Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KESEHATAN / NEWS / Tag

Senin, 20 April 2026 - 20:27 WIB

Ahli Waris Kecewa!!!, Gus Fuad Badas Angkat Bicara Biaya Sewa dan Proses “Dapur SPPG Berdiri Yang Bermasalah”

KEDIRI – Keberadaan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Badan Gizi Nasional yang berlokasi di Dusun Tegalrejo, RT 002 RW 003, Desa Badas, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dengan nomor registrasi QU6E9BXD, kini menuai masalah.

 

Kasus ini bermula dari keluhan salah satu ahli waris yang merasa dirugikan terkait status sewa lahan tempat dapur tersebut berdiri. Menurut informasi, pihak ahli waris merasa sangat kecewa karena besaran biaya sewa yang diterima dinilai tidak sesuai, serta merasa tidak pernah dilibatkan atau diajak berunding oleh pihak pengelola lokasi, yaitu Yayasan Padamu Negeri Berbakti, selaku penyewa lahan.

 

Merespons persoalan tersebut, tokoh masyarakat setempat, Gus Fuad Badas, angkat bicara. Ia menilai bahwa kondisi ini perlu segera dicarikan solusi yang bijak dan beradab.

 

“Kami melihat ada ketidakpuasan dari pihak ahli waris terkait biaya sewa dan proses yang berjalan. Mereka merasa tidak dilibatkan dengan baik,” ujar Gus Fuad.

Baca juga  Personel Polsek Kahayan Kuala sambangi warga dan Memberikan himbauan Tentang Larangan Membakar hutan dan lahan

 

Oleh karena itu, Gus Fuad Badas menyampaikan harapannya agar operasional dapur tersebut ditutup sementara waktu terlebih dahulu.

 

“Sebelum masalah ini berlarut-larut, sebaiknya dapur SPPG ini ditutup dulu. Semua pihak harus duduk bersama, bermusyawarah, hingga mencapai kesepakatan atau mufakat yang baik dan adil bagi semua pihak,” tegasnya.

 

IPAL Diduga Tak Layak, Limbah Diduga Langsung Dibuang ke Kali. Saat tim media bersama perwakilan dari Yayasan Jiwa’ Pelopor Reclasseering Suhada Abadi (YJPRSA) Lembaga Reclasseering Indonesia (LRI) melakukan pengecekan langsung di lokasi, ditemukan sejumlah kejanggalan terkait fasilitas pengolahan limbah.

 

Berdasarkan hasil pantauan, bangunan yang diduga berfungsi sebagai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terlihat hanya berupa struktur beton kosong. Di dalamnya terdapat saluran pipa yang ketika ditelusuri lebih lanjut, diduga kuat mengalirkan air limbah langsung ke sungai atau kali yang berada tepat di sebelah lokasi dapur tersebut.

Baca juga  Cegah Narkoba Dan Ancaman Digital, TMMD Ke 127 Hadirkan Penyuluhan Bagi Warga Desa Krisik

 

Menurut keterangan yang diperoleh Dari Asisten Lapangan (Aslap) Lasim, sistem yang digunakan saat ini memiliki 4 (empat) bilah atau ruang penyaringan. Air bekas cucian yang mengandung minyak dan lemak disaring menggunakan bahan gestrep di dalam tempat penampungan tersebut sebelum dialirkan keluar.

 

Dari Puskesmas menyarankan agar air limbah yang sudah disaring tersebut tidak langsung dibuang ke kali, melainkan dibuatkan kolam penampungan tambahan. Tujuannya supaya bisa diketahui dengan jelas hasil pengolahan air tersebut sebelum akhirnya dibuang ke sungai,” jelasnya.

 

Saat ini, belum ada langkah perbaikan yang akan dilakukan pihak pengelola menyikapi temuan dan saran tersebut.Hingga saat ini pengelola SPPG belum ada Kesepakatan Sewa kedua belah pihak. (tok)

Share :

Baca Juga

Artikel

Berikan Rasa Nyaman Saat Liburan Personel Kodim 1009/Tanah Laut Patroli Bersama Di Sejumlah Tempat Wisata

BERITA UTAMA

Cegah Karhutla, Personil Sat Binmas Polres Pulang Pisau memberikan himbauan dilarang membakar hutan dan lahan secara sembarangan kepada masyarakat

BERITA UTAMA

KORAMIL 17 ADIMULYO IKUTI SENAM DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN BERSAMA

BERITA UTAMA

SATBINMAS POLRES PULANG PISAU GELAR FSK UNTUK TINGKATKAN SINERGI DAN KEAMANAN MASYARAKAT

Artikel

Danramil 22/Ayah Hadiri Acara PBJ Desa Srati

Artikel

Kerja Bakti Massal HUT RI Ke-80, Kota Blitar Bersihkan Sungai Daung

BERITA UTAMA

Polres Ngawi Amankan 70 Motor Diduga Terlibat Balap Liar

BERITA UTAMA

Sebelum Digelar, Polresta Palangka Raya Apel Harkamtibmas