TargetNews.ID Sampang Forum Masyarakat Camplong atau FMC mempertanyakan keseriusan DPRD Kabupaten Sampang, khususnya Komisi II, dalam menindaklanjuti surat permohonan audiensi terkait persoalan yang melibatkan PT Garam. Hingga Senin, 11 Mei 2026, audiensi yang diharapkan masyarakat belum juga menemui titik terang meski surat resmi telah dilayangkan sejak awal April lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, FMC secara resmi mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Komisi II DPRD Kabupaten Sampang pada 2 April 2026. Audiensi tersebut diajukan sebagai wadah penyampaian aspirasi dan klarifikasi sejumlah persoalan yang berkaitan dengan PT Garam dan kepentingan masyarakat Camplong.
Namun lebih dari satu bulan berlalu, kepastian pelaksanaan rapat audiensi lanjutan tak kunjung diberikan oleh Komisi II DPRD Sampang. Kondisi ini memunculkan kekecewaan di tengah masyarakat yang menilai proses tersebut berjalan lamban dan terkesan diulur-ulur.
Sebelumnya, rapat audiensi memang sempat digelar pada 20 April 2026. Akan tetapi, pertemuan tersebut tidak berjalan maksimal lantaran pihak PT Garam tidak hadir dalam forum yang telah dijadwalkan. Ketidakhadiran perusahaan pelat merah tersebut membuat pembahasan tidak dapat menghasilkan keputusan ataupun kesimpulan yang diharapkan masyarakat.
Dalam rapat tersebut, Komisi II DPRD Kabupaten Sampang dikabarkan berjanji akan menjadwalkan ulang audiensi dengan menghadirkan seluruh pihak terkait, termasuk PT Garam. Sayangnya, hingga kini belum ada informasi resmi maupun kepastian jadwal baru dari pihak Komisi II.
Situasi tersebut memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat Camplong. FMC menilai DPRD sebagai lembaga representasi rakyat seharusnya mampu bergerak cepat dan responsif dalam menindaklanjuti aspirasi publik, terlebih persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
“Kami hanya meminta kejelasan dan keseriusan. Surat sudah lama masuk, rapat juga pernah dilakukan, tetapi hasilnya nihil karena PT Garam tidak hadir. Setelah itu dijanjikan akan dijadwalkan ulang, namun sampai sekarang belum ada kepastian,” ungkap salah satu perwakilan FMC.
Masyarakat berharap Komisi II DPRD Kabupaten Sampang segera mengambil langkah konkret agar persoalan ini tidak berlarut-larut. Keterlambatan penanganan dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap lembaga legislatif daerah.
Di sisi lain, belum adanya penjelasan resmi dari Komisi II terkait molornya jadwal audiensi semakin memunculkan spekulasi di tengah masyarakat. Publik kini menunggu sikap tegas DPRD Sampang dalam memastikan forum audiensi tersebut benar-benar terlaksana secara terbuka dan transparan.
FMC juga menegaskan bahwa audiensi tersebut penting agar masyarakat memperoleh jawaban langsung dari PT Garam terkait berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian warga Camplong.
Salah satu anggota komisi dua menyatakan
“Rapat Pt garam bisa senin lagi tgl 18 mei karena jg minggu ini RDP Triwulan 1 di komisi 2”.
Atas pernyataan anggota komisi 2 tersebut salah satu anggota FMC menilai bahwa pernyataan itu terlalu mengambang dan tidak ada kepastian.










