TARGETNEWS.ID, Kota Batu – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) dibawah Perum Perhutani bertugas mengelola kawasan hutan negara di wilayah Malang dan Sekitarnya seluas 90 ribu hektar,yang berbatasan dengan wilayah,Blitar, Kediri, Pasuruan dan Probolinggo.
KPH Malang yang bertugas mengelola kawasan hutan negara di wilayah,unit ini mengatur fungsi perlindungan alam, hasil kayu, serta kerja sama dengan masyarakat desa sekitar hutan,” kata Kepala KPH Malang Kelik Djatmiko, Senin (24/8/26).
Tugas utamanya menjaga kelestarian hutan lindung dan hutan produksi, mengelola hasil hutan secara adil dan berkelanjutan. Juga membina masyarakat lokal lewat program desa hutan.
“Juga mengatur titik wisata alam seperti area pantai dan kawasan pegunungan. Terkait adanya pengelolaan program di lokasi hutan yang dikelola oleh KPH. Dewasa ini dengan maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa wilayah di Indonesia. Maka KPH Wilayah Malang melakukan antisipasi berkolaborasi bersama unsur terkait,TNI,Polri,BPBD dan Polhut Ormas,”ucap Kelik Djatmiko.
Langkah yang dipersiapkan KPH Malang maksimalkan personil untuk memantau dan sosialisasi ke masyarakat sekitar hutan. Ditegaskan pula tidak boleh melakukan pembakaran. Sebelum terjadi karhutla persiapan sarpras disetiap pos -pos pengamanan hutan,pembuatan sekat bakar dan lain-lain.
“Selain itu juga mengoptimalkan mitra kerja bersama LMDH, kelompok peduli lingkungan dan stake holder, untuk turut membantu dan memonitor situasi yang ada. Juga sinergi dan koordinasi dengan BPBD setempat. Serta bertindak cepat apabila ada kejadian karhutla diwilayah KPH Malang,”singkat Kelik Djatmiko.
Kesempatan itu Kalaksa BPBD Kota Batu,Suwoko,SP,.MM, menambahkan, saat awal memasuki musim kemarau, BPBD Batu sudah melakukan persiapan personil sekira 30 petugas secara bergabungan antara TNI, Polri,Polhut dan Ormas. Petugas BPBD gabungan itu melakukan piket bergantian di hutan lereng Gunung Arjuna, Gunung Welirang,Gunung Biru.
“Dengan melakukan antisipasi terjadinya karhutla di wilayah Kota Batu, personil BPBD sudah berhasil memadamkan api di lereng Gunung Welirang tidak sampai membesar. Selanjutnya BPBD bersama personil gabungan juga berhasil mencegah kebakaran di Gunung Biru,” ungkap Suwoko.
Kesiapan dan kesigapan personil BPBD Batu gabungan dengan TNI,Polri wilayah Batu dan Provinsi Jatim, pengamanan dan antisipasi terjadinya kebakaran mulai kawasan taman hutan raya (Tahura) sampai wilayah Gunung Arjuna dan sekitarnya. Maka kekuatan dan kondisi petugas tetap harus diperhatikan oleh pemerintah daerah maupun propinsi.
Sementara ini pihak -pihak analis maupun dari BPBD terjadinya karhutla di beberapa wilayah, di mungkinkan sekali adanya unsur kesengajaan dari manusia. Diduga sementara ada penggiat pemburu hewan liar di kawasan hutan memasang jebakan. Ketika jebakan sudah dipersiapkan,kemungkinan di wilayah itu jika hutanya dibakar/kebakaran maka dengan mudah hewan tersebut terjebak.
Karena sesuai pemantauan dan pengamatan tidak mungkin kawasan pegunungan maupun hutan itu terjadi kebakaran dengan sendirinya maupun secara alam. Maka hal ini harus ada penegasan di kawasan gunung maupun wisata hutan ada peraturan yang super ketat untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan.
“Dampak buruk dari terjadinya kebakaran kawasan hutan dan lingkungan seperti, hilangnya sejumlah spesies flora dan fauna. Dan penurunan kkualitas air,pemanasan global,sendimentasi sungai meningkat,meningkatnya bencana alam, alih fungsi lahan hutan dan resikonya terjadi erosi,”singkat Suwoko.(Wan).










