Pontianak-TargetNews.id 29 April 2025
Kisruh memalukan yang terjadi di Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BP2TD) Kabupaten Mempawah akhirnya meledak ke publik. Komunitas Lawyer Muda Kalimantan Barat (Kalbar) tanpa basa-basi menyebut kekacauan ini sebagai bukti nyata kegagalan total dalam tata kelola, serta bobroknya sistem pengawasan di tubuh lembaga tersebut.
“Apa yang terjadi di BP2TD Mempawah ini bukan sekadar masalah biasa. Ini cermin dari manajemen yang amburadul, tidak profesional, dan jauh dari prinsip transparansi serta akuntabilitas!” tegas juru bicara Lawyer Muda Kalbar dalam pernyataan tajam mereka kepada media.
Lawyer Muda Kalbar menyoroti bahwa seharusnya BP2TD menjadi tempat lahirnya SDM transportasi yang profesional dan berintegritas — bukan malah menjadi sarang kisruh yang mempermalukan institusi pemerintah di mata publik.
“Kalau lembaga pendidikan saja sudah carut-marut begini, jangan berharap kita bisa menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas! Ini tamparan keras, bukan hanya untuk BP2TD, tapi juga untuk pemerintah pusat dan daerah. Sudah saatnya buka mata, jangan terus-terusan tidur dalam kebobrokan!” sambung mereka dengan nada berapi-api.
Mereka juga menuntut adanya investigasi mendalam terhadap seluruh unsur di BP2TD, mulai dari pucuk pimpinan hingga pengelolaan anggaran.
“Kami mendesak BPK, Kementerian Perhubungan, bahkan Aparat Penegak Hukum untuk segera turun tangan! Jangan cuma duduk di belakang meja. Bongkar semua! Jangan ada istilah pilih kasih dalam menegakkan hukum!” pekik Lawyer Muda Kalbar.
Tak hanya berhenti di situ, Lawyer Muda Kalbar menuntut reformasi total di tubuh BP2TD Mempawah. Menurut mereka, seleksi pimpinan harus diperketat dan evaluasi sistem harus dilakukan berkala untuk menutup setiap celah permainan kotor.
“Kalau mau BP2TD tetap eksis dan dihormati, bersihkan sekarang juga! Pecat semua oknum yang terlibat. Jangan tunggu hancur baru sibuk beralasan!” tegas Lawyer Muda Kalbar menutup pernyataan kerasnya.
Kini, kisruh di BP2TD Mempawah menjadi perhatian luas masyarakat Kalbar. Mereka menanti bukti nyata bahwa aparat penegak hukum masih punya nyali dan integritas untuk membongkar hingga ke akar-akar kebusukan, sebelum kepercayaan publik ambruk total.(RENI)










