Home / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KESEHATAN / Tag

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:02 WIB

Demi Keselamatan 532 Jiwa, Pemprov Jateng Siapkan Relokasi Warga Terdampak Tanah Gerak Sirampog

Brebes,TargetNews.id Keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana tanah gerak yang melanda Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Sebanyak 175 kepala keluarga atau 532 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka dan bertahan di pengungsian karena pergerakan tanah yang hingga kini masih aktif dan berpotensi membahayakan.

Kondisi tersebut mendorong Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung meninjau lokasi pengungsian sekaligus memimpin Rapat Penanganan dan Penyerahan Bantuan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawir, Sirampog, Rabu (18/02/2026).

Dalam arahannya, Luthfi menegaskan bahwa langkah paling realistis saat ini adalah memindahkan warga beserta barang-barangnya ke lokasi yang lebih aman. Dia juga menginstruksikan percepat pembangunan hunian sementara (huntara).

Untuk tanah gerak ini yang bisa di lakukan adalah memindah orang dan barang,” tegasnya.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes mencatat sedikitnya 143 rumah terdampak. Dari jumlah tersebut, 10 rumah mengalami kerusakan berat, sementara 124 lainnya berada dalam kondisi terancam. Tidak hanya hunian warga, dua tempat ibadah dan dua fasilitas pendidikan turut terdampak. Akses jalan desa sepanjang kurang lebih 700 meter juga ambles akibat pergerakan tanah.

Perkembangan terakhir menunjukkan tanah masih bergerak, dipicu tingginya curah hujan di kawasan perbukitan Sirampog. Arah longsoran bergerak ke barat daya dengan potensi pergerakan susulan yang dinilai masih tinggi.

Baca juga  Camat Simokerto Noervita Amin Tunjukkan Kepemimpinan Humanis, Dekat dengan Warga dan Tanggap Setiap Masalah

Dengan kondisi tersebut, Gubernur meminta warga untuk tidak kembali ke rumah masing-masing demi menghindari risiko yang lebih besar.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan langkah teknis penanganan. Rencananya, hunian sementara (huntara) akan dibangun di lahan petak 34G milik KPH Perhutani Pekalongan Barat yang telah direkomendasikan aman secara teknis.

Sementara itu, pengungsian di pusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al-Munawir, Dukuh Limbangan. Dapur umum telah di dirikan dengan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) guna memastikan kebutuhan logistik warga tetap terpenuhi.

Pada kesempatan tersebut, bantuan senilai total Rp175,97 juta juga disalurkan. Bantuan berasal dari BPBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp18,24 juta, Dinas Sosial Jateng Rp90,77 juta, Dinas Ketahanan Pangan Rp18 juta, Dinas Kesehatan Rp11,77 juta, Dinas Pendidikan Rp27 juta, serta PMI Rp10,19 juta.

Bupati BrebesParamitha Widya Kusuma menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menilai kehadiran langsung Gubernur bersama jajaran OPD menjadi bukti komitmen penanganan yang serius dan terkoordinasi.

Terima kasih banyak atas bantuan dan penanganan yang cepat. Bahkan datang bersama OPD terkait. Masyarakat Brebes tidak perlu khawatir lagi, kita gotong royong, semua sudah di siapkan oleh dinas Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Baca juga  Babinsa Koramil 15/Klirong Dampingi Serta Berikan Pelatihan Kepramukaan Kepada Anggota Pramuka SMP PGRI Klirong

Di balik data dan angka, ada kisah perjuangan warga yang harus beradaptasi dengan situasi darurat. Susi Susanti, warga Dukuh Bojongsari, mengungsi bersama tiga anaknya, termasuk bayi berusia 10 bulan. Ia memilih bertahan di pengungsian demi keselamatan buah hatinya.

Susi berharap kebutuhan bayi seperti popok, sabun, minyak telon, dan perlengkapan mandi tetap tersedia selama masa pengungsian.

Hal serupa di rasakan Tona, warga yang rumah kayunya berada di tepi hutan dan dekat aliran sungai. Setiap hujan deras turun, ia mengaku tak pernah benar-benar tenang. Garis tepi sungai yang kian mendekat membuatnya khawatir rumahnya akan terseret longsor.

Sekarang lebih parah. Tanahnya cepat sekali bergerak. Kalau malam hujan deras, saya tidak bisa tenang,” tuturnya.
Tona berharap dapat direlokasi ke hunian tetap yang benar-benar aman.

Kalau hunian tetap, saya mau sekali. Supaya bisa hidup tenang,” katanya penuh harap.

Diketahui, bencana tanah gerak ini terjadi pada Rabu (28/01/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, dipicu cuaca ekstrem yang menyebabkan lereng dengan kemiringan sekitar 45 derajat bergerak ke arah aliran Kali Keruh di kawasan perbukitan tinggi Kecamatan Sirampog.(Fauzi/Hms)

Humas Brebes

Share :

Baca Juga

Artikel

Limbah Plastik Bekas di Desa Pagerluyung Diduga Ilegal

BERITA UTAMA

Bhabinkamtibmas Desa Dandang Sambangi Masyarakat Desa Binaan sekaligus Sisipkan Pesan Kamtibmas terkait pemanpaatan perkarangan Untuk Menanam Tanaman Pangan Bergizi

BERITA UTAMA

Aksi Simpatik! Kapolres dan Bupati Pulang Pisau Turun ke Jalan, Bagikan Bunga dan Bendera Merah Putih Sambut HUT RI ke-80

Artikel

Polres Batu dan TNI Terjunkan 320 Anggota, Yang Disebar Di Semua TPS

BERITA UTAMA

BABINSA MELAKSANAKAN PENDAMPINGAN FOGING DI WILAYAH BINAAN

Artikel

Polres Madiun Kota Terjunkan 126 Personel Amankan Sidang Pleno Penetapan Pemenang Pilkada tahun 2024

BERITA UTAMA

Datangi masyarakat dan ajak masyarakat untuk jaga Kamtibmas, itulah yang di sampaikan Petugas Patroli Sat Samapta

Artikel

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Brebes menerima Kirab Pemilu 2024