Home / BERITA UTAMA / DAERAH

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:48 WIB

Dari Pelatihan Menuju Kemandirian, Indahyana Jadi Bukti Pemberdayaan Efektif Kurangi Kemiskinan

Brebes,Targetnews.id -Berawal dari pelatihan pemberdayaan yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Brebes, Indahyana, warga Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, kini mampu mengembangkan usaha rumahan yang menjadi sumber tambahan penghasilan bagi keluarganya. Kisahnya menjadi gambaran bahwa program pemberdayaan masyarakat tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka peluang usaha sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.

Indahyana merupakan salah satu peserta yang memamerkan hasil usahanya pada Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Bazar Produk Hasil Pelatihan Pemberdayaan Pengentasan Kemiskinan, di Aula Lantai 5 KPT Brebes, Selasa (30/06/2026).

Melalui usaha bernama Srikandi, ia menghadirkan berbagai produk olahan, seperti bawang goreng, aneka keripik, dan minuman hasil pelatihan yang telah dikembangkannya.

Menurut Indahyana, pelatihan yang diterimanya menjadi titik awal untuk membangun usaha secara mandiri. Bekal keterampilan tersebut memberikan keberanian baginya untuk memasarkan produk sekaligus memperluas peluang usaha.

Setelah mendapatkan pelatihan kita jadi bisa jualan, karena kita akan melebarkan sayap. Jadi setelah pelatihan-pelatihan tersebut, kami berusaha untuk bangkit supaya bisa menjualkan produk-produk kami,” ujarnya.

Indahyana mengungkapkan, usaha yang dijalankannya kini mampu memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga. Dari yang sebelumnya ibu rumah tangga, kini dirinya ikut menopang ekonomi keluarga melalui usaha kecil yang terus berkembang.

Baca juga  Prajurit Yonif 5 Marinir Ikuti Pengesahan Pengurus Cabang Khusus Shoto-Kai Marinir Pasmar 2

Alhamdulillah untuk hari-hari bisa menambah penghasilan untuk ekonomi keluarga, yang sebelumnya saya ibu rumah tangga,” katanya.

Asisten I Sekda Brebes Subandi mengatakan, penanganan kemiskinan merupakan tanggung jawab bersama karena menyangkut langsung kehidupan masyarakat. Melalui rapat koordinasi tersebut, pemerintah daerah ingin menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan agar setiap program benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Subandi menjelaskan, bazar produk hasil pelatihan menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki potensi dan semangat untuk bangkit ketika memperoleh kesempatan dan pendampingan. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk mendukung para pelaku usaha dengan membeli produk yang dipamerkan.

Langkah kecil ini akan menjadi dorongan besar bagi mereka untuk terus berusaha dan berkembang. Kita hadir bukan hanya sebagai penyelenggara kegiatan, tetapi juga sebagai penggerak perubahan,” tegasnya.

Subandi optimistis upaya pengentasan kemiskinan akan berjalan lebih cepat apabila pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat kolaborasi.

Kuncinya adalah komitmen, konsistensi, dan kepedulian,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Brebes Tety Yuliana, menyampaikan, angka kemiskinan di Kabupaten Brebes masih berada pada kisaran 14,15 persen atau sekitar 257 ribu jiwa. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama yang harus direspons melalui kebijakan yang terintegrasi, berbasis data, dan mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Baca juga  Terus Jaga Hubungan Baik, Babinsa Koramil 11/Mirit Laksanakan Komsos Dengan Warga Binaan

Tety menjelaskan, pada tahun 2026 pemerintah daerah memfokuskan intervensi pada tiga pilar utama, yaitu optimalisasi pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), percepatan operasional Sekolah Rakyat di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, serta penguatan Gerakan Satu OPD Satu Desa Dampingan. Ketiga program tersebut diharapkan mampu memastikan bantuan lebih tepat sasaran sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia dan kemandirian ekonomi masyarakat.

DTSEN harus menjadi satu-satunya kompas kita dalam menyalurkan intervensi. Saya tidak ingin lagi mendengar ada warga miskin ekstrem yang terlewat, sementara warga yang mampu justru menerima bantuan,” tegas Tety.

Ia juga meminta setiap perangkat daerah aktif mendampingi desa binaannya dengan mengidentifikasi persoalan secara langsung dan membangun kolaborasi bersama pemerintah desa, sektor swasta, serta masyarakat.(Fauzi/Hms)

Share :

Baca Juga

Artikel

Kapuspen TNI Kunjungi RRI Pusat Menjalin Silaturahmi dan Kerja Sama Pemberitaan

Artikel

Jelang HUT ke-77: Polwan Polresta Malang Kota Gelar Bakti Kesehatan Gratis untuk Lansia

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 19/ Kuwarasan Pengamanan FKP Regsosek Tahun 2023 Desa Serut

Artikel

Ormas Pemuda Indonesia Peduli Warga Jagiran IV Terbaring di Ranjang Selama 3 Tahun, Dimanakah Kepedulian Pemkot Surabaya Saat ini

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 08/Alian Hadiri Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Seliling

BERITA UTAMA

Polsek Sabangau Mediasi Warga yang Berselisih Paham

BERITA UTAMA

Gudang Pencucian Bull Jerigen Diduga Cemari Lingkungan Warga Rejosari, Bau Menyengat Ganggu Ibadah, DLH dan APH Diminta Bertindak Tegas

Artikel

Empat Remaja Jadi Korban Kekerasan Pasuruan, Orang Tua korban berprofesi wartawan Tuntut Keadilan