Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:38 WIB

Armuzna Masih Berlangsung, Lia Istifhama: Di Tengah Padatnya Jutaan Manusia, Keikhlasan dan Solidaritas Jadi Penguat Jamaah Haji

ARAB SAUDI — Di tengah lautan manusia yang terus bergerak menuju kesempurnaan ibadah, jutaan jamaah haji dari berbagai negara sedang menjalani rangkaian puncak ibadah haji, Armuzna: Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Perjalanan spiritual yang tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga menguji kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan hati setiap jamaah.

 

Di antara jutaan manusia itu, anggota DPD RI Jawa Timur, Lia Istifhama, turut merasakan bagaimana perjuangan para tamu Allah menjalani ibadah di bawah cuaca panas, kepadatan luar biasa, hingga keterbatasan fasilitas yang harus diterima dengan lapang dada.

 

Menurut Lia, ada satu hal sederhana namun sangat menentukan kelancaran ibadah para jamaah, yakni solidaritas dan rasa persaudaraan.

“Ketika kita jauh dari keluarga, berada di negeri orang, dan berdesakan bersama jutaan manusia dari berbagai bangsa, maka yang paling menguatkan adalah rasa kebersamaan. Saling menunggu, saling membantu, saling menenangkan. Itu yang membuat hati lebih tenang dan tubuh terasa lebih kuat,” ujarnya, Rabu (28/5/2026).

 

Ia mengaku, di tengah kepadatan Armuzna, senyum kecil dari sesama jamaah terkadang terasa sangat menenangkan. Sapaan sederhana, uluran tangan, hingga kesediaan memberi jalan di tengah kerumunan menjadi bentuk persaudaraan yang menghangatkan hati.

 

“Kita mungkin berbeda bahasa dan negara, tapi semua sedang menuju Allah dengan tujuan yang sama. Di situlah rasa persaudaraan itu terasa sangat kuat,” tuturnya.

Baca juga  Sat Lantas Polres Pulang Pisau Laksanakan Strong Point Himbauan Kamseltibcar Lantas

 

Lia juga menceritakan pengalamannya saat harus berjalan sendiri di tengah padatnya jamaah usai dari Masjidil Haram menuju hotel tempatnya menginap. Dalam situasi penuh desakan manusia, ia memilih menenangkan diri dan terus berpikir positif.

 

“Saya hanya bilang dalam hati, bismillah… jangan panik. Pasti Allah menjaga. Dan saya yakin, banyak jamaah lain yang juga sedang berjuang seperti saya,” katanya.

 

Ia kemudian berjalan perlahan sambil mencari penanda jamaah Indonesia melalui ransel yang dikenakan jamaah. Baginya, melihat sesama jamaah Indonesia di tengah keramaian seperti menemukan rasa aman di negeri yang jauh dari rumah.

 

“Kadang hanya melihat ransel bertuliskan Indonesia saja rasanya hati lebih tenang,” ungkapnya sambil tersenyum.

 

Menurut Lia, momen-momen seperti itulah yang membuat ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan hati. Belajar menerima keadaan, belajar ikhlas dalam ketidaknyamanan, dan belajar berserah diri sepenuhnya kepada Allah.

 

Ia pun mengingatkan jamaah agar tidak mudah panik ketika terpisah dari rombongan, terutama selepas lempar jumrah yang sering dipenuhi arus manusia.

 

“Kalau terpisah, jangan langsung takut. Tetap berjalan, tetap tenang, tetap berdoa. Karena insyaAllah rombongan juga sedang mencari kita. Dan Allah punya cara mempertemukan kembali,” katanya.

Baca juga  Teguran Humanis Kepada Pengendara Sepeda Motor Yang tidak Menggunakan Helm

 

Sebagai bagian dari tim pengawasan haji Komite III DPD RI, Lia juga mengapresiasi upaya pemerintah dan Kementerian Haji Arab Saudi yang terus berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah. Namun ia menyadari, berkumpulnya jutaan manusia dari seluruh dunia dalam waktu bersamaan tentu membuat berbagai keterbatasan sulit dihindari.

 

Ada jamaah yang harus berjalan belasan kilometer, mengantre kamar mandi dalam waktu lama, hingga beristirahat di tenda Mina yang sangat padat. Namun bagi Lia, justru di situlah makna besar ibadah haji terasa.

 

“Haji mengajarkan kita untuk ikhlas. Mengajarkan bahwa tidak semua hal harus nyaman. Kadang lelah, kadang sesak, kadang harus menunggu sangat lama. Tapi di situlah kita belajar berserah diri,” ucapnya lirih.

 

Di akhir keterangannya, Lia mengajak seluruh jamaah untuk mensyukuri kesempatan menjadi tamu Allah di Tanah Suci, di saat jutaan umat muslim lainnya masih menunggu antrean panjang untuk berhaji.

 

“Kalau hari ini kita merasa lelah, ingatlah bahwa ada jutaan orang yang menangis ingin berada di tempat kita. Maka semoga setiap langkah, setiap peluh, setiap kesabaran selama Armuzna menjadi bagian dari ibadah yang diterima Allah SWT,” pungkasnya.

Anil

Share :

Baca Juga

Artikel

Sekretaris PJS Meminta Penerusan Terkait Penetapan Tersangka Musda

BERITA UTAMA

Polsek Rakumpit Sediakan Buku di Motor Dinas Bajaka Presisi bagi Masyarakat

Artikel

Paramitha Harap Duta Genre, Jadi Pelopor Generasi Berencana

Artikel

Uang Koruptor untuk Rakyat, Ketum AMI Dukung Penuh Kebijakan Pemerintah

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 1002-01/BAS Ajak Warga Tingkatkan Kepedulian Lingkungan Lewat Gotong Royong

Artikel

Satgas Pamtas Yonif 407/PK Gelar Bakti Kesehatan Kepada Warga Perbatasan

Artikel

Ridhohul Khukam, Hadiri Deklarasi IMTB Dukung Asrofi Bacawabup 2024

BERITA UTAMA

Satlantas Polres Pulang Pisau Patroli Rutin Daerah Rawan Laka Agar Menurunnya Angka Kecelakaan Lalu Lintas