Home / BERITA UTAMA / DAERAH

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:04 WIB

Senator Cantik Jawa Timur Lia Istifhama Dorong Reformasi Sistem Keuangan demi Cegah Korupsi dari Akar Masalah

GRESIK – Senator cantik asal Jawa Timur yang juga Anggota Badan Pengkajian MPR RI, Dr. Lia Istifhama, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun sistem keuangan negara yang lebih kuat, transparan, dan akuntabel sebagai upaya mencegah praktik korupsi sejak dari akar persoalannya.

Gagasan tersebut disampaikan Lia saat mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sistem Keuangan Negara, Perekonomian Nasional, dan Kesejahteraan Sosial (Ekonomi Kekeluargaan dan Keadilan Ekonomi)” yang digelar Kelompok IV Badan Pengkajian MPR RI di Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (13/7/2026).

Dalam forum tersebut, Lia menilai besarnya nilai kerugian negara akibat tindak pidana korupsi menjadi pengingat bahwa pembenahan sistem harus menjadi prioritas. Menurutnya, pencegahan akan jauh lebih efektif dibanding hanya berfokus pada penindakan.

“Bagaimana sebuah kejahatan korupsi bisa terjadi dengan nilai yang sangat besar, bahkan mencapai ratusan miliar rupiah? Karena itu, ruang diskusi seperti ini penting untuk mencari solusi. Salah satunya melalui konsep pencegahan kejahatan dari sumber utamanya dengan membangun sistem keuangan negara yang mampu menutup celah terjadinya korupsi,” ujar Lia.

Baca juga  Himbau Kamseltibcarlantas, Satlantas Lakukan Penling di Kota Pulang Pisau

Tak hanya berbicara mengenai tata kelola keuangan, Lia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Menurutnya, cita-cita mewujudkan Indonesia yang hijau serta pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 harus menjadi komitmen bersama, tanpa mengorbankan alam demi keuntungan jangka pendek.

Senator yang akrab disapa Ning Lia itu juga menyoroti pentingnya memperkuat peran pemerintah daerah. Ia berharap daerah memiliki ruang yang lebih luas dalam mengambil kebijakan sesuai kebutuhan masyarakat, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

“Ketika pemerintah daerah memiliki kewenangan yang memadai, mereka akan lebih leluasa mengoptimalkan potensi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tentu semuanya tetap berjalan dalam koridor aturan yang berlaku,” tuturnya.

Baca juga  Ketua Majelis Hakim PN Surabaya, Hanya Memvonis 2 Tahun denda Rp 1 Milyard Pengedar Juga Pemakai,

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Badan Pengkajian MPR RI Jupri Mahmud turut memberikan sejumlah masukan terkait arah kebijakan ekonomi nasional. Ia menilai berbagai kebijakan fiskal perlu mempertimbangkan kondisi riil masyarakat agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata.

Jupri juga menyoroti pentingnya penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengelolaan sektor lingkungan yang lebih produktif, perlindungan terhadap UMKM, hingga perlunya regulasi yang mampu menjaga keseimbangan antara perkembangan ritel modern dan keberlangsungan usaha kecil di daerah.

FGD tersebut dipimpin Ketua Kelompok IV Badan Pengkajian MPR RI, Ir. H. Tifatul Sembiring, serta dihadiri sejumlah anggota Badan Pengkajian MPR RI dan para akademisi dari Universitas Negeri Padang serta Universitas Andalas sebagai narasumber.

(Anil)

Share :

Baca Juga

Artikel

39.2 Gram Sabu Sat. Resnarkoba Polres Mojokerto Berhasil Ungkap Kasus Peredaran Narkoba

BERITA UTAMA

KRI Bima Suci Tiba di Batuampar Batam, Bakal Dibuka untuk Umum hingga 9 April 2023

BERITA UTAMA

Antisipasi Karhutla, Polsek Sabangau Cek Sarpras di Danau Tundai

BERITA UTAMA

Mudah dan Dekat, SIM Keliling Layani Perpanjangan di Dua Lokasi Kabupaten Bandung

Artikel

Hari Buruh 2026: Di Tengah Ancaman Digitalisasi dan Bayang-Bayang Pelanggaran HAM

Artikel

Polres Pasuruan Bersama Toga Tomas dan Komunitas Gelar Touring Bersholawat Untuk Kamseltibcarlantas

Artikel

Cegah DBD, Kodim 1002/HST Bersihkan Asrama Komplek Beringin

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 19/ Kuwarasan Dampingi Penyaluran BLT DD Bulan Ke-4, 5 dan Ke-6 TA. 2023 Desa Serut