SAMPANG Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz menegaskan bahwa santri harus menjadi motor penggerak kemajuan bangsa dengan bekal ilmu agama, kompetensi, dan kemampuan beradaptasi menghadapi tantangan zaman.
Penegasan tersebut disampaikan saat menutup secara resmi Pentas Nasional Santri (PENA Santri) 2026 yang diselenggarakan Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) di Pendopo Trunojoyo, Minggu (05/07/2026).
Di hadapan ratusan santri, ulama, alumni, serta tamu undangan, H. Ahmad Mahfudz menyampaikan bahwa pesantren kini tidak hanya melahirkan ahli agama, tetapi juga sumber daya manusia yang siap berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan.
“Santri hari ini harus mampu menjawab tantangan masa depan. Lulusan pesantren tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kompetensi, wawasan, dan keterampilan yang mampu membawa perubahan bagi masyarakat,” tegas Lora Mahfudz akrab disapa.
Menurutnya, PENA Santri menjadi bukti bahwa pendidikan pesantren terus berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Ajang tersebut juga menjadi wadah bagi santri untuk menunjukkan prestasi di bidang pendidikan, kewirausahaan, kepemimpinan, dan pengembangan potensi lainnya.
Lora Mahfudz juga mengapresiasi DPW PERADABAN Sampang yang dinilai sukses menghadirkan kegiatan berskala nasional sebagai media pembinaan prestasi sekaligus mempererat ukhuwah antarsantri.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar lahir generasi santri yang semakin percaya diri, kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Kami berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sampang dan PERADABAN terus diperkuat untuk menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Wakil Bupati Sampang.
Sementara itu, Ketua Panitia PENA Santri 2026, Moh. Jakfar, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, PENA Santri tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, penguatan karakter, dan pengembangan potensi santri dari berbagai daerah.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sampang, PERADABAN, para ulama, peserta, panitia, sponsor, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi. Semoga PENA Santri terus menjadi wadah lahirnya santri berprestasi, berakhlak, dan siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan daerah,” kata Jakfar.
Pada kesempatan tersebut, Lora Mahfudz juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang berbagai cabang lomba PENA Santri 2026. Ia berharap prestasi yang diraih menjadi motivasi untuk terus belajar, berkarya, serta memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.
Dengan mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil Alamin, H. Ahmad Mahfudz secara resmi menutup PENA Santri 2026 yang berlangsung meriah dan dihadiri jajaran Forkopimda, para ulama, tokoh masyarakat, pengurus PERADABAN, serta ratusan santri dari berbagai daerah.
*Redaksi*










