Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag / Uncategorized

Jumat, 12 Desember 2025 - 16:56 WIB

Menko Zulhas Janji Perbaiki Saluran Irigasi Bendung Cipero

TargetNews.id/Foto/Menteri Koordinasi (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) berjanji perbaiki infrastruktur saluran irigasi untuk mendukung kelancaran distribusi air dari Bendung Cipero ke lahan pertanian di wilayah Kecamatan Warureja.

TargetNews.id/Foto/Menteri Koordinasi (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) berjanji perbaiki infrastruktur saluran irigasi untuk mendukung kelancaran distribusi air dari Bendung Cipero ke lahan pertanian di wilayah Kecamatan Warureja.

Warureja, TargetNews.id –Menteri Koordinasi (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) berjanji perbaiki infrastruktur saluran irigasi untuk mendukung kelancaran distribusi air dari Bendung Cipero ke lahan pertanian di wilayah Kecamatan Warureja.

Hal ini ia sampaikan saat merespon usulan Masroni, Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) yang meminta Pemerintah segera merehabilitasi Bendung Cipero dalam sesi dialog dengan petani di acara Panen Raya Padi di Desa Kedungjati, Kecamatan Warureja, Selasa (09/12/2025).

Zulhas menjelaskan pembangunan saluran irigasi menjadi prioritas Pemerintah hingga tahun 2026. Sedangkan pembangunan bendungan berskala besar akan diprioritaskan pada periode selanjutnya.

Bapak dan ibu sekalian, kegiatan Panen Raya yang kita saksikan hari ini adalah bukti nyata dari sinergi yang luar biasa. Ini bukan hanya kerja pemerintah pusat, tapi juga dukungan pemerintah daerah dan yang paling utama, kerja keras bapak ibu petani,” katanya.

Menurutnya, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dengan nol impor pada tahun 2025, setelah pada tahun sebelumnya masih mengimpor sekitar 4,5 juta ton. Produksi nasional meningkat menjadi sekitar 34,7 juta ton dengan surplus mencapai 4,7 juta ton. Sementara nilai tukar petani atau NTP juga naik dari 116 menjadi 124.

Menko Zulhas juga menekankan pentingnya rotasi tanaman untuk memutus siklus hama. Ia tidak menganjurkan pola tanam padi tiga kali berturut-turut karena dapat menyebabkan ledakan hama dan mendorong petani menerapkan pola tanam padi dengan tanaman sela seperti jagung.

Baca juga  Siaga Bencana Karhutla Kegiatan, Pengecekan Kondisi Sekat Kanal rutin dilaksanakan di Wilkum Polsek Maliku

Sedangkan stok pupuk nasional saat ini dalam kondisi aman, dengan sisa cadangan sekitar 1,5 juta ton yang disiapkan untuk kebutuhan tanam awal tahun 2026. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang menghambat distribusi pupuk bersubsidi kepada petani.

Tak hanya berbicara soal pangan, Zulhas juga mengatakan turut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa warga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia memastikan seluruh korban bencana mendapat perhatian penuh dari Pemerintah, termasuk penghapusan utang mereka yang terdampak dan pembangunan kembali rumah-rumah warga yang rusak.

Acara Panen Raya Padi di areal lahan pertanian seluas 75 hektare ini diinisiasi oleh organisasi tarekat Jam’iyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah Ahlussunnah Wal Jamaah (Jatma Aswaja) pimpinan Muhammad Lutfi bin Yahya.

Muhamad Zaenudin, salah satu petani anggota Jatma Aswaja asal Kedungjati menyampaikan jika total luas lahan pertanian binaan Jatma Aswaja di wilayahnya mencapai 150 hektare, di mana pada tahap awal ini akan dipanen padi di lahan pertanian seluas 10 hektare yang akan dilakukan secara bertahap hingga pertengahan Desember 2025.

Baca juga  Polsek Sebangau Kuala Laksanakan Sosialisasi stop judi online.

Menanggapi usulan Zulhas, pihaknya akan diterapkan pola tanam padi dua kali dengan satu kali tanaman sela berupa jagung untuk memutus siklus hama dan mengoptimalkan produktivitas pertanian.

Selama ini, lahan biasanya hanya ditanami sampai musim tanam kedua. Ke depan akan kita optimalkan dengan tambahan musim tanam ketiga agar lebih produktif,” ujar petani yang juga menjabat anggota DPRD Kabupaten Tegal dari fraksi PPP ini.

Sebelumnya, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyampaikan pihaknya siap mendukung program ketahanan pangan nasional menuju swasembada beras.

Ia menyebut kelompok tani binaan Jatma Aswaja di Warureja bisa menjadi contoh pengembangan pertanian di Kabupaten Tegal. Selain pertanian, potensi perikanan dan kelautan dengan garis pantai sepanjang 34 kilometer juga perlu didorong untuk mendukung sektor ketahanan pangan.

Ia meminta dukungan pemerintah pusat agar sektor pertanian dan perikanan, termasuk pengembangan kampung nelayan lebih mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

Turut hadir pada kesempatan ini, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat, Ketua IV Pengurus Besar Jatma Aswaja Letjen TNI (Purn) Suhartono dan Sekretaris Jenderal Jatma Aswaja KH Ahmad Helmy Faishal Zaini, unsur Forkopimda Kabupaten Tegal.(Fauzi/Hms)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Giat KRYD Guna Cipkon Aman dan Kondusif di Wilayah Kecamatan Sebangau Kuala.

BERITA UTAMA

Bhabinkamtibmas Polsek Maliku Melaksanakan Kegiatan Sosialisasi Larangan Karhutla

Uncategorized

Sampaikan Pesan Kamtibmas Oleh personil Polsek Maliku Kepada Warga

Artikel

Lelah Terbayar Tuntas Dikmata TNI AL Angkatan 43 Gelombang 1 Lulus Dari Puslatdiksarmil

Uncategorized

Sambut Akhir Pekan, Kasatsamapta Pimpin Apel Pagi di Mapolresta Palangka Raya

Artikel

Lapas Kelas II A Pontianak Gelar Pemotongan Hewan Qurban 5 Sapi dan 14 Kambing

Artikel

Dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun Korps Marinir Ke-79 Komandan Lanmar Sorong beserta Ketua Cabang 8 PG Kormar Turut Hadir dan mengikuti Ziarah Ke Taman Makam Pahlawan Tri Jaya Sakti

Artikel

Polsek Sebangau Kuala Laksanakan Sosialisasi Karhutla