Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KESEHATAN / NEWS / Tag / TNI-POLRI

Selasa, 28 April 2026 - 13:37 WIB

“Putusan Praperadilan Mojokerto Disorot: Saat Rakyat Kecil Mencari Keadilan di Benteng Terakhir Hukum”

Mojokerto — Putusan sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Mojokerto hari ini memicu kekecewaan mendalam dari pihak Pemohon dan publik yang mengikuti perkara tersebut.

Putusan itu dinilai tidak mencerminkan rasa keadilan, nilai kemanusiaan, serta harapan masyarakat kecil yang datang ke pengadilan sebagai benteng terakhir untuk mengadukan nasibnya.

 

Kuasa hukum Pemohon, Advokat Rikha Permatasari,S.H.,M.H.,C.Med.,C.LO.,C.PIM. menyatakan bahwa ketika fakta-fakta persidangan dianggap tidak sejalan dengan hasil putusan, maka wajar jika publik mempertanyakan arah penegakan hukum di negeri ini.

*“Masyarakat datang ke pengadilan bukan hanya mencari keputusan, tetapi mencari keadilan. Jika keadilan tak ditemukan, maka luka kepercayaan publik akan semakin dalam,”* tegas Rikha Permatasari.

 

Potret Mahalnya Keadilan bagi Rakyat Kecil

Perkara ini disebut menjadi gambaran bahwa keadilan masih terasa mahal bagi masyarakat kecil. Saat warga biasa berhadapan dengan sistem hukum, pengadilan menjadi satu-satunya tempat menggantungkan harapan.

Baca juga  Gerak Cepat Polres Gresik Amankan Tersangka Pencabulan di Kebomas

Namun bila Putusan justru dinilai mengabaikan rasa keadilan, maka masyarakat akan semakin pesimis bahwa hukum benar-benar berdiri sama untuk semua orang.

*“Benteng terakhir RAKYAT KECIL adalah Pengadilan. Jika di sana pun harapan dipatahkan, lalu ke mana lagi rakyat mencari keadilan?”* lanjut kuasa hukum.

 

*Hukum Manusia Bisa Direkayasa, Hukum Tuhan Tidak*

Dalam pernyataannya, kuasa hukum juga menyampaikan Refleksi Moral atas Putusan tersebut:

*“Hukum dunia bisa direkayasa, tetapi tidak dengan hukum Tuhan dan alam semesta.”*

Pernyataan itu menjadi pesan bahwa Kekuasaan Manusia mungkin dapat memengaruhi proses Duniawi, namun KEBENARAN SEJATI pada akhirnya akan menemukan jalannya sendiri.

*Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas?*

Kritik lain yang mencuat adalah masih kuatnya Persepsi publik bahwa hukum kerap tegas kepada yang lemah, namun lunak kepada yang kuat.

Baca juga  Bhabinkamtibmas Sambangi Warganya Sosialisasikan Layanan Call Center 110

Padahal dalam negara hukum, setiap warga negara seharusnya memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum, tanpa memandang status sosial maupun kekuasaan.

Keadilan Tidak Berhenti pada Putusan

Kuasa hukum menegaskan bahwa putusan pengadilan memang telah dibacakan, tetapi pencarian keadilan tidak berhenti di ruang sidang.

*“Putusan hari ini mungkin menutup sidang, tetapi tidak menutup suara hati masyarakat. Sejarah akan menilai apakah hukum benar ditegakkan atau sekadar dipertontonkan,”* ujarnya.

Penutup

Perkara ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan rakyat terhadap hukum dibangun dari keberanian menghadirkan keadilan yang nyata, bukan sekadar formalitas.

Sebab hukum manusia mungkin dapat diatur, tetapi keadilan sejati tetap berada di bawah kuasa Tuhan dan hukum alam semesta.

Red T

Share :

Baca Juga

Artikel

Anggota Koramil 02/Pakem Turut Sampaikan Pesan

BERITA UTAMA

Polres Kediri ungkap 5 Kasus curanmor, dan kembalikan ke pemilik

BERITA UTAMA

Di Omah Rembuk Polisi RW Selesaikan Permasalahan Pemilik Cafe Karaoke Dengan Warga Kediri Kota

Artikel

Kegiatan Sosialisasi Larangan Karhutla di Wilayah Hukum Polsek Maliku

Artikel

Kasus Penyerobotan Tanah Digelar di Pengadilan Negeri Pontianak, Salehan Hariman Yakin Tanahnya Akan Kembali

BERITA UTAMA

Pembiaran Dugaan Pelanggaran dan Penyimpangan Proses Pengajuan SRUT, SKT Karoseri Keluaran Dishub Provinsi Jadi Sorotan

Artikel

Himbauan Bhabinkamtibmas Tentang Kejahatan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

BERITA UTAMA

Satsamapta Polresta Palangka Raya Laksanakan Patroli