TARGETNEWS.ID SURABAYA — Polda Jawa Timur resmi menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) “Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026” dalam rangka menanggulangi peredaran narkotika, psikotropika, dan obat terlarang. Langkah taktis ini diambil guna mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah hukum Jawa Timur.
Guna menekan angka peredaran gelap narkoba serta menjaga stabilitas keamanan menjelang perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Biro Operasi (Biroops) Polda Jawa Timur menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) “Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026”. Acara pemantapan strategi kepolisian ini dilaksanakan di Surabaya pada tanggal 7 Agustus 2026.
Berdasarkan Sumber yang di himpun awak media terkait agenda kegiatan tersebut, Jumat (07/08/2026) tentang Latpraops dibuka langsung oleh jajaran pejabat Biroops Polda Jatim dan dihadiri oleh para personel fungsi terkait yang terlibat dalam surat perintah operasi. Melalui pembekalan materi intensif yang dipaparkan dari podium, latihan ini bertujuan menyamakan persepsi, mematangkan koordinasi antarsatgas, serta mengoptimalkan target sasaran operasi di seluruh wilayah hukum Jawa Timur.
Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026 ditargetkan menyasar jaringan pengedar, penyalahgunaan zat psikotropika, serta peredaran obat-obatan terlarang lainnya. Kepolisian mengimbau peran aktif seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam memberantas narkoba demi menciptakan lingkungan aman dan kondusif bagi warga Jawa Timur.
Sinergi dan Pemetaan Target Operasi
Kegiatan Latpraops dibuka secara resmi oleh jajaran pejabat utama Biroops Polda Jatim. Agenda ini dihadiri oleh ratusan personel dari berbagai fungsi terkait yang tercantum dalam surat perintah operasi, mulai dari satuan reserse narkoba hingga unsur intelijen dan preventif.
Melalui pembekalan materi intensif yang dipaparkan dari podium instruksi, para personel dibekali dengan pemetaan makro dan mikro mengenai jalur penyeundupan, titik rawan peredaran, hingga modus operandi terbaru yang digunakan oleh para sindikat.
Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026 kali ini akan berfokus pada tiga pilar penegakan hukum yang agresif :
å Pemberantasan Jaringan, Memutus mata rantai dan mengejar bandar utama penyuplai narkotika.
å Penyalahgunaan Zat, Menindak tegas peredaran gelap psikotropika di pusat-pusat keramaian.
å Obat Terlarang, Menghentikan distribusi obat keras ilegal yang kerap menyasar generasi muda.
Komitmen Bersama dan Partisipasi Publik
Polda Jatim menegaskan bahwa keberhasilan operasi berskala masif ini tidak hanya bertumpu pada tindakan represif aparat penegak hukum. Diperlukan benteng pertahanan yang kuat dari lini masyarakat itu sendiri untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan.
Pihak kepolisian mengimbau dengan sangat agar seluruh elemen masyarakat—mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, hingga perangkat desa—untuk terus bersinergi dan berani melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan terkait narkoba di lingkungan mereka.
Melalui komitmen bersama ini, Polda Jatim optimistis mampu mewujudkan lingkungan yang bersih dari narkoba. Langkah ini sekaligus menjadi kado nyata penegakan hukum dalam menjaga kesucian dan kekhidmatan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jawa Timur. (red)










