BREBES, TargetNews.ID –Empat korban pembacokan di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, mendapatkan penanganan medis di RSUD Brebes. Pemerintah Kabupaten Brebes memastikan biaya pengobatan mereka ditanggung pemerintah daerah setelah diketahui keluarga korban termasuk kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah atau desil satu.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menjenguk para korban di RSUD Brebes, Rabu (14/10/2026). Dari empat korban, tiga orang dewasa membutuhkan tindakan operasi akibat luka serius, sedangkan seorang balita berusia satu tahun mengalami luka pada tangan kirinya.
Korban pembacokan ada empat. Yang parah tiga, istri, ayah mertua dan ibu mertua pelaku. Sedangkan anak balitanya mengalami sedikit luka sayatan. Ketiga korban saat ini sedang dalam tindakan operasi oleh petugas medis,” kata Paramitha saat menjenguk korban.
Menurut Paramitha, penanganan medis harus menjadi prioritas agar para korban mendapatkan perawatan sesuai kebutuhan. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas menjadi pertimbangan Pemkab Brebes untuk memastikan biaya pengobatan mereka tertangani.
Untuk biayanya kami yang tanggung, karena kasus seperti ini tidak ditanggung BPJS,” ujarnya.
Keluarga korban diketahui masuk kategori desil satu, yaitu kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Mereka juga tinggal di rumah yang kondisinya kurang layak dan memiliki pekerjaan tidak tetap.
Melihat kondisi tersebut, Pemkab Brebes turut mempertimbangkan bantuan lanjutan berupa program bedah rumah. Bantuan itu di harapkan dapat membantu keluarga memperbaiki kondisi tempat tinggal setelah kebutuhan mendesak para korban tertangani.
Mereka juga tinggal di rumah lepe-lepe, tapi memiliki lahan pribadi di Desa Tengki, Kecamatan Brebes. Sehingga kami tawarkan untuk bantuan bedah rumah karena pekerjaan keluarga itu tidak tetap,” ungkapnya.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Brebes, Aris Suparmiati, menjelaskan bahwa tiga korban dewasa berada dalam kondisi sadar sebelum menjalani tindakan operasi. Salah satu korban, Fitri Andiani (24), mengalami cedera kepala berupa retak tulang tengkorak.
Tim medis melakukan penanganan sesuai kondisi masing-masing korban. Aris berharap tindakan medis berjalan lancar dan para korban dapat pulih dengan baik.
Peristiwa pembacokan tersebut terjadi pada Selasa (13/10/2026) malam. Empat korban terdiri atas istri pelaku, kedua orang tua istrinya, dan anak mereka yang masih berusia satu tahun. Berdasarkan informasi awal, peristiwa itu diduga dipicu perselisihan rumah tangga.
Setelah kejadian, warga membawa para korban ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Brebes untuk mendapatkan pertolongan. Kasus tersebut kemudian di tangani kepolisian. Terduga pelaku telah diamankan oleh Tim Resmob Satreskrim Polres Brebes di wilayah Kota Tegal, dan polisi menyita sebilah golok yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut.
Pemkab Brebes memastikan bahwa keselamatan dan pemulihan korban menjadi perhatian utama. Dukungan terhadap keluarga juga akan dipertimbangkan sesuai kondisi dan kebutuhan mereka.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa korban kekerasan membutuhkan pertolongan medis, perlindungan, dan dukungan agar dapat melewati masa pemulihan. Bagi keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi, kepastian penanganan dan akses terhadap bantuan menjadi bagian penting untuk membantu mereka kembali menjalani kehidupan.(Fauzi/Targetnews.id)










