Home / BERITA UTAMA

Senin, 28 September 2026 - 17:03 WIB

Kapolri Bersama Gus Baha: Jaga Persatuan Bangsa Indonesia

Kapolri Bersama Gus Baha

Kapolri Bersama Gus Baha

REMBANG – Persatuan bukan hanya fondasi kehidupan berbangsa, tetapi juga modal penting agar pembangunan dapat terus berjalan. Di tengah berbagai tantangan global, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.,

mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan, mengelola perbedaan, dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Kapolri dalam Ngaji Kebangsaan bersama K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026).

Kapolri menilai tantangan yang dihadapi bangsa semakin kompleks. Karena itu, persatuan harus terus dijaga agar perbedaan yang menjadi karakter Indonesia tidak berkembang menjadi konflik yang justru merugikan masyarakat dan negara.

Dalam upaya tersebut, kebersamaan ulama dan umara memiliki arti strategis. Kapolri mengingatkan bahwa ulama dan umara telah memiliki sejarah perjuangan bersama sejak merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Semangat yang sama kini dibutuhkan untuk mengisi kemerdekaan dan membawa Indonesia terus maju.

Baca juga  Memperingati HUT RI Ke-78: Daramil 1612-04/Borong Hadiri Upacara Pemeriksaan Duplikat Bendera Pusaka Merah Putih

Kapolri menyebut ulama sebagai lentera dan kompas bagi bangsa. Nasihat, tuntunan, dan doa para ulama memberikan arah dalam menjaga kehidupan masyarakat. Sementara itu, Polri memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.

Kedua peran tersebut bertemu pada tujuan yang sama. Ketika persatuan terawat dan keamanan terjaga, masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan tenang dan pembangunan dapat terus bergerak.

Kapolri pun menyampaikan terima kasih kepada Gus Baha dan seluruh pengurus pesantren yang telah memberikan kesempatan kepada keluarga besar Polri untuk mengikuti Ngaji Kebangsaan. Bagi jajaran Polri, pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan mendapatkan ilmu, nasihat, dan doa sebagai bekal dalam menjalankan tugas.

Semangat itu digaungkan kepada keluarga besar Polri dari berbagai penjuru Indonesia. Sebanyak 700 peserta hadir langsung di Rembang, terdiri atas 100 Polwan, 300 Polki, dan 300 santri. Sementara itu, 41.449 peserta mengikuti kegiatan secara virtual.

Baca juga  Keberangkatan Bupati Sampang Menuju Tanah Suci Makkah Laksanakan Umroh, Mohon Doa Restu Masyarakat

Kapolri juga memahami bahwa tugas anggota Polri penuh dengan risiko. Karena itu, ia memohon doa dan bimbingan para ulama serta secara khusus menitipkan personel yang sedang menjalankan tugas agar diberikan keselamatan, kekuatan, dan kemudahan dalam mengabdi kepada masyarakat.
Ngaji Kebangsaan bersama Gus Baha akhirnya mempertemukan tiga kekuatan penting: tuntunan ulama, pengabdian aparat, dan persatuan masyarakat.

Dari Rembang, pesannya jelas: perbedaan jangan menjadi jarak, keberagaman harus menjadi kekuatan. Ketika ulama dan umara bergandengan tangan serta masyarakat tetap bersatu, keamanan terjaga,

pembangunan bergerak, dan cita-cita Indonesia yang adil, makmur, serta semakin maju dapat diwujudkan bersama.

(Samsul)

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Ganggu Kamtibmas di Bulan Puasa, Peredaran Miras Ilegal Ditindak Polres Pulang Pisau

Artikel

Gagalkan Peredaran Narkotika Asal Jerman

Artikel

Wakil Ketua DPRK, Naisabur Apresiasi Inspektorat Kemendagri Turun ke Aceh Besar

BERITA UTAMA

Polisi Bersama Petugas Gabungan Berhasil Padamkan Kebakaran Hutan Gunung Pucang Ranggah di Lumajang

Artikel

Dinas Kominfo, Sidoarjo Ajarkan Membuat Konten Jurnalistik Berkualitas Lewat HP

Artikel

Giat Apel Siaga bencana kebakaran Karhutla Polsek Pandih Batu

Artikel

Sopir Mabuk Tewaskan Pasutri di Jalan Kedungdoro Surabaya Divonis 1 Tahun 10 Bulan penjara

Artikel

Semarak HUT RI Ke-79, Pasmar 3 Gelar Olahraga Bersama Prajurit Marinir Bumi Cendrawasih