TargetNews.ID, Kota Batu – Dinas Kesehatan Kota Batu bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Malang, dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) menggelar Sosialisasi Strategi Optimalisasi Kepesertaan Aktif JKN Kota Batu bertempat di Graha Pancasila Balaikota Among Tani Jln.Panglima Sudirman No.507 Kelurahan Sisir Kota Batu, pada, Jumat (13/3/26) siang.
Kegiatan sosialisasi JKN dihadiri langsung oleh Walikota Batu, Nurochman,SH.MH. Wakil Walikota Heli Suyanto,SH.MH, PJ Sekda Drs, Eko Suharsono, para kepala OPD di lingkungan Pemkot Batu, Camat, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Kepala BPJS Kesehatan, dan awak media.
“Pemkot Batu telah menghadirkan tenaga kesehatan di setiap sudut desa dan kelurahan di wilayah Kota Batu. Hal itu dimaksudkan agar akses layanan yang cepat dan lebih dekat, serta penanganan medis yang lebih professional terhadap kebutuhan warga,”kata Walikota Nurochman.
Disebutkan lagi, saat ini sudah ada delapan belas dokter yang tersebar di desa dan kelurahan di Kota Batu. Berarti masih kurang enam dokter lagi. Tujuannya agar ada pemerataan aksis kesehatan dalam pelayanan kesehatan bisa merata dan adil.
Disisi lain Walikota Batu Nurochman menyebutkan, tujuan adanya Puskesmas tersebar di tiga kecamatan, agar bisa memberikan pelayanan langsung tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara cepat.
“Disinggung pula petugas klinik atau rumah sakit bisa melakukan layanan home care, terutama mengunjungi kelompok rentan, khususnya lansia dan penyandang disabilitas,”ujarnya.
Ditambahkan, pihaknya saat ini telah mengubah cara pandang penanganan kesehatan dari reaktif,preventif menjadi ekosistem proaktif. Jika paradigma lama fokus layanannya bersifat kuratif atau menunggu sakit baru bertindak. paradigma baru bersifat preventif atau pencegahan sejak dini. Saat ini ada ekosistem bersiaga 24 jam dengan puskesman sentral.
Kepala Dinas Kesehatan Batu, Dr. Aditya Prasaja, S.STP., M.AP, mengatakan, dia membedah profil kepesertaan BPJS di Kota Batu. Menurutnya, untuk PBI JK atau peserta yang didaftarkan dan dibayarkan oleh pemerintah sebanyak 26.991 jiwa.
” Ia juga menyebut, bahwa peserta Universal Health Coverage (UHC) di Kota Batu sebanyak 99 persen dengan peserta aktif 80.46 persen. Berdasarkan data BPJS, kepesertaan PBI JK aktif di Kota Batu sebanyak 26.991 jiwa (jumlah desil 1-5 sebanyak 25.670 jiwa dan jumlah desil 6-10 sebanyak 1.321 jiwa),”papar Aditya.
Sedangkan PBPU BP Pemda atau peserta BPJS yang didaftarkan atau dibayarkan oleh APBD, yang aktif sebanyak 86.406 jiwa (jumlah desil 1-5 sebanyak 27.924 jiwa dan desil 6-10 53.691 jiwa). Sementara itu, PPU atau peserta yang didaftarkan dan dibatarkan oleh negara atau swasta yakni untuk PPU BU aktif 26.549 jiwa, PPU PN aktif 17.568 jiwa.
Kesempatan itu, Erra Widayati, Kepala BPJS Kesehatan Kota Batu mengungkapkan, capaian peserta JKN di Kota Batu yakni untuk UHC jumlah peserta aktifnya sebesar 80,72 persen.
“Sedangkan penerimaan program JKN tahun 2025 yakni untuk sumber pendapatan pemerintah pusat sebesar Rp 15,7 miliar, sumber penerimaan pemerintah daerah sebesar Rp 57,4 miliar, dan untuk sumber pendapatan non pemerintah sebanyak 34,6 miliar,”terang Era Widayati.
Erra juga menyebut jika realisasi biaya pelayanan kesehatan di Kota Batu tahun 2025 tercatat sebesar Rp 267,5 miliar dengan rata-rata perbulan mencapai Rp 22,2 miliar.
“Kasus dan biaya katastrofik selama 2025, terbanyak untuk biaya penyakit jantung yang mencapai 56,1 kasus dengan total anggaran yang dikeluarkan mencapai 45,5 miliar,”jelasnya.
Urutan nomor 2 yakni penyakit stroke dengan 10,7 kasus dengan biaya 12,8 miliar. Selanjutnya secara berturut-turut yakni penyakit kanker, gagal ginjal, dan leukemia dengan total kasus 77,1 kasus dengan biaya 73,4 miliar. (Wan)
Penulis : Wanto










