Tanah Laut – Memasuki puncak musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta maraknya penyebaran berita hoaks menjadi perhatian serius jajaran Kodim 1009/Tanah Laut. Menyikapi kondisi tersebut, Babinsa di seluruh wilayah binaan bergerak aktif melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dari rumah ke rumah, menyambangi para petani, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga perangkat desa guna mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan persatuan.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga menjadi sahabat dan mitra warga dalam menjaga keamanan serta ketertiban desa. Dengan pendekatan yang humanis, Babinsa mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena selain melanggar hukum, tindakan tersebut dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, hingga mengancam keselamatan masyarakat.
Disalah satu lokasi misalnya, yakni di Desa Karang Rejo, Kecamatan Jorong, Serda Edi Susanto Babinsa Koramil 1009-01/Jorong Kodim 1009/TLA mengingatkan warga agar segera melaporkan apabila melihat kepulan asap atau titik api sekecil apa pun. Respons cepat dari seluruh elemen masyarakat diyakini menjadi kunci utama mencegah meluasnya kebakaran di wilayah Kabupaten Tanah Laut.
Tak hanya fokus pada ancaman karhutla, Serda Edi Susanto juga mengajak masyarakat menjadi pengguna media sosial yang cerdas. Warga diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya, serta tidak ikut menyebarkan berita hoaks yang dapat memicu keresahan, perpecahan, maupun konflik di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dandim 1009/Tanah Laut Letkol Inf Adhi Irawan, S.I.P., M.H.I., menegaskan bahwa kegiatan Komunikasi Sosial merupakan ujung tombak pembinaan teritorial dalam memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui komunikasi yang intensif, berbagai potensi kerawanan dapat dideteksi sejak dini sehingga langkah-langkah pencegahan dapat segera dilakukan.
“Karhutla dan penyebaran hoaks sama-sama merupakan ancaman yang harus kita hadapi bersama. Dibutuhkan kepedulian, kewaspadaan, serta partisipasi aktif seluruh masyarakat agar lingkungan tetap aman, kondusif, dan terhindar dari berbagai dampak yang merugikan. Babinsa akan terus hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan pembinaan wilayah sekaligus mitra masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” tegas Dandim.
Melalui sinergi yang terus dibangun antara TNI, pemerintah daerah, aparat terkait, dan seluruh lapisan masyarakat, diharapkan Kabupaten Tanah Laut tetap menjadi wilayah yang aman, tangguh menghadapi ancaman karhutla, serta tidak mudah terpecah oleh informasi-informasi yang menyesatkan. (Pendim 1009/Tla)










