Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / KESEHATAN / NEWS / Tag

Senin, 30 Maret 2026 - 19:32 WIB

Kolaborasi PSEL Jatim, Senator Lia Istifhama: Terobosan Gubernur Khofifah jadi Solusi Lingkungan dan Energi

SURABAYA – Langkah progresif Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam menginisiasi kerja sama Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) mendapat dukungan luas. Salah satunya datang dari Anggota DPD RI Lia Istifhama, yang menilai kebijakan ini sebagai terobosan strategis dalam menjawab persoalan lingkungan sekaligus ketahanan energi.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) PSEL yang melibatkan tujuh kepala daerah di kawasan Surabaya Raya dan Malang Raya ini berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (28/3) malam, dan turut disaksikan Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq.

Menurut Lia Istifhama, kolaborasi lintas daerah yang digagas Pemprov Jatim menunjukkan kepemimpinan yang adaptif dan visioner di tengah tantangan pengelolaan sampah perkotaan yang semakin kompleks.

“Ini bukan sekadar program lingkungan, tetapi sebuah lompatan besar menuju masa depan energi berkelanjutan. Ibu Khofifah berhasil mengubah cara pandang kita, bahwa sampah bukan lagi beban, melainkan potensi energi yang sangat bernilai,” ujar Lia.

Baca juga  Dengan Rutin Sambang, Bhabinkamtibmas Food Estate Sampaikan Pesan Kamtibmas

Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif antar daerah menjadi kunci keberhasilan implementasi PSEL, terlebih dengan adanya ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025 yang mensyaratkan minimal 1.000 ton sampah per hari sebagai bahan baku operasional.

“Sinergi Surabaya Raya dan Malang Raya ini sangat tepat. Dengan kekuatan bersama, keterbatasan masing-masing daerah justru bisa diubah menjadi keunggulan kolektif,” tegasnya.

Diketahui, kawasan Surabaya Raya memiliki total pasokan sampah sekitar 1.100 ton per hari, yang berasal dari Kota Surabaya (600 ton), Kabupaten Gresik (250 ton), Kabupaten Sidoarjo (150 ton), dan Kabupaten Lamongan (100 ton). Lokasi pembangunan PSEL direncanakan berada di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya.

Sementara itu, kawasan Malang Raya mencatatkan total pasokan sekitar 1.138,9 ton per hari, terdiri dari Kabupaten Malang (600 ton), Kota Malang (500 ton), dan Kota Batu (38,09 ton). Proyek PSEL akan dibangun di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Baca juga  Aipda Sigit Dwi Susanto Ajak Personel Reserse Perkuat Soliditas, Sinergi Jadi Kekuatan Hadapi Kejahatan Lintas Wilayah

Ning Lia menilai, keberhasilan Jawa Timur dalam pengelolaan sampah selama ini menjadi fondasi kuat bagi implementasi program tersebut. Ia merujuk pada capaian pengelolaan sampah Jawa Timur yang mencapai 52,7 persen—tertinggi secara nasional dan jauh melampaui rata-rata nasional sebesar 24,95 persen.

“Capaian ini menunjukkan bahwa Jawa Timur sudah berada di jalur yang tepat. PSEL akan semakin memperkuat posisi Jatim sebagai role model nasional dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Lia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memastikan tata kelola program berjalan akuntabel, transparan, dan sesuai regulasi. Ia optimistis, dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, program ini akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Yang dilakukan Ibu Khofifah ini bukan hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga menyiapkan masa depan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

ANIL

Share :

Baca Juga

Artikel

Polisi Baik Hati Ajak Ratusan Warga Trenggalek dan Tukang Becak Sarapan Bareng

BERITA UTAMA

Polsek Kahayan Kuala melaksanakan giat Binluh himbauan tentang larangan Narkoba di wilayah kecamatan Kahayan Kuala.

BERITA UTAMA

Sampaikan Imbauan Kamtibmas Kepada Masyarakat oleh Personel Polsek Maliku

Artikel

Truk Overload Dicegat, Sopir Diberi Teguran

BERITA UTAMA

Pererat Silaturahmi Babinsa Koramil 19/ Kuwarasan Kunjungi Warga Binaan Pembuat Keripik Singkong

Artikel

Program Bajaka Presisi Polres Pulang Pisau tidak hanya sasar anak anak

Artikel

JPU I Gede Krisna Wahyu Wijaya Menuntut Judol 10 Bulan Penjara, Agenda Tuntutan Sempat Tertunda 5 Kali Persidangan ???

Artikel

Menghilang Sejak Enam Hari, Warga Desa Oro Oro Ombo Belum Bisa Ditemukan