ARAB SAUDI – Pelaksanaan puncak ibadah haji 1447 H/2026 M di Padang Arafah pada Selasa (26/5/2026) berlangsung tertib dan lancar. Jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia memadati kawasan suci untuk menjalankan wukuf, salah satu rukun haji yang menjadi inti dari seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Sejak pagi hari, arus pergerakan jemaah menuju kawasan Arafah terpantau terkendali. Pengamanan ketat dari otoritas Arab Saudi diterapkan secara maksimal guna memastikan kelancaran mobilitas sekaligus mengantisipasi potensi kepadatan yang kerap menjadi tantangan dalam momentum Armuzna.
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, memberikan apresiasi atas kinerja penyelenggara haji Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi yang dinilai berhasil menghadirkan sistem pelayanan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Menurut perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu, perjalanan jemaah dari hotel menuju Arafah berlangsung relatif lancar tanpa hambatan berarti. Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan efektivitas manajemen transportasi yang semakin matang.
“Perjalanan menuju Arafah relatif tidak macet. Ini menunjukkan pengaturan pergerakan jemaah semakin baik,” ujarnya.
Ning Lia menilai kebijakan tegas Pemerintah Arab Saudi dalam menertibkan praktik haji ilegal turut memberi dampak signifikan terhadap kelancaran penyelenggaraan. Pembatasan tersebut dinilai efektif menekan lonjakan kepadatan yang selama ini kerap memicu persoalan teknis di lapangan.
Selain aspek mobilitas, ia juga menyoroti kesiapan fasilitas di Arafah yang dinilai jauh lebih terorganisir. Seluruh jemaah disebut dapat tertampung dengan baik tanpa persoalan klasik seperti keterbatasan kapasitas tenda maupun jemaah tercecer.
“Semua jemaah tertampung dengan baik. Tidak ada yang terlantar karena tenda sudah tertata dan terorganisir,” tambah alumni doktoral UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.
Di sektor konsumsi, Ning Lia mengaku cukup terkesan dengan kualitas sajian yang diberikan kepada jemaah Indonesia. Menu bercita rasa khas Nusantara disebut mampu menjaga selera makan sekaligus mendukung kondisi fisik jemaah selama menjalani fase ibadah yang cukup berat.
“Menu makanan khas Nusantara yang disajikan sangat enak dan sesuai dengan selera jemaah Indonesia. Ini sangat membantu menjaga stamina,” ungkapnya.
Ia juga memuji respons cepat para petugas haji dalam mendistribusikan konsumsi secara tepat waktu. Menurutnya, kesiapsiagaan petugas menjadi salah satu faktor penting yang menopang kenyamanan jemaah selama berada di Arafah.
Meski demikian, Ning Lia mencatat masih adanya perbedaan persepsi di kalangan sebagian jemaah terkait standar kebersihan makanan. Hal itu, menurutnya, menjadi bahan evaluasi agar ke depan dapat dilakukan sosialisasi lebih merata mengenai standar layanan yang diterapkan.
“Memang soal kebersihan ini kembali pada persepsi masing-masing jemaah, meskipun petugas sudah bekerja maksimal dan selalu siap,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Ning Lia menilai penyelenggaraan haji tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi pengendalian jemaah, transportasi, infrastruktur hingga pelayanan konsumsi. Ia berharap sinergi kuat antara Indonesia dan Arab Saudi terus dipertahankan demi menghadirkan layanan haji yang semakin prima di masa mendatang.
“Ini menjadi bukti bahwa sinergi antara Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi semakin baik. Harapannya, kualitas pelayanan haji ke depan bisa terus ditingkatkan,” pungkasnya.
Anil










