Home / BERITA UTAMA / DAERAH / Tag

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:22 WIB

Lia Istifhama: E-Commerce Harus Punya Opsi Alamat Offline agar Tak Picu Rojali dan Rohana

Anggota DPD RI Jawa Timur Foto/ TargetNews.ID/Anil

Anggota DPD RI Jawa Timur Foto/ TargetNews.ID/Anil

TargetNews.ID Surabaya — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai kejelasan identitas penjual menjadi kunci penting dalam membangun ekosistem belanja online yang sehat dan terpercaya. Menurutnya, platform e-commerce perlu memiliki alamat offline yang jelas agar pengalaman belanja digital tidak meniru fenomena Rojali dan Rohana yang selama ini marak terjadi di pusat perbelanjaan.

Rojali dan Rohana dikenal sebagai istilah populer di mall dan pusat perbelanjaan. Rojali merujuk pada Rombongan Jarang Beli, sementara Rohana adalah Rombongan Hanya Nanya. Fenomena ini menggambarkan pengunjung yang ramai datang, tetapi minim transaksi karena kurangnya kepastian minat dan kepercayaan.

Menurut Lia, fenomena tersebut bisa menjadi cermin risiko dalam belanja digital apabila identitas penjual dan lokasi usaha tidak jelas.

“Di mall kita kenal Rojali dan Rohana. Datang ramai, tapi tidak jadi beli. Kalau e-commerce tidak transparan soal identitas dan alamat penjual, pola seperti itu bisa terjadi juga di ruang digital,” ujar Lia Istifhama.

Baca juga  Sambut Bulan Suci Ramadhan 1445 H Anggota Koramil 03/Tebas Bersihkan Masjid Al - Khairat Desa Tekarang

Ia menegaskan, kehadiran alamat offline bukan untuk mengurangi fleksibilitas belanja online, melainkan sebagai penanda akuntabilitas. Dengan alamat yang jelas, konsumen memiliki rujukan nyata tentang keberadaan penjual dan usaha yang dijalankan.

“Belanja online itu harus jelas. Siapa penjualnya, di mana alamat usahanya, dan bagaimana kualitas produknya. Kalau semuanya transparan, kepercayaan konsumen akan tumbuh,” jelasnya.

Lia menilai, kejelasan alamat offline akan mendorong pelaku usaha lebih bertanggung jawab dan serius menjaga kualitas produk. Konsumen pun tidak hanya melihat etalase digital, tetapi juga mengetahui bahwa ada usaha nyata di balik transaksi daring.

Menurutnya, fenomena Rojali dan Rohana di pusat perbelanjaan menunjukkan bahwa kepercayaan adalah faktor utama dalam keputusan membeli. Prinsip yang sama berlaku di dunia digital.

Baca juga  Personil Polsek Sebangau Kuala bersama Instansi terkait gencar melakukan patroli dan berikan sosialisai larangan Membakar Hutan atau lahan kepada Masyarakat

“Kalau konsumen yakin dan merasa aman, mereka tidak sekadar lihat-lihat atau tanya-tanya. Mereka akan berani membeli,” katanya.

Selain itu, Lia menekankan pentingnya literasi belanja digital bagi masyarakat. Konsumen perlu dibiasakan untuk tidak hanya tergiur harga murah, tetapi juga memperhatikan identitas dan kredibilitas penjual.

“Belanja online bukan cuma soal klik dan bayar. Ini soal informasi yang jelas dan rasa aman. Kejelasan alamat offline adalah bagian dari edukasi itu,” tegasnya.

Dengan dorongan transparansi tersebut, Lia berharap ekosistem e-commerce di Indonesia dapat berkembang lebih sehat. Konsumen lebih terlindungi, pelaku usaha lebih profesional, dan kepercayaan publik terhadap belanja digital semakin kuat.

“Kalau kepercayaan terbangun, transaksi akan tumbuh secara alami dan berkelanjutan,” pungkas Lia Istifhama.

Share :

Baca Juga

Artikel

Siap Amankan Pilkada 2024, Kapolres Sumenep Mengikuti TFG Tactical Floor Game

BERITA UTAMA

Lembur Hingga Malam, Jalan Pendekat Jembatan Garuda Diselesaikan Personel Kodim 1009/Tanah Laut

Artikel

Satbinmas Polres Pulang Pisau melaksanakan perpustakaan keliling

Artikel

Sambut Natal Sinterklas Kodim 1702/Jayawijaya Bagikan Bingkisan

Artikel

Pembagian Brosur Kamseltibcarlantas kepada Pengguna Jalan

Artikel

Polri Berhasil Ungkap 397 Kasus TPPO dan 482 Tersangka, Selamatkan 904 Korban dalam Sebulan

Artikel

Memberikan Himbauan Kamtibmas Kepada Warga Masyarakat Untuk Terciptanya Keamanan Kamtibmas

BERITA UTAMA

Bhayangkari Tegal Kota Bantu Nelayan KM Rizki Barokah Terdampak Kecelakaan Laut