Home / NEWS / PENDIDIKAN

Rabu, 9 September 2026 - 13:10 WIB

Sebulan di Pesantren, Ning Lia Dengarkan Cerita Mahasiswa Baru

Keterangan Foto:
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama atau Ning Lia, berbincang santai dengan mahasiswa baru Pondok Pesantren Mahasiswa Al Masykuriyah, Wonocolo, Surabaya, sekaligus mendengarkan pengalaman mereka selama sebulan menjalani kehidupan di asrama.

Keterangan Foto: Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama atau Ning Lia, berbincang santai dengan mahasiswa baru Pondok Pesantren Mahasiswa Al Masykuriyah, Wonocolo, Surabaya, sekaligus mendengarkan pengalaman mereka selama sebulan menjalani kehidupan di asrama.

SURABAYA TARGETNEWS.ID — Sebulan menjalani kehidupan di pesantren menjadi pengalaman baru bagi sejumlah mahasiswa yang baru meninggalkan kampung halaman. Beragam cerita tentang adaptasi, pertemanan hingga kehidupan sehari-hari mereka didengarkan langsung Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama atau Ning Lia, saat berkunjung ke Pondok Pesantren Mahasiswa Al Masykuriyah, Wonocolo, Surabaya.

Ning Lia memilih menemui mahasiswa baru dengan suasana santai. Tidak ada kesan pertemuan formal. Ia justru memosisikan diri sebagai kakak yang ingin mengetahui bagaimana pengalaman adik-adiknya menjalani kehidupan di asrama selama kurang lebih satu bulan.

Percakapan berlangsung akrab. Ning Lia menanyakan berbagai hal, mulai dari proses beradaptasi dengan lingkungan baru, kehidupan bersama penghuni asrama, pertemanan, hingga persoalan sederhana seperti berbagi fasilitas dan antre kamar mandi.

Salah satu mahasiswa baru yang bercerita adalah Widya Alfa Rohman, asal Bojonegoro. Ia mengaku mendapat banyak pengalaman sejak tinggal di pesantren dan harus mulai menjalani berbagai aktivitas secara mandiri.

“Pengalaman pertama kali saya berada di asrama ini benar-benar mendapatkan banyak sekali pelajaran dan pengalaman baru. Karena saya juga dari luar Kota Surabaya, memang ada perubahan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Widya.

Baca juga  Diduga Oknum Kades Sebagai Aktor di Balik Penjarahan PT. SRM

Namun, kehidupan mandiri bukan sesuatu yang sepenuhnya baru baginya. Pernah menjalani pendidikan di pesantren membuat Widya terbiasa mengurus kebutuhan pribadi, termasuk mencuci pakaian sendiri.

“Alhamdulillah tidak kesulitan karena sebelumnya saya sudah pernah mondok. Jadi kegiatan seperti mencuci baju sendiri sudah sering saya lakukan,” katanya.

Menurut Widya, tantangan justru muncul dalam komunikasi sehari-hari. Perbedaan kebiasaan bahasa antara Bojonegoro dan Surabaya membuatnya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.

“Mungkin yang sedikit menjadi kesulitan itu bahasa. Ada sedikit perubahan bahasa dari Bojonegoro ke Surabaya,” tuturnya.

Pengalaman serupa disampaikan Fahima Nudinia. Mahasiswa baru tersebut mengaku lingkungan pesantren memberinya kesempatan untuk mengenal banyak teman dari latar belakang berbeda.

“Teman-temannya baik-baik. Interaksi dengan teman juga menyenangkan,” ungkap Fahima.

Fahima juga tidak mengalami kendala berarti dalam menjalani kehidupan di asrama. Pengalaman mondok sebelumnya membuat proses adaptasi berjalan relatif mudah.

Baca juga  Lurah Simomulyo Baru Sampaikan Hak Jawab: Pekerjaan Dakel di Simo Jawar VI Sesuai Permintaan Warga dan Mendapat Apresiasi

Meski demikian, ada satu pengalaman sederhana yang menurutnya cukup terasa, yakni harus berbagi fasilitas dengan penghuni asrama lainnya.

“Kalau kesulitan tidak terlalu, karena dulu pernah mondok juga. Tapi yang paling terasa itu antre, terutama antre kamar mandi,” ujarnya.

Bagi Ning Lia, cerita-cerita tersebut justru penting untuk didengar. Menurutnya, proses pembentukan kemandirian mahasiswa tidak hanya terjadi melalui aktivitas akademik, tetapi juga dari pengalaman sehari-hari ketika mereka hidup bersama orang lain.

Mulai dari mengurus kebutuhan pribadi, mengatur waktu, membangun pertemanan, menyesuaikan komunikasi hingga belajar berbagi fasilitas menjadi bagian dari proses pendewasaan mahasiswa.

Pertemuan itu sekaligus menjadi ruang bagi Ning Lia untuk melihat lebih dekat pengalaman generasi muda yang sedang memasuki fase baru kehidupan.

Sebulan mungkin terbilang singkat. Namun, dari pengalaman mencuci pakaian sendiri hingga belajar bersabar saat mengantre kamar mandi, para mahasiswa baru mulai menemukan pelajaran-pelajaran kecil yang perlahan membentuk kemandirian dan karakter mereka.

(Anil)

Share :

Baca Juga

Artikel

Ketum Bhayangkari Ny. Juliati Sigit Prabowo Lakukan Baksos di Sorong

Artikel

Danrem 031/WB Hadiri Puncak Peringatan HUT Ke-79 Persit Kartika Chandra Kirana

Artikel

DPRD Tanjabbar Gelar Paripurna Keempat Penyampaian Pansus dan Pendapat Akhir Bupati Terhadap Tiga Ranperda

BERITA UTAMA

Pelihara Kedisiplinan dan Cegah Pelanggaran Danyonangmor 2 Marinir Laksanakan Jam Danyon

Artikel

Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah dan Letakkan Batu Pertama Museum Pahlawan Nasional di Nganjuk

BERITA UTAMA

Pantau Pasar dan Distributor, Satgas Pangan Tegaskan Stok Beras Pulang Pisau Aman

Artikel

Danramil Koramil 09/Kutowinangun Jaga Kebugaran Anggota Jaga Kinerja

Artikel

Babinsa Dungun Laut Hadiri Pelepasan Siswa Kelas VI Sekolah Dasar Tahun Ajaran 2024/2025.