Home / BERITA UTAMA / NEWS / POLRI

Senin, 24 Agustus 2026 - 05:15 WIB

Tim Trauma Healing Polda Jatim Bantu Pulihkan Warga Terdampak Gempa NTT

TARGETNEWS.ID SURABAYA – Polda Jawa Timur menerjunkan Tim Trauma Healing untuk membantu pemulihan psikologis warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus lalu berdampak di sejumlah wilayah, di antaranya Nagekeo, Bajo, Sikka, Ende, Reo, Lambaleda, dan Riung, Sabtu (22/8/2026).

Bagian Psikologi pada Biro SDM Polda Jatim langsung mengerahkan personel untuk memberikan dukungan psikososial kepada masyarakat.

Tim Psikologi Polda Jatim yang dipimpin Iptu Ellan Wahyudi, M.Psi, Psikolog bersama empat personel lainnya akan memberikan pendampingan psikologis, konseling awal, edukasi pengelolaan stres, hingga aktivitas kelompok di lokasi terdampak bencana.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, langkah ini dilakukan untuk membantu warga mengelola kecemasan, ketakutan, hingga trauma setelah bencana.

Baca juga  PT. Pundi Kencana Makmur diduga Menebang Pohon Sembarangan dalam Mengerjakan Pemasangan Box Culvert

Menurut Kombes Pol Abast kehadiran personel Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga membantu warga melewati masa pemulihan pascabencana.

Kombes Pol Abast menegaskan, Polri hadir untuk membantu masyarakat, termasuk dalam menghadapi dampak psikologis setelah bencana.

“Dukungan psikososial ini diharapkan dapat membantu masyarakat kembali merasa aman, mengurangi kecemasan, dan membangun kembali semangat untuk beraktivitas,” kata Kombes Abast.

Sejumlah metode juga diberikan kepada para penyintas, antara lain teknik USEFT, Butterfly Hug, serta terapi bermain.

“Metode tersebut disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang terdampak.Pendekatan dilakukan secara humanis dan disesuaikan dengan kondisi penyinta,” jelas Kombes Abast.

Baca juga  Ini Cara Bripka Andi Sampaikan Isi Maklumat Kapolda Kalteng

Tidak hanya anak-anak, orang tua dan keluarga juga mendapat pendampingan dan diberikan edukasi agar mampu mengenali tanda-tanda stres serta menjadi sumber dukungan bagi anggota keluarga yang masih mengalami tekanan psikologis.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan psikososial yang dikoordinasikan Biro Psikologi SSDM Polri. Dalam pelaksanaannya, turut dilibatkan personel psikologi dari Polda Jateng, Polda Bali, Polda NTB, dan Polda NTT.

“Kami berharap kehadiran tim trauma healing dapat memberikan penguatan bagi masyarakat, bukan hanya membantu mengurangi dampak psikologis akibat gempa, tetapi juga memperkuat solidaritas dan menumbuhkan harapan agar masyarakat bisa bangkit dan menata kembali kehidupannya,” pungkas Kombes Abast.

Share :

Baca Juga

Artikel

Babinsa Dan Bhabinkamtibmas Laksanakan pengamanan Acara Gebyar SMP Tingkat Kabupaten

BERITA UTAMA

Kalapas Bukittinggi Dilaporkan ke Menteri, Kakanwil Kemenkumham Datangi LPRI Sumbar

BERITA UTAMA

Kolaborasi Strategis Polri dan Kemenkeu dalam Persiapan Keberangkatan Penerima Beasiswa LPDP Angkatan ke-280

Artikel

Misteri Kematian Siswa SMK, di Mojokerto Keluarga Minta Eksekusi Ulang

Artikel

Sat Binmas Polres Pulang Pisau sambang dan patroli dialogis sekaligus berikan himbauan Kamtibmas dan tingkatkan keamanan lingkungan sekitar

Artikel

Bati Tuud Dan Babinsa Koramil 19/ Kuwarasan Ikuti Upacara di Kecamatan

Artikel

Prajurit Yonmarhanlan VII Kupang, Sambut Dua Prajurit Baru Satuan

BERITA UTAMA

Berikan Edukasi Larangan Membuka Lahan Dengan Cara Membakar