Home / BERITA UTAMA / DAERAH

Rabu, 7 Juni 2023 - 19:53 WIB

Kejari Surabaya Sudah Melakukan Penghentian 42 Perkara Pidana Umum Melalui Restorative Justice 

Surabaya, Kejari Surabaya kembali memberlakukan Restorative Justice 9 perkara pidana umum yang telah dilakukan penyerahan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) pada Rabu, (7/6/2023).

Berlokasi di Omah Rembug Adhyaksa Kelurahan Lontar Kecamatan Sambikerep Kota Surabaya SKPP tersebut diserahkan.

Sembilan perkara ini lima diantaranya kasus pencurian atas nama tersangka Mohammad Irsyad, Marsono, Syahfril Firmansyah, Agus
Wahyudi, Rafi Herdianto, 2 perkara penganiayaan atas nama tersangka Alfeus Danu Yunadi, Arsi Luni Ibnu, 1 (satu) perkara Kekerasan Dalam rumah Tangga (KDRT) atas nama tersangka Bambang Krismanto dan 1 (satu) perkara kecelakaan lalu lintas atas nama Filla Deonnava Arieantho.

Sebelum dilakukan penyerahan SKPP ini, Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Surabaya selaku fasilitator telah melaksanakan musyawarah/mediasi dengan melibatkan tersangka beserta keluarganya, korban beserta keluarganya dan perwakilan tokoh masyarakat.

Baca juga  Dandim 0709/Kebumen Hadiri Kegiatan Rapat Persiapan HUT RI ke - 78 dan Hari Jadi Kebumen ke -394 Tahun 2023.

Dari hasil musyawarah/mediasi tersebut, korban akhirnya bersedia memaafkan perbuatan tersangka, sepakat untuk
melakukan perdamaian serta bersedia penuntutannya dihentikan berdasarkan keadilan restoratif.

“Keadilan restoratif ini menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan keseimbangan perlindungan dan kepentingan baik korban maupun pelaku tindak pidana, yang tidak berorientasi pada pembalasan (punitif) serta merupakn sebuah mekanisme yang harus dibangun dalam pelaksanaan kewenangan penuntutan dan pembaharuan sistem peradilan pidana. Dalam pelaksanaan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restorative, Kejaksaan Republik Indonesia sebagai lembaga pemerintahan yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan harus mampu mewujudkan adanya kepastian hukum, ketertiban hukum, keadilan dan
kemanfaatan dengan menggali nilai-nilai kemanusiaan, hukum, serta keadilan yang hidup dalam masyarakat,” kata Kasi Pidum Kejari Surbaya Ali Prakosa.

Baca juga  Aceng Syamsul Hadie (ASH): Ngeri! Buku Islam Ala Prabowo Dipersoalkan, Nama Ulama Diduga Dicatut—Siapa Bertanggung Jawab?

Sejak bulan Januari 2023 sampai tanggal 7 Juni 2023, Kejaksaan Negeri Surabaya telah melaksanakan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif sebanyak 42 (empat puluh dua) perkara pidana umum, dan pada minggu
ini telah melakukan upaya damai (mediasi) sebanyak 3 (tiga) perkara yang rencananya minggu depan akan dilaksanakan ekpose ke Pimpinan.

“Penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif ini, hanya berlaku satu kali saja dan untuk pengulangan tindak pidana atau pelaku yang sudah pernah dihukum tidak dapat dihentikan perkaranya dengan mekanisme RJ. Diharapkan dengan dihentikannya perkara pidana melalui RJ ini, tersangka dapat bertaubat dan dapat menjalani kehidupan bermasyarakat tanpa adanya label/stigmatisasi sebagai ‘terpidana’,” tandas Ali.(Nur).

Share :

Baca Juga

Artikel

Dandim 1208/Sambas Pimpin Upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat Anggota

Artikel

Surabaya Bergejolak: Aksi Mahasiswa Menolak UU TNI di Depan Grahadi

Artikel

Penanaman 15 Ribu Bibit Pohon di Kawasan Resapan Air Desa Sumbaga

Artikel

Satlantas polres sampang mengelar operasi gabungan pemeriksaan kendaraan bermotor

Artikel

Himbauan Kamseltibcarlantas Melalui Giat Penling Satlantas Polres Pulang Pisau

DAERAH

PATROLI DIALOGIS KE SPBU Personel Sat Binmas ( Satuan Pembinaan Masyarakat ) Polres Pulang Pisau Polda Kalimantan Tengah SAMPAIKAN PESAN KAMTIBMAS

Artikel

Satlantas Polres Pulang Pisau Sosialisasi Larangan Pakai Knalpot Brong

Artikel

DANREM 121/ABW PIMPIN SERAH TERIMA JABATAN DANDIM 1201/MPH JAJARAN KOREM 121/ABW