KASUS DUGAAN KORUPSI KADES LORONG SAMBAS SUDAH MASUK TAHAP PEMBERKASAN, AWAL MARET DISIDANGKAN

Sambas, Kasus dugaan korupsi yang menetapkan Kepala Desa Lorong, Kab Sambas, Kalbar, berinisial IA sebagai tersangka sudah masuk pada tahap pemberkasan. Selanjutkan diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Pontianak mendatang.

Hal ini diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Sambas Kalimantan Barat Agita Tri Moertjahjanto menjawab pertanyaan awak media , Rabu (08/02/2023) dikantor Kejari Sambas.

“Diperkirakan jadwal persidangan kasus dugaan korupsi ini akan berlangsung pada awal Maret. Kita tunggu saja perkembangannya”, jelas Agita.

Seperti diketahui Kejaksaan Negeri (Kejari) Sambas resmi menetapkan Kepala Desa Lorong, berinisial IA sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi. IA diduga melakukan penyimpangan pengelolaan keuangan APB Desa Kabupaten Sambas Tahun anggaran 2020 senilai Rp 295 Juta.

Baca juga  Babinsa Koramil 22/Ayah Hadiri Undangan Musdes Bahas APBDes Desa Ayah

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sambas Agita Tri Moertjahjanto membenarkan terkait penahanan Kepala Desa Lorong, IA.

Tersangka IA ditetapkan karena dugaan kasus penyimpangan pada pengelolaan keuangan APB Desa Kabupaten Sambas Tahun anggaran 2020.

“IA ditetapkan sebagai tersangka tindakan pidana korupsi pada perkara dugaan penyimpangan pada pengelolaan keuangan APB Desa Lorong Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas Tahun Anggaran 2020,” ujar Kajari.

Agita menerangkan lebih lanjut, IA disangkakan Pasal 2 ayat b (1) Jo pasal 3 Jo Pasal 18 Undang Undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. Dia mengungkapkan bahwa IA sudah diperiksa Kejaksaan Negeri Sambas dan sudah menemukan hasil dari auditor terkait kerugian negara.

Baca juga  Bhabinkamtibamas Polsek Maliku Sampaikan Kepada Warga Masyarakat Waspada TPPO.

“Perhitungan kerugian negara sudah keluar sementara sudah ada hasil kerugian negara yang dikeluarkan dari auditor senilai kurang lebih Rp 296.000.000, namun masih melakukan penyidikan guna mencari potensi kerugian negara yang lebih besar,” ungkapnya.

Agita mengungkapkan pihak juga mengejar dugaan korupsi pada tahun 2021. Kerugian negara juga cukup besar, sampai ratusan juta juga.

Share :

Baca Juga

Artikel

Gelar Perkara Kasus Pemalsuan Dokumen IUP di Sulteng, Pelapor Minta Kepastian Hukum

BERITA UTAMA

Polres Probolinggo Berhasil Melakukan Mediasi Penyegelan SDN Kalirejo 2 Dringu

Uncategorized

Cegah Kebakaran Hutan dan lahan, ini yang di lakukan Bhabinkamtibmas

Uncategorized

Bhabinkamtibmas mensosialisasikan Karthutla ke warga

Artikel

Polsek Ketapang Pelaku Berhasil di Amankan Seorang Yang Diduga Penistaan Agama di Medsos

Uncategorized

Bhabinkamtibmas Sosialisasi Karhutla dan Berikan Himbauan Ke Warga

BERITA UTAMA

Lindungi Padi Dari Serangan Hama Burung, Babinsa Ngembul Bantu Petani Pasang Jaring

Uncategorized

Polsek Kahayan Kuala lakukan sosialisasi kepada warga terkait telah di bentuknya Tim Satgas Saber Pungli di Wilkum Polres Pulang Pisau.