Home / HUKUM / NASIONAL

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:08 WIB

Ning Lia Nikmati Karya Seniman Lokal, Ingatkan Pentingnya Merawat Budaya

Ning Lia Nikmati Karya Seniman Lokal, Ingatkan Pentingnya Merawat Budaya

Ning Lia Nikmati Karya Seniman Lokal, Ingatkan Pentingnya Merawat Budaya

TARGETNEWS.ID SURABAYA – Di tengah khidmatnya rapat paripurna istimewa peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, ada ruang lain yang tak kalah menarik untuk disimak, yakni karya-karya seni yang merekam identitas, sejarah, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyempatkan diri mengunjungi pameran seni di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya, Senin (12/10/2026). Kehadirannya menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas seniman lokal yang turut menyemarakkan momentum hari jadi provinsi.

Dengan penuh keakraban, Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama, menyapa salah seorang seniman, Lely, sembari menikmati karya yang dipamerkan.

“Keren banget, terus berkarya ya,” sapa Ning Lia.

Ucapan sederhana itu menjadi bentuk dukungan moral bagi para seniman yang terus merawat kreativitas melalui karya. Sebab, di balik setiap lukisan, ada proses panjang, gagasan, serta keberanian untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.

Tak hanya menikmati lukisan yang mengangkat kekayaan budaya, Ning Lia juga mencermati karya yang menampilkan potret Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, serta pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari.

Kedua tokoh tersebut memiliki jejak penting dalam perjalanan bangsa. Gus Dur dikenal luas melalui gagasan tentang toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, dan kemanusiaan. Sementara itu, KH Hasyim Asy’ari merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam dan perjuangan kebangsaan Indonesia.

Baca juga  Babinsa Koramil 19/ Kuwarasan Hadiri Musdes Penetapan RKPDesa Tahun 2024 Desa Kuwaru

Kehadiran potret kedua tokoh tersebut memperlihatkan bahwa seni tidak hanya berbicara tentang keindahan visual. Seni juga dapat menjadi medium untuk merawat ingatan kolektif, mengenalkan sejarah, dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya.

Bagi Ning Lia, penghargaan terhadap karya seni memiliki keterkaitan dengan cara memandang pembangunan daerah. Kemajuan Jawa Timur, menurutnya, tidak semata-mata diukur melalui pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, maupun capaian angka-angka statistik.

Lebih dari itu, pembangunan juga perlu memberikan ruang bagi kreativitas, menjaga keberagaman budaya, serta memastikan masyarakat memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensinya.

“Pemikiran Gus Dur yang menempatkan kemanusiaan sebagai nilai penting dalam kehidupan berbangsa juga relevan dengan upaya membangun Jawa Timur yang inklusif. Pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan kepedulian terhadap manusia, penghormatan terhadap keberagaman, serta kesempatan yang setara bagi masyarakat untuk mengembangkan potensinya,” kata Senator Jatim tersebut.

Dalam konteks itu, seniman lokal memiliki peran tersendiri dalam kehidupan masyarakat. Melalui karya, mereka tidak hanya menghadirkan keindahan, tetapi juga menyampaikan kritik, merekam perubahan zaman, dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah.

Karena itu, keberadaan ruang pameran dan apresiasi publik menjadi bagian penting dalam mendukung ekosistem seni dan budaya. Terlebih, generasi muda membutuhkan kesempatan untuk berekspresi, bereksperimen, dan memperkenalkan karya mereka kepada khalayak yang lebih luas.

Momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur pun dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk memperkuat kolaborasi berbagai elemen masyarakat. Pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, seniman, dan generasi muda memiliki kontribusi masing-masing dalam membangun daerah.

Baca juga  Sat Samapta Polresta Palangka Raya Sambangi Kantor Bawaslu Kota

Ning Lia memandang Jawa Timur sebagai bangunan politik humanis yang perlu terus diperkuat melalui kolaborasi kepemimpinan, keberlanjutan pembangunan, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.

Dalam pandangan tersebut, pembangunan tidak cukup hanya menghasilkan kemajuan material. Daerah juga perlu menjadi ruang bersama yang menghargai kreativitas, merawat kebudayaan, serta menjunjung martabat setiap warga.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dalam menjawab beragam kebutuhan masyarakat.

“Kita melihat bagaimana pasangan pemimpin di Jawa Timur bekerja secara kolaboratif, inklusif, dan benar-benar menyikapi berbagai persoalan masyarakat secara menyeluruh,” katanya.

Apresiasi terhadap seniman lokal menjadi salah satu pengingat bahwa pembangunan daerah memiliki dimensi yang luas. Selain sektor ekonomi, sosial, keagamaan, pertanian, dan pemberdayaan desa, pengembangan seni dan budaya juga perlu memperoleh perhatian.

Sebab, kemajuan sebuah daerah bukan hanya tercermin dari megahnya bangunan atau tingginya capaian ekonomi, melainkan juga dari seberapa besar ruang yang tersedia bagi warganya untuk berkarya dan dihargai.

Melalui karya seni, identitas Jawa Timur dapat terus dirawat, sejarah dapat diwariskan, dan nilai kemanusiaan dapat disampaikan dengan cara yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

(Anil)

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Dandim 0709/Kebumen Hadiri Kegiatan Apel Bersama Jam Pimpinan TNI-POLRI Jawa Tengah Tahun 2023

BERITA UTAMA

Ini Yang Dilakukan Anggota Satpolairud Ajak Stop Karhutla

BERITA UTAMA

Dankolatmar; Pelatih Handal Harus Kaya Improvisasi dan Inovasi

BERITA UTAMA

Tanamkan Nilai Budaya, Babinsa Koramil 19/ Kuwarasan Dukung Pagelaran Pentas Seni MTs Plus Nururrohmah

BERITA UTAMA

GKS Laporkan Soal DD dan BSPS Desa Larlar Ke Kejari Sampang

BERITA UTAMA

Harlah ke-20 Al-Fatimah, Ning Lia Bikin Suasana Makin Seru

Artikel

PANGLIMA BESAR LPM DATOK ISKANDAR MENGUTUK KERAS AKSI BRUTAL PENGEROYOKAN TERHADAP SIGIT ADITIA HINGGA MENINGGAL DUNIA

BERITA UTAMA

Blue Light Patrol Satsamapta Polresta Palangka Raya Pantau Kondusifitas