TARGETNEWS.ID SUMENEP — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, kembali menyapa dan membakar semangat generasi muda. Bagi senator cantik Jawa Timur ini, pemuda bukan sekadar kelompok yang akan mewarisi masa depan bangsa, melainkan mereka yang mulai hari ini ikut menentukan seperti apa wajah demokrasi Indonesia esok hari.
Pesan itu disampaikan Ning Lia saat mengajak generasi muda di Sumenep agar tidak bersikap apatis dan hanya menjadi penonton dalam perjalanan demokrasi. Menurutnya, anak-anak muda harus berani mengambil peran, menyampaikan gagasan, peduli terhadap persoalan publik, sekaligus mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.
«“Kalian calon pemimpin. Kalian itu syubbanul yaum, rijalul ghad. Sekarang kalian pemuda, kelak kalian adalah pemimpin,” kata Ning Lia.»
Bagi Ning Lia, ungkapan tersebut bukan sekadar rangkaian kata. Syubbanul yaum, rijalul ghad mengandung pesan kuat bahwa pemuda hari ini adalah para pemimpin pada masanya nanti. Karena itulah, generasi muda perlu membekali diri dengan ilmu pengetahuan, keberanian berpikir kritis, serta rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.
Ning Lia menilai demokrasi juga tidak boleh hanya dipahami sebagai urusan pemilu, politik, atau perebutan kekuasaan. Lebih dari itu, demokrasi harus tumbuh bersama etika, keteladanan, dan sikap saling menghargai meski berada dalam perbedaan pandangan.
«“Kalau kita berada dalam unsur pemerintahan, kita harus memberikan uswatun hasanah. Kita memberikan pemahaman tentang demokrasi yang baik,” ujarnya.»
Menurut Ning Lia, generasi muda memiliki energi besar untuk membawa perubahan. Ruang-ruang diskusi, keberanian menyampaikan pendapat, hingga kepedulian terhadap persoalan masyarakat harus menjadi bagian dari proses belajar berdemokrasi.
Namun demikian, senator yang dikenal humble tersebut mengingatkan bahwa perbedaan pilihan dan pandangan merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Yang terpenting, perbedaan tidak boleh berubah menjadi permusuhan yang merusak persatuan.
Justru dari perbedaan itulah, kata Ning Lia, generasi muda harus belajar untuk saling mendengar, menghargai pendapat orang lain, dan mencari jalan terbaik bagi kepentingan bersama.
Konsistensi Ning Lia dalam mengajak anak muda menjaga demokrasi menjadi bagian dari perhatian dan komitmennya terhadap lahirnya generasi pemimpin masa depan. Bukan hanya pemimpin yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki etika, keteladanan, dan kepekaan terhadap rakyat.
Di tengah berbagai tantangan zaman, Ning Lia pun menitipkan pesan sederhana namun penuh makna kepada generasi muda.
«“Jangan apatis terhadap demokrasi. Kalian adalah bagian dari masa depan bangsa,” pesannya.»
Bagi Ning Lia, masa depan Indonesia tidak cukup hanya ditunggu. Masa depan harus dipersiapkan dan diperjuangkan bersama. Dan di tangan para pemuda hari ini, wajah demokrasi Indonesia esok hari akan menemukan arahnya.
(Anil)










