Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KESEHATAN / NEWS / Tag

Jumat, 24 April 2026 - 15:24 WIB

Bukan Kabur, Justru Makin Cinta Indonesia, Alumni FEB UNAIR Penerima Dua Beasiswa Belanda Ini Ungkap Makna Nasionalisme Sejati

Surabaya, 24 April 2026 — Di tengah tren generasi muda yang berlomba menembus studi dan karir global, kisah Qatrunnada Rahmadhani menawarkan sudut pandang yang tidak biasa. Alih-alih menjauh dari identitas, pengalaman tinggal di luar negeri justru mempertegas kedekatannya dengan Indonesia.

Nada sapaan akrabnya menjadi salah satu penerima dua beasiswa internasional bergengsi saat menjalani program double degree di Belanda, yakni Saxion Holland Top Talent Scholarship (SHTTS) dan Orange Tulip Scholarship (OTS) pada periode 2018–2019. Ia juga menuntaskan studinya dengan predikat cum laude dari Universitas Airlangga dan Saxion University of Applied Sciencesv.

Namun, bagi Nada, pencapaian tersebut bukan sekadar soal prestasi. Ada proses yang lebih dalam yaitu memahami dunia sekaligus menemukan kembali posisi dirinya sebagai bagian dari Indonesia. “Saya ingin mengeksplor dunia, belajar sekaligus bekerja di luar negeri. Tapi justru di sana, rasa nasionalisme saya semakin kuat,” ujarnya.

Baca juga  Polda Jatim Gelar Safari Generasi Emas Anti Narkoba di Bondowoso

Pandangan itu sekaligus menjadi respons terhadap fenomena “kabur aja dulu” yang belakangan populer di kalangan anak muda. Nada menilai, narasi tersebut perlu diarahkan ulang, bukan sekadar pergi, tetapi membawa tujuan yang lebih jelas.

“Bukan kabur, tapi bagaimana kita bisa membawa nama Indonesia ke kancah internasional,” katanya. “Kita bisa menunjukkan bahwa Indonesia itu negara yang baik, dengan masyarakat yang ramah dan budaya yang kuat.”

Pengalaman tinggal di Belanda mempertemukannya dengan realitas baru seperti perbedaan budaya, cara komunikasi, hingga pola kerja yang menuntut kemandirian. Ia mengaku tidak mengalami perlakuan diskriminatif, tetapi justru belajar menjadi lebih adaptif dan sensitif terhadap lingkungan multikultural.

Proses itu tidak selalu mudah. Keputusan untuk berangkat ke luar negeri menjadi tantangan tersendiri, terutama sebagai anak tunggal. Ia harus meyakinkan orang tua bahwa langkah tersebut bukan sekadar ambisi, melainkan investasi masa depan.

Baca juga  MERIAHKAN HUT KE-80 RI, PRAJURIT PETARUNG KORPS MARINIR LAKSANAKAN LOMBA HARI KEMERDEKAAN

“Saya sampaikan bahwa ini kesempatan untuk belajar dan berkembang. Kesempatan seperti ini tidak selalu datang dua kali,” ungkapnya.

Kini, pengalaman tersebut membawanya menempati posisi sebagai Medior Corporate Action Specialist di ABN AMRO Clearing Bank, Belanda. Karier itu menjadi bukti bahwa jalur global bukan sekadar wacana, tetapi bisa dicapai melalui kombinasi kesiapan, keberanian, dan konsistensi.

Meski demikian, Nada menegaskan bahwa bekerja di luar negeri tidak berarti memutus hubungan dengan tanah air. Ia justru melihat peran diaspora sebagai bagian penting dalam mendukung kemajuan Indonesia.

Anil

“Nasionalisme bukan soal dimana kita tinggal, tetapi bagaimana kita tetap memberi manfaat untuk Indonesia,” tuturnya.

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

ANGGOTA SATLANTAS POLRES PULANG PISAU LAKSANAKAN PROTAP PAGI GUNA MENEKAN ANGKA KECELAKAAN DAN KEMACETAN

BERITA UTAMA

Fordayak Gelar Aksi Damai di PT MKM, Polres Pulang Pisau Terjunkan Ratusan Personel

Artikel

Kajati Jatim Mia Amiati Buka Rakerda Kejati Jatim 2024

Artikel

Peduli Kesehatan ODGJ Babinsa Mensere Dampingi Nakes Evakuasi Kerumah Sakit

BERITA UTAMA

Penjaga Warkop di Kalibutuh Timur Surabaya Baru Kulakan Sabu Digerebek Polisi

BERITA UTAMA

Kapolres Madiun Minta Semua Elemen Masyarakat Jaga Kedamaian Tidak Mudah Terprovokasi

Artikel

Bantu Warga Sekitar Babinsa Koramil 02/Sejangkung Karya Bakti Bikin Tower Penampungan Air Bersih

BERITA UTAMA

Presiden Jokowi Akan Hadiri Grand Launching Center Biofar SS Pengobatan Gratis Karya Juara Dunia Hadiah Kapolri Menampung Pasien Se-Nusantara dan Mancanegara