TARGETNEWS.ID SAMPANG Warga Desa Dharma Tanjung dan Bandaran memasang sejumlah baleho sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pembangunan atau rehabilitasi jembatan yang dinilai berpotensi berdampak terhadap kondisi lingkungan, akses jalan, serta kehidupan masyarakat di sekitar lokasi.
Dalam rencana tersebut, jembatan disebut akan ditinggikan sekitar 2,6 meter. Selain itu, terdapat rencana pelebaran jalan dengan ukuran 8 meter di sisi kanan dan 8 meter di sisi kiri, dengan total panjang penanganan sekitar 160 meter.
Rinciannya, sekitar 80 meter berada di ruas Jalan Raya Tanjung dan 80 meter berada di ruas Jalan Raya Bandaran.
Melalui pemasangan baleho tersebut, warga menyampaikan sikap penolakan sekaligus meminta pemerintah agar tidak terburu-buru merealisasikan pembangunan sebelum dilakukan kajian, evaluasi, serta perencanaan ulang yang benar-benar mempertimbangkan kondisi dan kepentingan masyarakat terdampak.
Warga berharap pemerintah membuka ruang dialog dan melibatkan masyarakat secara transparan dalam setiap tahapan perencanaan. Mereka juga meminta agar dampak sosial, ekonomi, akses masyarakat, serta kondisi permukiman dan usaha warga di sekitar lokasi menjadi pertimbangan utama.
“Kami meminta pemerintah melakukan perencanaan ulang dan mendengarkan aspirasi warga sebelum pembangunan dilaksanakan,” menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan melalui baleho penolakan tersebut.
Pemasangan baleho ini menjadi tanda bahwa penolakan warga terhadap rencana pembangunan jembatan mulai disuarakan secara terbuka. Masyarakat berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah, sehingga pembangunan infrastruktur tetap berjalan tanpa mengabaikan kepentingan warga sekitar.










