Home / SURABAYA

Sabtu, 26 September 2026 - 03:33 WIB

Musisi Kafe Surabaya Diserang Celurit, Tangan Nyaris Putus

Slamet Mulyadi (55), musisi kafe di Surabaya, menjalani perawatan setelah menjadi korban penyerangan menggunakan celurit hingga tangan kanannya nyaris putus.

Slamet Mulyadi (55), musisi kafe di Surabaya, menjalani perawatan setelah menjadi korban penyerangan menggunakan celurit hingga tangan kanannya nyaris putus.

TARGETNEWS.ID SURABAYA — Nasib nahas dialami Slamet Mulyadi (55), seorang musisi kafe di Kota Surabaya. Ia menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam saat perjalanan pulang setelah manggung.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Dr. Soetomo, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Jawa Timur. Saat kejadian, korban disebut sempat berhenti di tepi jalan sebelum diserang oleh pelaku.

Serangan menggunakan celurit mengakibatkan tangan kanan korban mengalami luka berat hingga nyaris putus. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis dan menjalani operasi darurat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Baca juga  PT.Orela Shipyard Diduga Melanggar Aturan, Lahan Reklamasi Dilakukan Tak Sesuai Izin

Kabar mengenai kejadian tersebut baru diketahui pihak keluarga pada dini hari. Putra korban, Fitralandi Despalova Islami (30), mengaku mendapat informasi awal dari kerabat melalui sambungan telepon.

Menurut Fitralandi, saat itu dirinya masih tertidur hingga kemudian dibangunkan istrinya setelah menerima telepon. Ia awalnya mendapat informasi bahwa sang ayah mengalami kecelakaan.

Slamet Mulyadi (55), musisi kafe di Surabaya, menjalani perawatan setelah menjadi korban penyerangan menggunakan celurit hingga tangan kanannya nyaris putus.

Setelah mengetahui kondisi sebenarnya, Fitralandi langsung mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk memastikan kondisi ayahnya.

Baca juga  Polres Pulang Pisau, Anggota Didorong Bangun Citra Positif Polri

“Awal kabarnya itu dari ponakan saya, Mas. Itu jam setengah dua pagi telepon saya, waktu saya masih tidur. Terus telepon istri saya, saya dibangunin,” ujar Fitralandi.

Ia kemudian mengetahui bahwa ayahnya bukan mengalami kecelakaan, melainkan menjadi korban penyerangan yang mengakibatkan luka serius pada tangan kanannya.

Hingga kini, kasus tersebut menjadi perhatian keluarga korban. Peristiwa penyerangan dengan senjata tajam itu diharapkan dapat segera diusut sehingga pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.

TARGETNEWS.ID

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Lurah Bongkaran Sambangi Siskamling Semut Kalimir, Perkuat Kamtibmas

NEWS

Sengketa PHK Pekerja FIF Group Berlanjut, Mediasi Belum Capai Kesepakatan