Home / Uncategorized

Minggu, 1 Oktober 2023 - 21:21 WIB

Lagi, Kasus Penganiayaan Siswa di Gresik Jalan di Tempat

 

Surabaya – Belum tuntas persoalan murid SD di Gresik, Jawa Timur, SAH (8), yang diduga dicolok tusuk bakso oleh seniornya, Polres Gresik Polda Jatim tampaknya masih memiliki PR (Pekerjaan Rumah) yang belum terselesaikan. Tak jauh beda dengan kasus SAH, seorang siswa SMK di kota yang ber jargon Kota Berhias Iman itu, menjadi korban penganiayaan yang diduga kuat dilakukan oleh segerombolan remaja.

Kasus penganiayaan terhadap siswa SMK tersebut, tertuang dalam STTLP (Surat Tanda Terima Laporan Polisi) Nomor : STTLP/B/365/IX/2023/SPKT/POLRES GRESIK/POLDA JAWA TIMUR. Tertulis dalam laporan itu, korban berinisial BAP (16), warga Tambak Wedi, Kenjeran, Surabaya. Atas peristiwa ini, Supriyaningsih (43), ibu BAP melaporkan ALF yang tak lain teman sekolah BAP. ALF dicurigai sebagai kunci awal penganiayaan yang dialami BAP.

Dodik Firmansyah, penasehat hukum Supriyaningsih dan anaknya mengatakan, aksi penganiayaan yang dialami BAP sebenarnya sudah cukup lama terjadi, yakni pada hari Rabu, tanggal 6 September 2023 sekitar pukul 17.30 WIB. Namun kasus ini terkesan sengaja dingambangkan, mengingat Polres Gresik cukup lambat dalam menanganinya. Terlebih, terlapor merupakan siswa yang satu sekolah dengan BAP.

Baca juga  Bati Tuud Koramil 09/ Kutowinagun Hadir Dalam Acara Musdes Mrinen

“Harusnya ini sangat mudah untuk kepolisian mengungkap kasus penganiayaan ini, karena terlapor adalah siswa yang satu sekolah dengan korban. Jadi kesannya kasus ini seperti sengaja dingambangkan begitu ya. Nah, makanya atas tuntutan pihak keluarga kasus akan kembali kami up supaya tidak terjadi lagi tindakan yang sama,” kata Firman, Minggu, (01/10/2023).

Di satu sisi, Supriyaningsih menyayangkan sikap sekolah tempat BAP menimba ilmu yang terkesan menutup-nutupi kasus penganiayaan yang dialami anaknya. Menurutnya, ia sudah berulang kali meminta pihak sekolah agar menyerahkan terlapor ke pihak kepolisian agar pelaku utama penganiayaan terhadap anaknya segera tertangkap. Supriyaningsih bahkan menyesalkan sikap kepala sekolah yang hanya berupaya mendamaikan terlapor dengannya.

Baca juga  Wakapolres Pamekasan Pimpin Upacara Peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026

“Saya sebagai orang tua tidak terima begitu saja, siapa yang mau anaknya dipukulin, siapa juga yang anaknya dipukulin diem aja? Saya tetep gak terima, kan begitu. Terus saya harap ini pihak untuk menindaklanjuti kejadian ini agar pelaku-pelakunya diusut semua, ketemu semua,” harap Supriyaningsih.

Untuk diketahui, aaksi pengeroyokan yang dialami BAP berawal dari ketika ia sedang berada di rumah, bercerita kepada ibunya, bahwa ketika selesai sekolah pada hari Rabu, 06 September 2023 sekitar pukul 17.30 WIB, saat hendak pulang, BAP dipaksa untuk datang ke Perum Ganara City di Driyorejo, Gresik. Setibanya di lokasi yang ditentukan, BAP dikeroyok oleh beberapa orang yang salah satunya dikenal oleh BAP, yakni ALF yang tak lain teman sekelas BAP. Atas kejadian tersebut orang tua BAP melapor ke Polres Gresik yang selanjutnya dilakukan visum. (*)

Share :

Baca Juga

Artikel

Dalam Rangka meningkatkan minat dan menanamkan budaya baca

Artikel

Polsek Kahayan Tengah Tunjukkan Komitmen Ketahanan Pangan Lewat Panen Jagung Pipil di Bukit Rawi

Uncategorized

Kembali Personel Polsek Maliku Sosialisasikan Kartu Dumas Presisi Bhabinmamtibmas

BERITA UTAMA

Personel Polsek Kahayan Kuala melaksanakan kegiatan monitoring & obsevasi debit air Sei Kahayan wilayah Kecamatan Kahayan Kuala

Uncategorized

Menggunakan Spanduk Tentang Larangan Karhutla Upaya Cegah Karhutla Oleh Personil Polsek Maliku

Artikel

Sinergitas TNI-Polri Dan Pemkab Sampang Hadapi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025

Uncategorized

Ketua PWNU Riau dan jajaran lakukan buka puasa bersama serta Yasinan, Tahtim, Tahlil dan Doa untuk Kapolda Riau

Artikel

Wakapolri Pimpin Apel Pemberangkatan Personel ke Wilayah Bencana Sumatera, Perkuat Penanganan Pascabencana