CEGAH NYAMUK BERKEMBANGBIAK, YONMARHANLAN XIV LAKSANAKAN FOGING

TNI AL, Dispen Kormar Sorong, Rabu (22/02/2023). Guna mencegah berkembangnya bibit nyamuk berbahaya, Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) XIV Sorong melaksanakan pengasapan (Fogging) di perumahan dinas Wiratno, Jl. Jend. Soedirman, Kel. Malawei, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Sebagai salah satu bentuk kewaspadaan terhadap munculnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria Yonmarhanlan XIV yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Lantamal XIV melaksanakan pengasapan (fogging) di sekitaran Rumdis Wiratno yang dilaksanakan oleh Bintara Kesehatan Yonmarhanlan XIV Sorong.

Baca juga  Melalui Nobar Piala Dunia, Kodim 1008/Tabalong Bangun Komunikasi Sosial dengan Masyarakat

Danyonmarhanlan XIV Letkol Marinir Oktofiansyah Rahman menyampaikan Rumdis Wiratno yang dihuni prajurit Lantamal XIV dan Yonmarhanlan XIV Sorong ini harus kita jaga kebersihannya sehingga para prajurit beserta keluarga selalu merasa nyaman dan terhindar dari penyakit baik karena virus maupun penyakit yang dibawa oleh serangga seperti demam berdarah dan malaria.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Sambang ke Masyarakat, Bhabinkamtibmas Food Estate Lakukan Sosialisasi dan Imbauan

BERITA UTAMA

KKB Sandera 4 Pekerja BTS di Papua, Sempat Serang Rombongan Pejabat  

Uncategorized

Pencegahan aksi premanisme Satsamapta rutin laks Patroli Dialogis di Fasilitas Public

BERITA UTAMA

Polsek Kahayan Kuala melaksanakan giat Binluh himbauan tentang larangan Narkoba di wilayah kecamatan Kahayan Kuala.

BERITA UTAMA

Bati Tuud Koramil 19/ Kuwarasan Hadiri Pelepasan Peserta Didik Kelas 9 SMP Negeri 1 Kuwarasan

Uncategorized

Cegah Terjadinya Karhutla, Ps. Kanitsamapta Polsek Maliku Sosialisasikan Larangan Karhutla

BERITA UTAMA

Semangat Tinggi dan Gotong Royong Warga Desa Semanas Percepat Pembangunan Rabat Beton TMMD Ke-129 Kodim 1208/Sambas

BERITA UTAMA

Iming-imingi Lolos Polisi dan PNS, Pria Asal Sumenep Ditangkap Tim URC Satreskrim Polres Sampang, Korban Rugi Rp600 Juta