hampir dua minggu dibegituin. Akhirnya saya lawan karena risih,” kata IW, Jumat (17/10/2025).

IW juga menyebut sering dikirimi video bokep dan stiker bergambar porno oleh staf tata usaha berinisial R. Ia bahkan difoto saat tertidur, dan telepon selulernya pernah diambil lalu digunakan untuk mengirim pesan yang menjelekkan namanya.

Karena tak tahan dengan perundungan dan pelecehan yang dialaminya, IW akhirnya mengundurkan diri pada Sabtu, 11 Oktober 2025, setelah 2,5 tahun mengajar di sekolah tersebut. Surat pengunduran dirinya disampaikan secara resmi melalui WhatsApp kepada kepala sekolah.

Baca juga  Universitas Anwar Medika Gelar Gathering Bersama Media

“Saya tidak antarkan langsung karena takut datang ke sekolah itu lagi,” ujarnya.

Dapat Chat Ajakan “BO” dari Nomor Tak Dikenal

Selain menjadi korban dugaan pelecehan seksual, IW juga) menerima pesan ajakan BO (Booking Order) dari nomor-nomor tak dikenal yang membuatnya semakin tertekan.

“Banyak nomor gak dikenal ngajak BO. Saya takut. Nomornya beda-beda, kayak nomor 082338650950 yang nanya ‘Open bo tha’, terus 085771297407 juga nanya BO, dan 085731124381 nanya ‘berapa mbak’. Saya blokir semua,” ucap IW.

Pesan-pesan itu menurutnya muncul beberapa bulan terakhir, membuat dirinya semakin stres karena dikira pekerja seks komersial (PSK).

Dapat Ancaman dari Seseorang Mengaku Anggota Polri

IW juga mengaku mendapat ancaman melalui pesan WhatsApp dari seseorang bernama Khoirul Arnavat, yang mengaku sebagai anggota Polri.
Isi pesannya bernada ancaman hukum:

“Sampean kalau macam-macam ke istriku tak panggil ke Polda nanti. Bukti ada semuanya. Kalau hari ini gak kamu selesaikan masalahnya, tak panggil ke Polda. Akan aku cari sampai ketemu kamu nanti.”

Baca juga  Anggota Satpolairud Ajak Masyarakat Stop Buka Lahan Dengan Membanar

IW mengaku takut dan memilih meminta perlindungan hukum kepada Kantor Hukum Dodik Firmansyah di Jalan Peneleh No.128, Surabaya.

Kepala Sekolah Bantah Ada Pelecehan

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SMK berinisial Gz membenarkan bahwa IW telah mengundurkan diri, namun membantah adanya dugaan pelecehan seksual atau perundungan di lingkungan sekolahnya.

“Ibu IW pamit resign tanpa alasan. Kami sempat ingin selesaikan secara kekeluargaan, tapi beliau tidak datang. Tidak ada intimidasi atau pelecehan,” ujar Gz melalui sambungan telepon.

Menurut Gz, pihak sekolah juga memiliki rekaman suara (voice note) yang disebutnya perlu diklarifikasi kebenarannya.
Sementara itu, seorang perempuan yang mengaku sebagai istri Gz meminta agar kasus tersebut tidak diberitakan di media.

“Ngapain harus ada pemberitaan. Kami tidak membuka hak ke publik. Masalahnya kekeluargaan saja,” katanya dengan nada tinggi.

Langkah Hukum Akan Ditempuh

Kuasa hukum IW, Dodik Firmansyah, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan konseling ke Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polrestabes Surabaya serta Komnas Perempuan, sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut.

“Klien kami mengalami tekanan psikis berat dan ketakutan. Kami akan pastikan hak hukumnya terlindungi,” tegas Dodik.

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Jum’at berkah Santri MTSS Al Furqon Gelar Bersih bersih Menyambut Liburan Bulan Ramadhan

Artikel

Kapolda Jatim Apresiasi Kepedulian Yayasan Kemala Bhayangkari Mencerdaskan Anak Bangsa

Artikel

Demikian disampaikan Penjabat Bupati Brebes melalui Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT saat membuka Sosialisasi

BERITA UTAMA

Giat Siaga On Call dan kontigensi bencana banjir dan Karhutla Polsek Banama Tingang

Artikel

Pemasangan DBU Depan SMPN.3, Percontohan Kedepan Sepanjang Jalan Ir.Soekarno

Artikel

Kuasa Hukum Korban Berharap Hakim Memvonis Sesuai Dengan Tuntutan JPU

Uncategorized

Sambangi petani di kebun Personil Sat Binmas Polres Pulpis beri himbauan bahaya karhutla.

Artikel

Ratusan Mahasiswa Gabungan BEM Se-Kabupaten Sintang Turun Kejalan Sampaikan Pesan Ini