Home / BERITA UTAMA / NEWS

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:31 WIB

BBPJN Bantah Warga Tolak Pembangunan Jembatan Bandaran, Warga Dua Desa Geram dan Siapkan Baliho Penolakan

TARGETNEWS.ID SAMPANG — Polemik rencana pembangunan Jembatan Bandaran kembali memanas. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) disebut membantah adanya penolakan warga terhadap rencana peninggian jembatan dan pelebaran jalan yang sebelumnya menuai keberatan masyarakat Desa Dharma Tanjung dan Desa Bandaran.

Pernyataan tersebut diberitakan oleh Harian Bhirawa.co.id pada Jumat, 21 Agustus 2026. Namun, kabar tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah warga dua desa yang merasa keberatan mereka sebelumnya telah disampaikan secara langsung dalam pertemuan bersama pihak terkait.

Warga menegaskan bahwa penolakan bukanlah isu yang muncul secara tiba-tiba. Sebelumnya, masyarakat Desa Dharma Tanjung dan Desa Bandaran disebut telah menyampaikan keberatan terhadap rencana pembangunan tersebut. Bahkan, warga memasang baliho berukuran besar di sekitar Jembatan Bandaran sebagai bentuk penolakan dan penyampaian aspirasi.

Salah satu warga Desa Dharma Tanjung, Syamsuddin, menyayangkan apabila penolakan masyarakat disebut tidak ada.

Baca juga  Giat dukungan terhadap program pemerintah Pusat tentang Ketahanan Pangan FOOD ESTATE

“Kalau dikatakan warga tidak menolak, kami sangat menyayangkan. Sebelumnya sudah ada pertemuan dengan warga dari dua desa dan penolakan juga sudah disampaikan. Baliho yang dipasang di Jembatan Bandaran juga merupakan bentuk nyata sikap warga,” ujar Syamsuddin.

Syamsuddin menegaskan, apabila pihak BBPJN, termasuk PPK 3.3 BBPJN Zaim Zul, tetap menyatakan tidak ada penolakan dari warga, masyarakat bersama-sama akan kembali menyampaikan sikapnya secara terbuka.

Ia mengatakan warga berencana memasang baliho penolakan di depan rumah masing-masing serta di sepanjang jalan yang berada di wilayah Desa Dharma Tanjung dan Desa Bandaran.

“Kalau penolakan warga masih dibantah, kami bersama warga akan memasang baliho di depan rumah masing-masing dan sepanjang jalan di dua desa. Ini sebagai bentuk penegasan bahwa masyarakat memang menolak rencana tersebut,” tegasnya.

Adapun rencana yang menjadi sorotan warga meliputi peninggian Jembatan Bandaran sekitar 2,6 meter serta pelebaran jalan masing-masing 8 meter di sisi kanan dan 8 meter di sisi kiri dengan total panjang sekitar 160 meter, yang mencakup wilayah Desa Dharma Tanjung dan Desa Bandaran.

Baca juga  Ketelitian Petugas Rutan Surabaya Gagalkan Dugaan Penyelundupan Sabu, Dua Pocket Diamankan

Warga menilai rencana tersebut perlu dikaji kembali dengan mempertimbangkan kondisi rumah, tempat usaha, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Polemik ini pun kembali memunculkan tuntutan agar pemerintah dan pihak terkait tidak hanya melihat aspek teknis pembangunan, tetapi juga mempertimbangkan aspirasi, keselamatan, serta dampak sosial dan ekonomi terhadap masyarakat yang terdampak langsung.

Hingga kini, perbedaan pernyataan mengenai ada atau tidaknya penolakan warga menjadi salah satu persoalan utama dalam polemik rencana pembangunan Jembatan Bandaran. Masyarakat dua desa berharap adanya komunikasi terbuka dan penyelesaian yang melibatkan seluruh pihak sebelum rencana pembangunan dilanjutkan.

Share :

Baca Juga

Artikel

Polresta Banyuwangi Berhasil Ungkap Sindikat Peredaran Narkoba Sita Sabu 1,1 KG

Artikel

Jembatan Garuda Desa Paya Besar Siap Difungsikan, Pembangunan Tuntas 100 Persen

Artikel

Sambang dengan Masyarakat, Personel Polsek Sebangau Kuala Lakukan Sosialisasi dan Himbauan Tentang Larangan Membakar Hutan dan Lahan

Artikel

Satgas Yonif 611/Awang Long Kembali Melaksanakan Layanan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat Nayaro

Artikel

Polantas Menyapa, Bertajub Budaya Salam Sapa dan humanis Dalam Pelayanan Prima Satpas Colombo Patut Diapresiasi

BERITA UTAMA

Jaga Kondusifitas Kota Cantik Palangka Raya , Satsamapta Laksanakan Ini

Artikel

Babinsa Koramil 04/Kra Gelar Pengamanan Giat Kebaktian Kamis Putih Gereja Sananta Sela Karanganyar

Artikel

Babinsa Koramil 1612-03/Reok Hadiri Kegiatan Misa Sulung di Gereja Paroki St. Fransiskus