Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag

Senin, 18 Mei 2026 - 12:08 WIB

Tolak Borong 50 Baju Batik, Diduga Warga Surabaya Diperas dan Diteriaki ‘Penipu’ di Tempat Umum

Surabaya, TargetNews.id  – Diduga Seorang warga Surabaya berinisial SI melaporkan aksi tidak menyenangkan dan intimidasi yang dialaminya dari seorang pedagang baju batik berinisial YN collection (pemilik usaha) di Jalan Raya Pasar Tonaan Binoh Binoh Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan meresahkan ini terjadi pada Sabtu malam (16/05/2026) di area pertokoan Indomaret Burneh, Bangkalan.

 

Peristiwa ini bermula ketika inisial SI berniat membatalkan pesanan baju batiknya karena dirasa tidak sesuai. Melalui pesan WhatsApp, inisial SI berinisiatif mengajak inisial YN untuk bertemu langsung guna menyelesaikan pembatalan tersebut secara baik-baik.

 

Bukannya mendapat solusi, di lokasi pertemuan inisial SI justru mendapat tekanan hebat. Diduga Korban mengaku dipaksa oleh inisial YN untuk memborong baju batik sebanyak 50 biji dengan total nilai mencapai Rp5.000.000.

 

Karena merasa tidak membutuhkan barang sebanyak itu, inisial SI menolak secara halus dan menawarkan uang kompensasi pembatalan secara damai sebesar Rp1.000.000.

Baca juga  Personil Polsek Pahandut Monitoring Kegitan Musrenbang Tingkat Kecamatan jekan raya Tahun 2023

 

“Saya tanya, ‘Biasanya orang yang membatalkan pesanan itu dikasih (ganti rugi) berapa 1jt,”tegas YN

 

oke saya kasih Rp1 juta untuk pembatalan pesanan saya.’ Tetapi inisial YN menolak dan tetap memaksa agar semua batik dibeli,” ujar SI.

 

Melihat korban bersikeras menolak, inisial YN langsung naik pitam. Ia melakukan intimidasi dengan meneriaki inisial SI sebagai “penipu” di depan umum guna memancing perhatian warga sekitar dan mempermalukan korban di tempat kejadian.

 

Situasi sempat makin memanas ketika seorang petugas parkir di lokasi turut campur dan membela pihak penjual. Namun, setelah petugas parkir tersebut menyaksikan sendiri bahwa inisial SI sebenarnya memiliki iktikad baik dengan memberikan uang ganti rugi Rp1.000.000, oknum jukir tersebut langsung terdiam dan tidak berkutik.

Baca juga  Aktifitas Tambang Sluke Di duga ilegal, Menutup Aliran Sungai Masyarakat Menjerit

 

Merasa diperas dan dirugikan, inisial SI  juga menantang balik inisial YN untuk menyelesaikan masalah ini di Polsek terdekat. Mendengar tantangan ke jalur hukum tersebut, inisial YN yang semula agresif mendadak panik dan menolak dibawa ke kantor polisi.

 

Meski kasus belum terselesaikan, intimidasi tersebut menyisakan trauma mendalam bagi keluarga korban. Inisial YN sempat mengancam akan memviralkan video korban.

 

“Begitu sampai di rumah, istri saya tanya bagaimana urusan pesanannya. Saya jawab belum selesai, malah saya diancam mau diviralkan. Istri saya ketakutan sampai tidak bisa tidur memikirkan masalah ini,” ujar inisial SI ke awak media.

 

Melalui kejadian ini, inisial SI berharap kisahnya bisa menjadi pelajaran agar masyarakat lebih waspada terhadap modus operandi pemaksaan pembeli dan intimidasi yang dilakukan oleh oknum pedagang nakal.

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Usai Serah Terima, Kanit II SPKT Polresta Palangka Raya Cek 35 Tahanan

Artikel

Kodam VI/Mulawarman Dukung Penyaluran Makan Bergizi Gratis di Kalimantan

BERITA UTAMA

TIM KOLONE SENAPAN BATALYON INFANTERI 11 MARINIR UNJUK KEBOLEHAN DALAM PERESMIAN PANGKALAN TNI AL KAIMANA.

BERITA UTAMA

Rutinitas kegiatan Malam hari Personil Polsek Pandih Batu lakukan KRYD kamtibmas guna cegah terjadinya bahaya tindak kejahatan, Kali ini dengan sasaran Objek Vital dan fasilitas Umum juga daerah rawan Kejahatan, guna cipta Sitkamtibmas yang aman terkendali

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 15/Klirong Hadiri Rapat Forum Konsultasi Publik (FKP)

BERITA UTAMA

Amankan Pilkades Serentak 2023, Polres Pasuruan Gelar Apel Pergeseran Pasukan

BERITA UTAMA

Kanit Samapta laksanakan Patroli Maja

BERITA UTAMA

Orang Dekat Oknum Kakanwil Kemenkumham Sumsel Jadi Perantara Jual Beli Jabatan