Home / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:46 WIB

Keluarga Besar SMAK Frateran Surabaya Sampaikan Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi 1948 Saka, Serukan Makna Hening dan Refleksi Diri

Surabaya – Dalam semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama, Fr. William Satel Sura BHK, S.Pd., MM bersama keluarga besar SMAK Frateran Surabaya menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 kepada seluruh umat Hindu yang merayakan.

Ucapan tersebut menjadi wujud nyata dari nilai-nilai persaudaraan dan penghormatan terhadap keberagaman yang selama ini dijunjung tinggi oleh lingkungan SMAK Frateran Surabaya.

Dalam pesannya, Fr. William mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Raya Nyepi sebagai waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta memperkuat kedamaian batin.

Baca juga  Kodim 1002/HST Asah Kemampuan Beladiri Prajurit Melalui Latihan Karate

“Hari Raya Nyepi bukan hanya tentang keheningan secara fisik, tetapi juga kesempatan untuk menenangkan pikiran, membersihkan hati, dan merenungkan perjalanan hidup. Semoga nilai-nilai ini dapat menginspirasi kita semua dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberagaman yang ada di Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus terus dirawat.

Melalui peringatan hari besar keagamaan seperti Nyepi, diharapkan masyarakat semakin memperkuat rasa saling menghargai dan menjaga harmoni sosial.

Keluarga besar SMAK Frateran Surabaya juga berharap perayaan Nyepi tahun ini membawa kedamaian, keseimbangan, serta harapan baru bagi seluruh umat Hindu.

Tidak hanya itu, semangat keheningan dan refleksi diri diharapkan mampu memberikan energi positif bagi kehidupan bermasyarakat yang lebih rukun dan damai.

Baca juga  Danrem 072/Pamungkas Narasumber Ramadhanku di Jogja

Perayaan Hari Raya Nyepi yang identik dengan Catur Brata Penyepian—yaitu amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak menikmati hiburan)—menjadi simbol pengendalian diri yang mendalam dan sarat makna spiritual.

Melalui ucapan ini, SMAK Frateran Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam menanamkan nilai toleransi, cinta kasih, dan persatuan di tengah keberagaman, sebagai bagian penting dalam membangun generasi yang berkarakter dan berjiwa kebangsaan.
( SBY )

Share :

Baca Juga

Artikel

Polri Kerahkan Brimob Evakuasi Pengamanan Pascagempa, di Tarakan

Artikel

Babinsa Koramil 1612-06/Lembor dan Masyarakat Bergotong Royong Bersihkan Sisa Puing Tanah Longsor

Artikel

Cegah Gangguan Kamtibmas Didermaga Fery Anggota Satpolairud Lakukan Gatur

BERITA UTAMA

Polsek Maliku Sambangi Masyarakat dengan Beri Imbauan

BERITA UTAMA

BABINSA KOMSOS DENGAN TOGA TOMAS DI WILAYAH BINAAN

BERITA UTAMA

Tingkatkan Pemahaman PIPP RS BPJS Kesehatan Cabang Langsa Gelar Sosialisasi

BERITA UTAMA

Polda Jatim Telah Perpanjang Red Notice Upaya Datangkan Pelaku Tipu Gelap Asal Australia

BERITA UTAMA

Wujud Pedulian Terhadap Fasilitas Umum Babinsa Tekarang Gotong Royong Bersama Warga, Bangun Jembatan Menuju Surau