Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag / Uncategorized

Jumat, 27 Juni 2025 - 02:46 WIB

Keluarga Besar TargetNews.ID : 1 Suro Bukan Sekedar Pergantian Angka di Kalender

Keluarga Besar TargetNews.ID : 1 Suro Bukan Sekedar Pergantian Angka di Kalender

Keluarga Besar TargetNews.ID : 1 Suro Bukan Sekedar Pergantian Angka di Kalender

Perayaan 1 Suro jatuh pada tanggal 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Penyelarasan ini menunjukkan adanya akulturasi budaya Islam dengan tradisi Jawa, menciptakan sebuah penanda waktu yang unik dan kaya makna.Pada malam menjelang 1 Suro, atau yang dikenal sebagai Malam 1 Suro, suasana terasa begitu sakral. Masyarakat Jawa umumnya tidak tidur semalam suntuk (lek-lekan) atau melakukan tirakatan, yaitu kegiatan spiritual seperti berdoa, bermeditasi, atau berpuasa.

Ini adalah momen untuk introspeksi diri, merenungkan perjalanan hidup yang telah dilalui, dan memohon berkah serta keselamatan untuk tahun yang akan datang.

Salah satu tradisi yang paling dikenal saat 1 Suro adalah kirab pusaka. Di berbagai keraton seperti Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta, benda-benda pusaka keramat diarak keliling kota.

Prosesi ini bukan hanya sebuah tontonan, melainkan sebuah ritual penghormatan terhadap warisan leluhur dan simbol kekuatan serta kemuliaan. Masyarakat yang menyaksikan kirab seringkali turut serta dalam prosesi dengan penuh khidmat, menunjukkan rasa hormat dan keinginan untuk mendapatkan tuah dari pusaka-pusaka tersebut.

Selain kirab, ada pula tradisi jamasan pusaka, yaitu membersihkan benda-benda pusaka. Proses ini dilakukan dengan hati-hati dan penuh ritual, melambangkan pembersihan diri dari hal-hal negatif dan menyambut energi baru yang positif.

Baca juga  Bersama Polsek, Koramil 19/ Kuwarasan Pengamanan Penyusunan Soal Ujian Seleksi Perangkat Desa

Makna dari jamasan ini meluas, tidak hanya terbatas pada benda pusaka, tetapi juga sebagai pengingat bagi setiap individu untuk membersihkan hati dan pikiran menjelang tahun yang baru.

Peringatan 1 Suro (Foto: Ilustrasi)
Peringatan 1 Suro (Foto: Ilustrasi) TargetNews.ID Surabaya – 1 Suro, penanda dimulainya tahun baru dalam kalender Jawa, bukan sekadar pergantian angka di kalender. Lebih dari itu, tanggal ini sarat akan makna filosofis, spiritual, dan budaya yang mendalam bagi masyarakat Jawa, khususnya mereka yang masih memegang teguh tradisi leluhur.
Perayaan 1 Suro jatuh pada tanggal 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Penyelarasan ini menunjukkan adanya akulturasi budaya Islam dengan tradisi Jawa, menciptakan sebuah penanda waktu yang unik dan kaya makna.

Pada malam menjelang 1 Suro, atau yang dikenal sebagai Malam 1 Suro, suasana terasa begitu sakral. Masyarakat Jawa umumnya tidak tidur semalam suntuk (lek-lekan) atau melakukan tirakatan, yaitu kegiatan spiritual seperti berdoa, bermeditasi, atau berpuasa.

Ini adalah momen untuk introspeksi diri, merenungkan perjalanan hidup yang telah dilalui, dan memohon berkah serta keselamatan untuk tahun yang akan datang.

Salah satu tradisi yang paling dikenal saat 1 Suro adalah kirab pusaka. Di berbagai keraton seperti Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta, benda-benda pusaka keramat diarak keliling kota.

Prosesi ini bukan hanya sebuah tontonan, melainkan sebuah ritual penghormatan terhadap warisan leluhur dan simbol kekuatan serta kemuliaan. Masyarakat yang menyaksikan kirab seringkali turut serta dalam prosesi dengan penuh khidmat, menunjukkan rasa hormat dan keinginan untuk mendapatkan tuah dari pusaka-pusaka tersebut.

Baca juga  Babinsa Koramil 1612-08 Mendampingi Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Menguatkan Solidaritas dan Kesejahteraan Masyarakat

Selain kirab, ada pula tradisi jamasan pusaka, yaitu membersihkan benda-benda pusaka. Proses ini dilakukan dengan hati-hati dan penuh ritual, melambangkan pembersihan diri dari hal-hal negatif dan menyambut energi baru yang positif.

Makna dari jamasan ini meluas, tidak hanya terbatas pada benda pusaka, tetapi juga sebagai pengingat bagi setiap individu untuk membersihkan hati dan pikiran menjelang tahun yang baru.

Namun, 1 Suro juga sering dikaitkan dengan mitos dan kepercayaan tertentu. Ada anggapan bahwa pada malam 1 Suro, makhluk halus lebih aktif berkeliaran, sehingga masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan menghindari hal-hal yang dianggap tabu. Kepercayaan ini, meskipun terdengar mistis, sebenarnya mengandung pesan moral untuk selalu waspada, menjaga sikap, dan bertindak bijaksana.

Esensi dari peringatan 1 Suro adalah Harmonisasi antara manusia dengan alam, manusia dengan sesama, dan manusia dengan Tuhannya. Momen ini menjadi pengingat untuk selalu menjaga keseimbangan hidup, menghormati tradisi, dan memperkuat spiritualitas.

Di tengah gempuran modernisasi, perayaan 1 Suro tetap menjadi pilar yang kokoh, menjaga identitas budaya Jawa agar tidak tergerus oleh waktu.

Pada akhirnya, 1 Suro adalah cerminan kekayaan budaya dan spiritualitas bangsa Indonesia. Ia mengajarkan kita untuk selalu terhubung dengan akar, menghargai masa lalu, dan melangkah ke masa depan dengan penuh kesadaran dan harapan.

Redaksi

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Melalui Program Bajaka Presisi, Bhabinkamtibmas Food Estate Polres Pulang Pisau Ajak Anak-Anak Gemar Membaca

Artikel

Babinsa Koramil 15/Klirong Laksanakan Pembinaan Karakter Kepada Pramuka SMP N 1 Klirong

Artikel

Kirim Pesan Mengandung Ancaman, ES Resmi Diadukan ke Polda Jatim

Artikel

Danmenbanpur 2 Marinir Pimpin Sertijab Wadan dan Perwira Stafnya

Artikel

Momentum Sumpah Pemuda, Polri dan Akademi Kader Bangsa Umumkan Jadwal Seleksi SMA Kemala Taruna Bhayangkara 2026/2027: Ajak Pemuda Indonesia Siapkan Diri Jadi Kader Terbaik Bangsa

Uncategorized

Menjaga silahturahmi Bhabinkamtibmas Food Estate desa Sanggang Menyambangi warga binaan nya

BERITA UTAMA

Genjot Pembangunan Pelebaran Jalan Standar Ruas Padusan – Pacet di Kabupaten Mojokerto Tahun Anggaran 2023 Telah Dimulai

Artikel

Bhabinkamtibmas Polsek Maliku Sosialisasikan Himbauan Larangan Karhutla