Surabaya, — Duka menyelimuti insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan rangkaian KRL dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek. Peristiwa ini tak hanya menyisakan luka bagi para korban dan keluarga, tetapi juga menggugah keprihatinan berbagai pihak, termasuk Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama.
Dalam keterangannya, Ning Lia—sapaan akrabnya—mendesak Kementerian Perhubungan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan terbuka. Ia menilai, transparansi menjadi kunci penting agar masyarakat mengetahui penyebab pasti kecelakaan yang merenggut korban tersebut.
“Ini bukan sekadar insiden teknis. Ada nyawa manusia di dalamnya. Karena itu, semua proses harus dibuka dengan jujur agar publik tidak bertanya-tanya,” ujarnya, Selasa (28/4).
Ning Lia menyoroti kemungkinan adanya celah dalam sistem keamanan dan koordinasi di jalur padat yang digunakan bersamaan oleh kereta komuter dan kereta jarak jauh. Ia mempertanyakan bagaimana rangkaian kereta yang sedang berhenti bisa tidak terdeteksi dengan baik oleh sistem maupun petugas di lapangan.
“Bagaimana bisa kereta yang berhenti tidak terantisipasi? Ini harus dijawab secara tuntas, bukan hanya untuk mencari penyebab, tapi juga untuk mencegah kejadian serupa,” tegasnya.
Lebih dari itu, ia berharap hasil investigasi nantinya tidak berhenti pada laporan semata, tetapi benar-benar ditindaklanjuti oleh pemerintah dan operator seperti PT Kereta Api Indonesia dalam bentuk pembenahan sistem keselamatan secara menyeluruh.
Namun di tengah dorongan evaluasi tersebut, Ning Lia mengingatkan agar perhatian utama tetap tertuju pada para korban. Ia meminta seluruh rumah sakit dan pihak terkait memastikan pelayanan medis berjalan cepat tanpa hambatan administratif.
“Dalam kondisi seperti ini, yang paling penting adalah keselamatan dan pemulihan korban. Jangan sampai ada yang tertunda hanya karena urusan administrasi,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban. “Kita semua berduka. Semoga para korban segera pulih, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” pungkasnya.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan transportasi publik bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang tanggung jawab bersama untuk menjaga setiap perjalanan tetap aman hingga tujuan.
Anil










