TargetNews.ID Sampang, 2 Juni 2026 – Pertemuan antara warga terdampak operasional pabrik PT Garam di Dusun Slabayan, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, dengan jajaran manajemen PT Garam tidak membuahkan kesepakatan. Kegagalan pertemuan tersebut mendorong warga untuk memilih langkah terakhir berupa aksi demonstrasi besar-besaran ke pabrik PT Garam.
Pertemuan yang berlangsung di Rumah Makan Asela pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB itu dihadiri oleh warga terdampak yang didampingi sejumlah aktivis. Dari pihak perusahaan hadir jajaran direksi, humas, serta manajer pabrik PT Garam.
Dalam forum tersebut, warga menyampaikan berbagai tuntutan terkait persoalan ketenagakerjaan dan dampak yang dirasakan masyarakat sekitar. Namun hingga pertemuan berakhir, belum ada keputusan konkret yang dapat diberikan oleh pihak perusahaan.
Menurut keterangan yang diperoleh, manajemen PT Garam menyatakan masih harus melakukan koordinasi dengan pihak ketiga yang menangani urusan ketenagakerjaan sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
Ketidakjelasan hasil audiensi tersebut memicu kekecewaan warga. Mereka pun sepakat menyiapkan aksi lanjutan sebagai bentuk tekanan kepada perusahaan agar segera memberikan kepastian atas tuntutan yang telah disampaikan.
“Karena pertemuan tidak menghasilkan keputusan yang jelas, masyarakat memilih menempuh langkah aksi sebagai upaya terakhir,” ungkap salah satu perwakilan warga usai pertemuan.
Rencana aksi yang sedang dipersiapkan meliputi demonstrasi di depan pabrik PT Garam, blokade jalan nasional yang berada di sekitar kawasan pabrik, hingga penyegelan simbolis terhadap area pabrik apabila tuntutan warga tetap tidak mendapatkan respons yang memadai.
Warga bersama pendamping aktivis juga berencana mengirimkan surat pemberitahuan aksi kepada Polres Sampang dalam pekan ini sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Situasi di Dusun Slabayan saat ini masih kondusif, namun ketegangan di tengah masyarakat terus meningkat menyusul belum adanya kepastian penyelesaian dari pihak perusahaan maupun pihak ketiga yang terlibat dalam pengelolaan tenaga kerja.
Masyarakat berharap PT Garam segera mengambil langkah konkret dan memberikan solusi yang adil guna menghindari eskalasi konflik yang lebih besar di kemudian hari










