Home / BERITA UTAMA

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:11 WIB

Dr. Mirza: Atlet Usia Dini Wajib Cukup Energi agar Tumbuh Optimal dan Berprestasi

SURABAYA – Pembinaan atlet usia dini seharusnya tidak hanya berfokus pada pembentukan massa otot dan peningkatan performa. Yang lebih utama adalah memastikan kebutuhan energi dan gizi terpenuhi agar proses pertumbuhan berlangsung optimal serta atlet terhindar dari risiko Relative Energy Deficiency in Sport (RED-S).

Ketua PP ISNA (Indonesia Sport Nutritionist Association), Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., MPH., RD., menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam mencetak atlet berprestasi. Menurutnya, atlet yang sehat memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara maksimal dibandingkan atlet yang hanya difokuskan pada peningkatan kemampuan fisik semata.

Dalam pemaparannya, Dr. Mirza menjelaskan bahwa RED-S merupakan kondisi ketika asupan energi yang dikonsumsi atlet tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh akibat tingginya aktivitas fisik. Kondisi ini dapat berdampak pada terganggunya pertumbuhan, fungsi hormonal, kesehatan tulang, metabolisme, hingga penurunan performa olahraga.

Ia menekankan bahwa pada atlet usia dini, prioritas pembinaan adalah mendukung pertumbuhan tinggi badan, perkembangan organ, serta pematangan fisik. Pembentukan massa otot secara intensif sebaiknya dilakukan setelah fase pertumbuhan utama tercapai agar perkembangan atlet berlangsung lebih optimal dan tidak mengganggu proses biologis yang sedang berjalan.

Baca juga  43 Pajabat Pemkot Tegal Dilantik dan Diambil Sumpah

Untuk mendeteksi risiko RED-S sejak dini, setiap atlet dianjurkan menjalani asesmen menggunakan kuesioner skrining. Hasil evaluasi dibagi dalam tiga kategori, yaitu Red Light, yang berarti atlet belum diperbolehkan berlatih maupun bertanding hingga kondisi kesehatannya pulih; Yellow Light, di mana atlet masih dapat menjalani latihan dengan pengawasan ketat dan program khusus; serta Green Light, yang menunjukkan atlet aman mengikuti latihan dan kompetisi.

Penanganan RED-S, lanjutnya, tidak semata-mata bertujuan menaikkan berat badan. Fokus utamanya adalah meningkatkan energy availability, yaitu keseimbangan antara energi yang dikonsumsi dengan energi yang digunakan tubuh setelah aktivitas olahraga. Upaya tersebut dilakukan melalui perbaikan pola makan, peningkatan asupan kalori sesuai kebutuhan, serta penyesuaian beban latihan. Pada kondisi tertentu, intensitas latihan bahkan perlu dikurangi agar tubuh memiliki waktu memulihkan fungsi metabolisme dan hormonal.

Pada atlet perempuan, salah satu tanda yang perlu mendapat perhatian adalah gangguan siklus menstruasi akibat defisit energi. Pemulihan kondisi tersebut memerlukan pendampingan ahli gizi, evaluasi rutin, serta proses yang bertahap hingga fungsi hormonal kembali normal.

Baca juga  Ketua Umum PJI Tegaskan UU Perampasan Aset Harus Gigit Koruptor dan Anteknya, Bukan Masyarakat Umum

Materi yang disampaikan juga menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan karbohidrat sesuai intensitas latihan, peningkatan asupan energi secara bertahap, serta pemantauan kesehatan tulang dan komposisi tubuh. Seluruh intervensi harus disesuaikan dengan karakteristik, usia, dan program latihan masing-masing atlet.

Dr. Mirza menegaskan bahwa keberhasilan penanganan RED-S membutuhkan pendekatan multidisiplin. Pelatih, dokter olahraga, ahli gizi, psikolog, fisioterapis, hingga orang tua harus bekerja sama dalam memantau kondisi atlet agar kesehatan tetap terjaga tanpa mengorbankan target prestasi.

“Prestasi yang berkelanjutan hanya dapat dicapai apabila atlet tumbuh sehat, memiliki kecukupan energi, dan menjalani proses pembinaan yang sesuai dengan tahapan perkembangannya,” tegasnya.

Melalui edukasi mengenai RED-S, Indonesia Sport Nutritionist Association berharap para pelatih, tenaga pendamping, serta orang tua semakin memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara latihan, asupan gizi, dan pemulihan, sehingga atlet Indonesia dapat berkembang secara optimal dan terhindar dari risiko gangguan kesehatan jangka panjang.

(Anil)

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Antisipasi Timbulnya Gangguan Kamtibmas Polisi Laksanakan Giat Patroli

BERITA UTAMA

KOREM 042/GAPU DIBULAN PENUH BERKAH BAGIKAN BINGKISAN LEBARAN

Artikel

Ny, Juliati Sigit Prabowo Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan SMK Kemala Bhayangkari,

Artikel

Selamat dan Sukses untuk Dr. Didi Sungkono

BERITA UTAMA

Bhabinkamtibmas Polsek Maliku Mengajak Masyarakat Menjaga Hutan dan Lahan dari Karhutla

Artikel

Rampas Mobil Dijalan Oknum Dept Collector Dilaporkan Polres Kota Malang

BERITA UTAMA

Berkah Ramadhan, Kapolres Puncak Jaya Bersama Personel Bagikan Ratusan Takjil Kepada Masyarakat Kota Mulia

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 1009-04/Takisung Gotong Royong Bersihkan Lapangan, Persiapan HUT RI ke-81