TargetNews.ID Surabaya, Polkam Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menggelar Forum Koordinasi dan Sinkronisasi (FKS) bertema “Meneguhkan Pancasila, Mempersatukan Indonesia: Sinergi Lintas Sektor dalam Internalisasi Ideologi Pancasila pada Lingkungan Penyelenggaraan Negara Guna Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa”, Surabaya, Kamis (11/9/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi, sinergi, serta harmonisasi program antar kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Selain itu, FKS juga menjadi sarana pemantauan dan evaluasi implementasi internalisasi ideologi Pancasila agar selaras dengan perencanaan pembangunan nasional.
Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, dalam sambutan pembukaan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat Pancasila di tengah berbagai tantangan kebangsaan.
“Kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah adalah kunci keberhasilan program ini. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi fondasi yang kokoh untuk memperkuat persatuan, mendukung kohesi sosial, serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang harmonis, inklusif, dan berkeadaban tinggi,” ujar Purwito.
FKS dihadiri sekitar 300 peserta, termasuk pejabat pusat dan daerah, unsur TNI/Polri, organisasi kemasyarakatan, forum kebangsaan, akademisi, serta media. Sejumlah narasumber hadir, antara lain Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan Muhammad Isra Ramli; dosen FISIP Universitas Airlangga, Dr. Suko Widodo; Direktur Jaringan dan Pembudayaan BPIP, Toto Purbiyanto; serta Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Timur, Eddy Supriyanto.
Dalam paparannya, Isra Ramli menekankan bahwa persatuan Indonesia adalah syarat mutlak kemajuan bangsa Indonesia. Ia juga menyinggung Asta Cita sebagai pilar kebijakan menuju Indonesia Emas 2045, mencakup pembangunan SDM, ekonomi rakyat, kesehatan, pendidikan, hingga perumahan.
Kepala Bakesbangpol Jawa Timur memaparkan berbagai tantangan dalam pembangunan daerah dan meyakini bahwa Pancasila adalah jawaban bagi tantangan tersebut, salah satunya melalui implementasi nyata slogan nawa bhakti satya. Sementara itu, Toto Purbiyanto menegaskan bahwa pembinaan ideologi Pancasila merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, bukan hanya BPIP.
Sebagai penutup, Suko Widodo menambahkan, di era saat ini, Pancasila adalah jawaban atas kisis etika dalam penyelenggaraan negara. Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi pijakan etika dalam membangun pemerintahan yang berintegritas.
Melalui forum ini, Kemenko Polkam berharap internalisasi nilai-nilai Pancasila dapat semakin membumi, menjadi fondasi persatuan bangsa, memperkuat kohesi sosial, dan meneguhkan Indonesia menuju negara yang bersatu, maju, inklusif, dan berintegritas pada 2045.
Bib










